Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




5 Cara Mengontrol Kehamilan dengan KB Alami

Bagikan


Seiring dengan semakin majunya teknologi, metode kontrasepsi untuk mengontrol kehamilan pun semakin banyak. Obat-obatan dan alat-alatnya pun sudah semakin banyak jenisnya.

Sayangnya, metode kontrasepsi juga tidak memiliki ukuran standar yang cocok untuk semua orang. Tidak semua orang bisa cocok dengan metode-metode tersebut. Sehingga banyak wanita yang lebih memilih mengontrol kehamilan dengan KB alami.

Gita Pratiwi, 28, salah satunya. Ibu satu anak itu sudah pernah menggunakan berbagai metode kontrasepsi. Mulai dari KB pil, suntik, hingga IUD pernah dia coba. Dan tidak ada satu pun yang cocok. Saat menggunakan pil, Gita merasa nafsu makannya menurun.

“Karena masih ASI, takut pengaruh ke produksi ASI. Jadi akhirnya berhenti minum pil KB,” ceritanya.

Gita lantas mencoba KB suntik, namun berat badannya jadi naik. Bidan menyimpulkan bahwa Gita tidak cocok menggunakan KB suntik. Gita lalu mencoba IUD, tapi ernyata, IUD pun tidak cocok untuknya. Ia mengalami menstruasi tiada henti selama dua bulan.

“Karena nggak berhenti menstruasi itu, aku coba cek ke bidan lain. Katanya, itu pendarahan. Akhirnya IUD dicabut,” ujarnya.

Baca juga: 10 Mitos dan Fakta Tentang Pil KB

Trauma dan Pilih KB Alami

Serentetan pengalaman tidak menyenangkan itu membuat Gita trauma untuk mencoba metode kontrasepsi dengan alat atau obat lainnya. Ia dan suaminya memutuskan untuk menggunakan KB alami dengan metode kalendar dan seks terputus.

“Kasihan perempuan. Sakit melahirkan, masa harus merasakan sakit karena KB juga. Laki-laki jangan egois. Harus mengalah,” kata Angga, 33, suami Gita.

Pengalaman kurang menyenangkan saat menggunakan KB juga dialami Debie. Berbeda dengan Gita, Debie menggunakan KB IUD yang dipasang sesaat setelah Debie melahirkan secara SC. Tiga bulan setelah melahirkan, Debie mulai merasa ada yang salah. Flek terus menerus muncul dan perut bagian bawah pun terasa nyeri.

“Akhirnya, aku cek ke obgyn-ku. Ternyata posisi IUD miring dan mengenai dinding rahim. Setelah dicopot, aku pakai KB alami (kondom),” cerita Debie.

Apa Saja Metode KB Alami yang Bisa Dilakukan?

Beberapa Moms mungkin punya pengalaman tidak jauh berbeda. Jika sudah begitu, KB alami lah yang menjadi pilihan. Tapi, banyak juga Moms belum mengetahui KB alami apa saja yang bisa dipraktikan. Berikut ini metode-metode KB alami yang bisa Moms pilih.

1. Menyusui

Menyusui sering disebut-sebut sebagai KB alami. Memang benar, dengan rutin menyusui secara langsung, setidaknya 4 jam pada siang hari dan 6 jam pada malam hari, tubuh Moms akan secara otomatis berhenti ovulasi.

Tanpa ovulasi, Moms tidak akan hamil. Moms juga tidak akan mengalami menstruasi pada periode ini.

2. Metode kalendar

Metode kalendar ini akan sangat membantu untuk mengontrol kehamilan. Jika sebelum-sebelumnya, Moms harus menandai kalender, sekarang ini sudah banyak aplikasi yang bisa membantu mengetahui kapan masa subur dan kapan periode ovulasi. Dengan begitu, Moms bisa mengontrol kehamilan.

3. Ejakulasi di luar vagina

Ejakulasi di luar vagina artinya mencegah sperma bertemu dengan sel telur. Sehingga sperma tidak akan bisa membuahi sel telur yang telah matang. Kehamilan yang tidak direncanakan bisa dihindari dengan metode ini.

4. Kondom

Kondom adalah salah satu alat kontrasepsi paling ampuh untuk mengontrol kehamilan. Kondom termasuk alat KB alami karena pemakaiannya tidak melibatkan obat atau bahan kimia.

Selain untuk mengontrol kehamilan, kondom juga berfungsi untuk mencegah penyakit infeksi menular seksual (IMS).

5. Pengecekan masa ovulasi

Pengecekan masa ovulasi bisa dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya dengan pengecekan suhu basal alias suhu tubuh ketika baru bangun tidur. Suhu tubuh pasa masa ovulasi akan lebih tinggi dari suhu hari-hari biasanya.

Selain pengecekan suhu, masa ovulasi juga bisa diketahui dengan alat bantu. Yakni test pack kesuburan. Di beberapa mini market dan apotek, Moms bisa menemukan test pack kesuburan ini.

Pemeriksaan mucus atau lendir vagina juga bisa jadi cara untuk mengecek masa subur. Saat mucus sedang banyak, itu artinya Moms sedang berada di masa subur.

Metode kontrasepsi mana yang paling cocok untuk Moms?

(AND)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.