13 Agustus 2018

4 Masalah Janin Ini Terjadi Akibat Stres Pada Ibu Hamil

Kondisi mental ibu hamil berhubungan erat dengan kondisi bayinya

 

 

Kehamilan merupakan masa yang membahagiakan bagi kebanyakan wanita. Rasa senang dan bangga akan memengaruhi seorang ibu dalam menjalani masa kehamilan tersebut.

Akan tetapi, kehamilan juga harus disikapi dengan hati-hati dan penuh kewaspadaan. Sedikit kesalahan dalam pola hidup seorang ibu hamil dapat memengaruhi perkembangan yang dikandungnya. 

Pola hidup meliputi banyak hal, antara lain pola makan, pola pikir, mengatur jam istirahat, olahraga, dan lain sebagainya.

Yang sering susah untuk dikendalikan adalah pola pikir. Karena sifatnya yang abstrak, kadang Moms tidak bisa mengontrol pikiran yang bisa membuat sedih atau stres.

Padahal kondisi mental yang tidak baik bisa memicu janin mengalami beberapa hal berikut ini:

1. Bayi Lahir Prematur

Meskipun tidak semua kelahiran prematur disebabkan oleh kondisi stres dari ibu hamil, namun kondisi mental tersebut dapat menyebabkan kelahiran prematur.

Pada saat stres, tubuh memproduksi hormon kortikotropin, dimana pada ibu hamil hormon tersebut dapat merangsang kontraksi pada rahim. Sedangkan perhitungan normalnya, kontraksi rahim baru terjadi pada akhir trimester pertama.

Jika kontraksi ini terjadi lebih awal dan terjadi terus menerus dapat menyebabkan bayi lahir sebelum saatnya.

2. Keguguran

Kondisi ibu hamil yang sedang takut, gelisah, khawatir serta depresi dapat menyebabkan kontraksi di rahim.

Kontraksi berlebihan ini juga dapat memengaruhi ketahanan rahim dan kekuatan janin itu sendiri.

Apabila perkembangan janin tidak dapat berjalan dengan baik, maka ada risiko keguguran yang dapat mengancam kehamilan seseorang.

3. Berat Badan Bayi di Bawah Normal

Selain menyebabkan kontraksi sebelum waktunya, stres dan kondisi mental yang buruk dapat menghambat sistem metabolisme pada ibu hamil. Sistem yang terhambat tersebut sangat berpengaruh pada perkembangan janin.

Bayi menjadi sulit untuk menyerap nutrisi dalam makanan, sehingga pertumbuhannya juga lebih lambat. Akibatnya saat kelahiran tiba, berat badan bayi masih di bawah garis normal.

4. Kondisi Mental Ibu Pengaruhi Kondisi Mental Janin

Mental ibu hamil tidak hanya berpengaruh pada perkembangan janin secara fisik saja, mentalnya pun akan ikut berpengaruh.

Kondisi mental yang buruk akan menghambat pertumbuhan dan kerja sel-sel dalam janin, termasuk sel-sel dalam otak.

Jika pertumbuhan otak tidak berkembang secara optimal, hal ini akan memengaruhi cara berpikir bayi setelah dia lahir nantinya. 

Melihat banyaknya masalah pada janin yang bisa ditimbulkan oleh ibu hamil yang dalam kondisi mental tidak baik, maka penting sekali untuk bisa mengatur pola pikir saat hamil.

Hadirkanlah orang-orang yang bisa dipercaya untuk bertukar pikiran dan melatih kerja otak supaya tetap segar. Lakukan pula me time untuk menyegarkan pikiran.

Dengan demikian, Moms bisa menjalani kehamilan dengan sehat secara fisik dan mental serta perkembangan janin pun berjalan optimal.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.