02 Februari 2020

3 Penyebab Infeksi Saluran Kemih Pada Balita, Kenali di Sini!

Hindari dengan mencegah bakteri masuk ke dalam saluran kemih

Kasus infeksi saluran kemih pada balita bisa dibilang cukup umum terjadi, dimana sekitar 8% balita perempuan dan 2% balita laki-laki mengalaminya sebelum mencapai usia 5 tahun.

Menurut Geoffrey A. Weinberg, MD dari University of Rochester School of Medicine and Dentistry, infeksi saluran kemih terjadi akibat ada bakteri dari kulit atau feses yang masuk ke uretra dan kemudian naik menuju kandung kemih ataupun ginjal.

Penyebab Infeksi Saluran Kemih pada Balita

Seperti dijelaskan lebih lanjut dalam laman National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Disease, balita di atas 2 tahun yang mengalami infeksi kandung kemih biasanya akan menunjukkan gejala seperti:

  • Terlihat sakit saat buang air kecil.
  • Air seni berbau tajam atau berwarna pekat.
  • Lebih sering buang air kecil tapi air seni yang keluar hanya sedikit.
  • Mengompol meski sudah lulus toilet training

Yuk Moms, kenali dulu beberapa faktor penyebab infeksi saluran kemih pada balita yang harus dihindari.

Baca Juga: Macam-Macam Infeksi Saluran Kemih, Bisa Berpengaruh ke Ginjal!

1. Menyeka Bokong dari Belakang ke Depan

Kenali 3 Penyebab Infeksi Saluran Kemih Pada Balita 1.jpg
Foto: Kenali 3 Penyebab Infeksi Saluran Kemih Pada Balita 1.jpg

Foto: todaysparent.com

Membersihkan dan menyeka bokong dari arah belakang ke depan bisa membuat bakteri dari area anus masuk ke saluran kemih, terutama pada balita perempuan dengan anatomi vagina yang lebih terbuka dan lebih dekat dengan anus.

Menurut rekomendasi healthychildren.org, situs web American Academy of Pediatrics, area kelamin balita perempuan sebaiknya dibersihkan dari arah depan ke belakang.

2. Sering Menahan Buang Air Kecil

Kenali 3 Penyebab Infeksi Saluran Kemih Pada Balita 2.jpg
Foto: Kenali 3 Penyebab Infeksi Saluran Kemih Pada Balita 2.jpg

Foto: momjunction.com

Kebiasaan sering menahan buang air kecil ternyata bisa meningkatkan resiko infeksi saluran kemih pada balita juga lho, Moms. Resikonya bisa semakin meningkat kalau Si Kecil juga sedikit minum serta sering buang air kecil terburu-buru dan tidak tuntas.

Seperti dijelaskan dalam laman Child Development Institute, seharusnya balita buang air kecil sekitar empat sampai delapan kali dalam sehari untuk mengosongkan kandung kemih.

Sering menahan buang air kecil dalam waktu lama bisa membuat cairan menumpuk di dalam kandung kemih, sehingga bakteri tidak bisa keluar dan berkembang biak lebih banyak.

Cara terbaik untuk mengatasinya adalah dengan membiasakan balita ke kamar mandi setiap beberapa jam sekali dan pastikan asupan cairan hariannya cukup. Boleh kok Moms, pasang alarm pengingat di HP supaya tidak terlewat.

Baca Juga: Cegah Infeksi Saluran Kemih, Ini 4 Tips Memakai Toilet Umum

3. Sembelit

Kenali 3 Penyebab Infeksi Saluran Kemih Pada Balita 3.jpg
Foto: Kenali 3 Penyebab Infeksi Saluran Kemih Pada Balita 3.jpg

Foto: Independent.ie

Menurut departemen urologi University of California, sembelit juga menjadi salah satu faktor yang bisa menyebabkan infeksi kandung kemih pada balita.

Penumpukan feses di usus besar dapat menekan kandung kemih yang letaknya berdekatan, sehingga air seni tidak bisa keluar dengan tuntas saat buang air kecil. Nah, air seni yang tersisa di kandung kemih bisa membuat bakteri penyebab infeksi kandung kemih berkembang biak.

Berita baiknya, infeksi kandung kemih pada balita bisa dicegah dengan memastikan balita rutin buang air kecil, cukup asupan cairan, menjalankan pola makan sehat, serta menjaga kebiasaan membersihkan diri dan lingkungan dengan baik.

Menurut Moms, apa lagi yang bisa dilakukan untuk mencegah infeksi kandung kemih pada balita?

Baca Juga: Setiap Buang Air Kecil Terasa Sakit, Hati-Hati Terkena Infeksi Saluran Kemih!

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.