29 Januari 2018

4 Faktor Penyebab Anak Masih Suka Ngompol dan Cara Mengatasinya

Perhatikan ngompol yang tak wajar

Ngompol seringkali sudah dianggap hal yang wajar untuk anak di bawah usia 6 tahun. Namun, bukan berarti pemakluman itu membuat kebiasaan ngompol pada anak dibiarkan terus-menerus.

Tentu ada batasannya dan yang juga harus kita ketahui, sebenarnya apa sih penyebab anak ngompol?

Para ahli berpendapat bahwa jika anak mengalami hal-hal di bawah ini, maka sebaiknya orang tua harus mulai memberi perhatian:

  • Jika usianya di atas 6-7 tahun namun masih mengompol terus di malam hari.
  • Jika anak tiba-tiba mengompol terus padahal biasanya sudah tidak.
  • Jika si anak mengompol di siang hari, dalam keadaan bangun.

Jika melihat sejumlah temuan di bidang kesehatan dan psikologi, sebenarnya ada beberapa hal yang sering terkait dengan kebiasaan anak yang masih suka mengompol.

1. Faktor keturunan bisa menjadi salah satunya. Malah menurut penelitian, 75% anak yang punya kebiasaan ini terkait dengan faktor keturunan (University of Florida: Bedwetting, Heidi Liss Radunovich, dkk, 2013).

Baca Juga : 5 Cara yang Harus Moms Lakukan Saat Anak Susah Buang Air Besar

2. Faktor psikologis tertentu juga bisa bisa menjadi sebab lainnya. Misalnya, ada perasaan tertekan, khawatir, atau cemas namun anak belum bisa mengatasinya sendiri.

Hal ini bisa karena disebabkan perubahan kondisi. Seperti terjadi kematian, perceraian, perpisahan, pindah ke tempat baru, dan lain-lain, dapat menimbulkan kondisi psikologis tertentu kemudian bisa membuat anak mengompol.

Baca Juga : Tips Agar Anak Berhenti Mengompol

3. Gangguan komunikasi antara otak dan kandung kemih pada anak juga bisa menjadi sebab yang lain. Dan inilah yang disebut gangguan perkembangan pada anak.

4. Kemungkinan lainnya adalah gangguan medis, seperti gejala diabet, infeksi saluran air, masalah ginjal, atau pernapasan.

Karena tidak ada sebab yang pasti mengapa anak mengompol, maka Moms perlu terusmengajarkan anak mempraktikkan langkah-langkah solutif. Mulailah mengajaknya buang air kecil sebelum tidur, tidak minum yang manis-manis sebelum tidur, mengajarkan anak untuk mengingat tanda-tanda akan ngompol lalu mengajarkan untuk membangunkan kita.

Baca Juga : 9 Tanda Anak Siap Toilet Training

Jika masalahnya lebih ke faktor psikologis, maka seiring dengan pengalamannya dalam mengatasi persoalan hidup, kemungkinan besar ngompolnya akan sedikit demi sedikit berkurang.

Tentu, bantuan kita sangat penting, misalnya menciptakan rasa aman atau mendekati diri anak agar ia bisa menceritakan kecemasannya pada orang tua.

Namun, bila sudah kita coba berbagai cara namun masih berlanjut, konsultasi dengan dokter perlu dilakukan agar masalah mengompol pada anak ini bisa diatasi dengan langkah yang tepat.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.