08 Maret 2018

Ketika Anak Suka Bicara Kasar

Jangan sampai mengumpat jadi kebiasaan anak

Pertama kali mendengar anak bicara kasar, Moms mungkin sangat terkejut. Pada kenyataannya, kebanyakan anak usia sekolah memang sudah pernah mendengar kata-kata kasar sebelumnya, baik dari pergaulan maupun tontonan atau bacaan anak.

Lalu, bagaimana kalau anak membawa pulang kata-kata kasar tersebut? Apa yang sebaiknya Moms lakukan untuk menghentikan kebiasaan anak berkata kasar? Ini dia tips jitunya.

1. Tegaskan peraturan di rumah

Ketika Moms mendengar anak bicara kasar, jangan bereaksi secara berlebihan. Tegur anak dengan nada tegas tapi tenang. Ingatkan si buah hati bahwa di rumah bukanlah tempatnya untuk bicara kasar. Beri tahu juga bahwa mengumpat adalah kebiasaan yang tidak bisa diterima, baik itu di rumah maupun di tempat lain.

2. Berikan konsekuensi yang sesuai

Jika anak sudah diberi tahu dan diingatkan tetapi masih sering mengumpat, mulailah memberikan konsekuensi yang sepadan. Misal anak berkata kasar saat menggerutu sendiri, Moms bisa minta anak untuk membayar 'denda umpatan' dengan memotong uang sakunya.

Namun, kalau anak menggunakan kata-kata kasar untuk memaki anggota keluarga, berikan konsekuensi yang lebih serius. Contohnya yaitu memotong uang saku dan menyita video game kesayangan anak sambil merenungkan perbuatannya.

3. Ganti umpatan anak dengan kata lain

Anak mungkin suka berkata kasar supaya bisa mengekspresikan amarah atau rasa jengkel dengan puas. Maka, sebaiknya tawarkan kata ganti lain yang lebih sopan dan tidak kasar. Pilih kata ganti yang mudah diingat dan unik supaya anak tertarik menggunakannya, seperti 'similikiti'.

4. Jangan mengumpat di depan anak

Tanpa sadar, mungkin orang dewasa di sekitar anak seperti orangtua atau pengasuh pernah keceplosan mengumpat di dekat anak. Maka, usahakan untuk menahan diri ketika sedang di rumah. Jika Moms menetapkan peraturan tidak boleh berkata kasar di rumah, semua orang juga harus menepatinya. Jangan sampai anak menggunakan alasan, “Tapi Kakak juga sering bilang begitu, kok!”

5. Perhatikan pergaulan dan tontonan anak

Kalau kebiasaan anak bicara kasar tak hilang-hilang juga, sudah saatnya Moms memantau lebih jauh pergaulan dan media yang dikonsumsi anak. Mungkin anak sangat sering mendengar kata-kata kasar di sekolah atau lingkungan permainannya.

Perhatikan juga kalau kosakata kasar anak terus bertambah setiap hari. Moms juga bisa berkonsultasi dengan guru sekolah anak untuk mencari akar permasalahannya. Pasalnya, beberapa anak mengira bahwa bicara kasar itu keren dan dewasa. Jangan sampai anak Moms terjebak dengan pemikiran ini.

Itulah tips-tips menghadapi anak yang suka bicara kasar. Kalau Moms punya tips ampuh lainnya, jangan lupa bagikan juga di bagian komentar, ya.

(IA)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.