12 Maret 2018

7 Rahasia Membesarkan Anak yang Bahagia

Moms yang bahagia juga akan membuat anak bahagia!
7 Rahasia Membesarkan Anak yang Bahagia

Foto: Orami Photo Stocks

Setiap Moms pasti menginginkan hal yang sama untuk anak-anaknya, seperti tumbuh sehat, cerdas, sukses, dan bahagia. Tapi, bisakah kita sebagai orang tua mengontrol kebahagiaan anak?

Menurut Bob Murray, PhD, penulis buku Raising an Optimistic Child: A Proven Plan for Depression-Proofing Young Children -- for Life, "Faktor genetik mungkin memainkan peran penting, tapi genetik kita juga mudah dibentuk, serta dapat diaktifkan atau dimatikan tergantung dari lingkungan."

Pendapat Murray ini jelas menunjukkan bahwa anak-anak yang bahagia adalah produk dari orang tua yang bahagia pula, terlepas dari genetiknya. Nah, jadi apa yang dapat Moms lakukan untuk ‘menciptakan’ anak yang bahagia? Ini dia strateginya!

1. Ciptakan ikatan

Tak hanya terikat dengan orang tuanya, anak juga harus memiliki keterikatan dengan anggota keluarga yang lain, teman, tetangga, bahkan pengasuh. Seperti dikatakan Edward Hallowell, MD, psikiater anak yang juga penulis buku The Childhood Roots of Adult Happiness, keterikatan adalah kunci ‘menciptakan’ anak yang bahagia. Lalu, bagaimana caranya menimbulkan ikatan?

Sejak bayi, sering-seringlah memeluk anak, tanggapi segera setiap kali ia menangis, ajak ia berbicara, suapi ia dengan penuh kasih sayang, dan tertawalah bersamanya. Kontak fisik dan batin ini akan menimbulkan ikatan yang kuat dengan anak.

Baca juga: 5 Cara Agar Anak Menjadi Penyayang

2. Jangan membuat anak selalu bahagia

Sepertinya bertentangan dengan tujuan kita di atas, ya, Moms. Tapi, percayalah, ini adalah hal terbaik yang bisa Moms lakukan untuk ‘menciptakan’ anak yang bahagia, yaitu dengan tidak selalu memberinya kebahagiaan, seperti menuruti semua keinginan dan kemauan mereka.

Anak harus tahu bahwa dunia tidak selalu indah, dan tidak selamanya keinginan mereka bisa dituruti. Demikian pendapat Bonnie Harris, pendiri Core Parenting di Peterborough, New Hampshire, AS, sekaligus penulis buku When Your Kids Push Your Buttons: And What You Can Do About It. Ingat, Moms, bila anak tak pernah belajar untuk berurusan dengan emosi negatif, besar kemungkinan ia akan menjadi bingung dan labil saat remaja dan dewasa nanti.

3. Moms harus bahagia

Anak akan ‘menyerap’ apapun dari orang tua, termasuk kebahagiaan yang terpancar dari dalam diri Moms. Orang tua yang bahagia bisa dipastikan memiliki anak yang bahagia pula. Jadi, carilah cara untuk membahagialan diri kita, Moms. Misalnya dengan rutin mengambil ‘me time’, atau menjaga kemesraan dengan pasangan.

Baca juga: 5 Cara Agar Anak Tidak Mudah Takut

4. Beri pujian

Banyak penelitian menunjukkan adanya hubungan antara harga diri dan kebahagiaan. Dan, salah satu yang membuat anak merasa berharga adalah ketika ia menerima pujian. Tapi, pujian juga bisa jadi bumerang.

Jika Moms memuji anak karena kecantikannya, misalnya, bisa jadi ia akan berusaha keras untuk selalu terlihat cantik di mata kita, misalnya dengan coba-coba menggunakan makeup, atau melakukan perawatan kecantikan yang seharusnya ditujukan untuk orang dewasa.

Solusinya, berilah pujian pada usaha baik yang dilakukan si anak, misal kreativitasnya dalam memadu padankan pakaian hingga ia terlihat cantik. Karena menurut Murray, anak yang sering dipuji karena bakat atau bawaannya, cenderung akan merasa perlu membuktikan diri lebih hebat lagi dan lagi. Dan ketika ia menemukan ada anak lain yang melebihinya, ia akan kecewa karena merasa gagal.

5. Biarkan anak merasakan sukses dan gagal

Jika Moms ingin anak tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, maka berilah ia kesempatan untuk belajar hal-hal baru. Sejak bayi, biarkan anak belajar merangkak, berjalan, makan sendiri, berpakaian, pergi ke toilet, hingga mengendarai sepeda roda tiga.

Tantangan terbesar kita sebagai orang tua adalah menahan diri untuk tidak terlalu banyak membantunya. Anak terjatuh ketika belajar berjalan? Jangan buru-buru menggendongnya, tapi bantu ia berdiri dan semangati ia untuk mencoba lagi.

Baca juga: Ketika Anak Suka Bicara Kasar

6. Berikan tanggung jawab yang nyata

Kebahagiaan sangat tergantung pada perasaan bahwa apa yang kita lakukan ternyata dihargai oleh orang lain, demikian menurut Murray. Ya, setiap orang memiliki kebutuhan untuk merasa dibutuhkan.

Tak ada salahnya Moms memberi anak sebuah tugas di dalam keluarga sejak dini, misal mengisi mangkuk makanan binatang peliharaan, atau menyusun piring dan gelas di meja makan setiap malam. Tugas-tugas sederhana ini sudah mulai bisa Moms berikan ketika anak berusia 3 tahun.

7. Biasakan bersyukur

Perasaan berterima kasih atau bersyukur sangat berhubungan dengan kebahagiaan. Penelitian di University of California, AS, menunjukkan bahwa orang yang terbiasa menulis jurnal tentang rasa syukurnya secara teratur akan merasa lebih optimis, dan merasa lebih baik tentang kehidupan mereka secara keseluruhan.

Salah satu cara untuk menumbuhkan rasa syukur pada anak adalah dengan membiasakannya berdoa mengucapkan syukur setiap pagi ketika baru bangun tidur, atau ketika hendak makan.

Yuk coba cara-cara ini supaya anak bisa tumbuh jadi pribadi yang bahagia!

(VAN)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.