2-3 tahun

16 Oktober 2017

5 Alasan Balita Tak Mau Buka Mulut Untuk Makan

Kenapa ya Si Kecil tidak mau makan?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Carla Octama
Disunting oleh Carla Octama

Waktunya Makan! Namun Si Kecil malah menjalankan aksi tutup mulut ketika Mama menyuapinya. Kenapa ya sulit sekali membuat balita "buka mulut" saat berhadapan dengan makanan? Jangan menyerah, ini trik mengatasi 5 masalah makan balita:

1. Diemut

Coba cek kondisi mulut dan tenggorokannya. Balita yang mengemut makanan biasanya menghindari rasa sakit akibat sariawan atau radang di gusi yang dirasa saat ia mengunyah dan menelan makanan.

Agar mau makan, buatkan menu dengan penyajian menarik, berikan pada anak sambil menjelaskan pentingnya menelan makanan. Periksakan gigi, mulut dan tenggorokan anak ke dokter bila sakit berlarut-larut.

2. Menolak makan

shutterstock 178189358

Umumnya, penolakan terjadi karena anak trauma dengan rasa, tekstur, bau, dan penampilan makanan, misalnya pernah tersedak. Atasi dengan membiasakan makan makanan sehat bersama dan jauhkan anak dari hal yang mengganggu saat makan seperti mainan dan televisi.

Kenalkan anak dengan berbagai jenis makanan untuk menambah memorinya soal rasa. Beri makanan dalam porsi kecil tapi sering dan sajikan di tempat yang mudah dijangkau. Hindari minuman manis sebab bisa menurunkan nafsu makan.

Baca Juga : Berbahayakah Alergi Untuk Tumbuh Kembang Balita?

3. Alergi makanan

Dialami sekitar 3-7% anak. Resiko alergi akan makin besar jika keluarga memiliki riwayat alergi. Cari faktor pemicu alergi dengan melakukan tes alergi, dan hindari makanan pemicu alergi seperti telur, kacang, susu, seafood.

Sejalan bertambah usia dan perkembangan sistem pencernaannya, reaksi berlebihan dari sistem kekebalan tubuh terhadap zat pemicu alergi secara bertahap berkurang dan mulai menghilang saat usianya 2–3 tahun.

4. Pemilih

shutterstock 370709615

Bisa terjadi karena anak sakit, sedang mengembangkan selera makan atau menu yang disajikan tidak menggugah selera. Atasi dengan mengenalkan jenis makanan yang sesuai tahapan keterampilan makan dan jangan menghukum bila dia tidak menghabiskan makanan.

Munculkan kreativitas Anda untuk menyajikan makanan dengan menarik misalnya dengan menggunakan peralatan makan dan minum lucu, hiasan makanan, atau ajak anak makan di luar agar mendapat suasana baru. Manfaatkan waktu makan bersama anak sambil menjelaskan manfaat masing-masing bagi tubuh.

5. Susah berhenti makan

Kebiasaan ini bisa berujung pada obesitas. Umumnya, masalah ini timbul akibat anak selalu dipaksa menghabiskan makanan atau karena selalu tersedia banyak makanan.

Atasi dengan membuat jadwal makan teratur: 3 kali makan lengkap ditambah 2 kali makanan selingan per hari. Beri makanan selingan sehat dan mengenyangkan, alihkan perhatian pada makanan dengan aktivitas bermain yang menyenangkan.

(EGA)

Foto : Shutterstock

Produk Rekomendasi

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait