Scroll untuk melanjutkan membaca

PARENTING ISLAMI
18 Juli 2022

Abu Bakar Ash Shiddiq, Khalifah Pertama Umat Islam

Selain tegas, inilah keutamaan lain dari Abu Bakar Ash Shiddiq
Abu Bakar Ash Shiddiq, Khalifah Pertama Umat Islam

Salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW yang paling banyak disebut adalah Abu Bakar Ash Shiddiq. Da begitu menonjol karena memiliki persahabatan dengan nabi, serta kemampuan, dan kepribadiannya.

Menjadi khalifah atau pemimpin pertama setelah Rasulullah SAW, Repository UIN Antasari mencatat, Abu Bakar memimpin dengan menerapkan kedisiplinan, kepercayaan dan ketaatan yang tinggi dari rakyat terhadap integritas kepribadian dan kepemimpinannya.

Baca Juga: Serba-Serbi Haji, Ibadah Umat Islam ke Tanah Suci Mekah

Biografi Abu Bakar Ash Shiddiq

Abu Bakar Ash Shiddiq -1.jpg

Foto: Abu Bakar Ash Shiddiq -1.jpg

Foto ilustrasi biografi Abu Bakar Ash Shiddiq (Sumber: Whatisquran.com)

Menurut pendapat yang shahih, nama asli Abu Bakar Ash Shiddiq adalah Abdullah bin ‘Utsman bin ‘Amir bin ‘Amr bin Ka’ab bin Sa’ad bin Taiym bin Murrah bin Ka’ab bin Lu’ay Al Qurasyi At Taimi.

Dirinya kemudian dijuluki dengan ‘Atiq (عتيق) dan Ash Shiddiq (الصدِّيق). Sebagian ulama berpendapat bahwa alasan julukan ‘Atiq karena dia tampan. Sebagian mengatakan karena dirinya berwajah cerah.

Abu Bakar Ash Shiddiq lahir pada 573 M dan meninggal dunia 23 Agustus 634 M. Dia merupakan sahabat dan penasihat terdekat Nabi Muhammad SAW.

Saat Rasulullah SAW meninggal dunia, dirinya hadir menggantikan fungsi politik dan administratif dari beliu, dan memulai jabatan menjadi seorang khalifah atau pemimpin.

Berasal dari klan kecil suku pedagang Quraisy yang berkuasa di Mekah, Abu Bakar Ash Shiddiq merupakan laki-laki pertama yang masuk Islam.

Banyak sekali hal yang menunjukkan kedekatannya dengan Nabi Muhammad SAW. Misalnya saat dirinya menikahkan anaknya, Aisyah dengan Nabi Muhammad SAW.

Kemudian saat Nabi Muhammad SAW memilih Abu Bakar Ash Shiddiq sebagai pendampingnya dalam perjalanan ke Madinah saat Hijrah.

Di Madinah, dia adalah kepala penasihat Nabi Muhammad SAW. Selain itu, dia juga melakukan ziarah ke Mekah, hingga menjadi pengganti Rasulullah SAW menjadi imam selama Nabi Muhammad SAW sakit.

Baca Juga: Wajib Tahu, Inilah 11 Keutamaan Sholat Subuh Berjamaah Bagi Umat Islam

Saat Rasulullah SAW wafat, umat Islam Madinah menyelesaikan krisis kepemimpinan dengan menerima Abu Bakar Ash Shiddiq sebagai khalifah atau pemimpn pertama umat Islam.

Dilansir Journal of Islamic Studies terpilihnya Abu Bakar menunjukkan kesadaran politik yang baik. Dan cepatnya pemilihan menunjukkan bahwa mereka bertekad untuk bersatu dan melanjutkan tugas Nabi Muhammad SAW.

Sebagai Khalifah, Abu Bakar memiliki fungsi ganda, yaitu sebagai pemimpin agama sekaligus merangkap kepala negara.

Selama pemerintahannya, dia menekan pemberontakan politik dan agama suku yang disebut Riddah atau ‘pemberontakan politik’ atau ‘kemurtadan’, sehingga membawa Arab tengah di bawah kendali Muslim.

Di bawah pemerintahannya, penaklukan Muslim atas Irak dan Suriah dimulai. Selain itu, kompilasi tertulis pertama dari Alquran dikatakan telah terjadi selama kekhalifahan Abu Bakar.

Ini karena adanya kematian dari beberapa hafidz Alquran dalam Pertempuran Yamama, yang meningkatkan kemungkinan bagian dari teks Alquran bisa saja hilang.

Oleh karena itu, Umar Bin Khatab mendesak Abu Bakar Ash Shiddiq agar Alquran segera ditulis gar tidak Alquran tetap utuh meski para hafidz telah berjihad di medan perang.

Selama sakit, Abu Bakar Ash Shiddiq dirawat oleh Ishah. Sesuai permintaannya, dia dimakamkan dekat dengan tempat Nabi Muhammad.

Baca Juga: Ini Sejarah Haramnya Babi dalam Islam, Umat Muslim Wajib Tahu!

Profil dan Keutamaan Abu Bakar Ash Shiddiq

Abu Bakar Ash Shiddiq -2.jpg

Foto: Abu Bakar Ash Shiddiq -2.jpg

Foto ilustrasi biografi Abu Bakar Ash Shiddiq (Sumber: Arabianhorse.com.au)

Tidak ada lelaki yang memiliki keutaman sebanyak keutamaan Abu Bakar Ash Shiddiq RA. Melalui profilnya, dia tampil dengn memiliki banyak keutamaan. Beberapa di antaranya yakni:

1. Manusia Terbaik setelah Nabi Muhammad SAW dari Golongannya

Ibnu ‘Umar RA berkata:

كنا نخيّر بين الناس في زمن النبي صلى الله عليه وسلم ، فنخيّر أبا بكر ، ثم عمر بن الخطاب ، ثم عثمان بن عفان رضي الله عنهم

Artinya: “Kami pernah memilih orang terbaik di masa Nabi SAW. Kami pun memilih Abu Bakar, setelah itu Umar bin Khattab, lalu ‘Utsman bin Affan Radhiallahu’anhu,” (HR Bukhari).

2. Menemani Nabi Muhammad SAW di Gua Saat Dikejar Kaum Quraisy

Dalam Alquran Allah SWT berfirman:

ثَانِيَ اثْنَيْنِ إِذْ هُمَا فِي الْغَارِ إِذْ يَقُولُ لِصَاحِبِهِ لاَ تَحْزَنْ إِنَّ اللّهَ مَعَنَا

Artinya: “Salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu dia berkata kepada temannya: ‘Janganlah kamu bersedih, sesungguhnya Allah beserta kita’,” (QS At Taubah: 40).

As Suhaili berkata: “Perhatikanlah baik-baik, di sini Rasulullah SAW berkata ‘janganlah kamu bersedih’ namun tidak berkata ‘janganlah kamu takut’.

Karena ketika itu rasa sedih Abu Bakar terhadap keselamatan Rasulullah SAW sangat mendalam, sampai-sampai rasa takutnya terkalahkan,”.

Ketika hendak memasuki gua pun, Abu Bakar masuk terlebih dahulu untuk memastikan tidak ada hal yang dapat membahayakan Nabi Muhammad SAW.

3. Umat Muhammad Diperintahkan untuk Meneladani Abu Bakar Ash Shiddiq

Nabi SAW bersabda:

اقتدوا باللذين من بعدي أبي بكر وعمر

Artinya: “Ikutilah jalan orang-orang sepeninggalku, yaitu Abu Bakar dan Umar” (HR Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Maajah).

4. Menginfaqkan Seluruh Harta Saat Dianjurkan Sedekah

Umar bin Khattab RA berkata:

أمرنا رسول الله صلى الله عليه وسلم أن نتصدق ، فوافق ذلك مالاً فقلت : اليوم أسبق أبا بكر إن سبقته يوما . قال : فجئت بنصف مالي ، فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم : ما أبقيت لأهلك ؟ قلت : مثله ، وأتى أبو بكر بكل ما عنده فقال : يا أبا بكر ما أبقيت لأهلك ؟ فقال : أبقيت لهم الله ورسوله ! قال عمر قلت : والله لا أسبقه إلى شيء أبدا

Artinya: “Rasulullah SAW memerintahkan kami untuk bersedekah, maka kami pun melaksanakannya. Umar berkata: ‘Semoga hari ini aku bisa mengalahkan Abu Bakar’. Aku pun membawa setengah dari seluruh hartaku. Sampai Rasulullah SAW bertanya: ‘Wahai Umar, apa yang kau sisakan untuk keluargamu?’. Kujawab: ‘Semisal dengan ini’. Lalu Abu Bakar datang membawa seluruh hartanya. Rasulullah SAW lalu bertanya: ‘Wahai Abu Bakar, apa yang kau sisakan untuk keluargamu?’. Abu Bakar menjawab: ‘Ku tinggalkan bagi mereka, Allah dan Rasul-Nya’. Umar berkata: ‘Demi Allah, aku tidak akan bisa mengalahkan Abu Bakar selamanya’,” (HR Tirmidzi)

5. Orang yang Paling dicintai Nabi Muhammad SAW

‘Amr bin Al Ash RA bertanya kepada Nabi Muhammad SAW:

أي الناس أحب إليك ؟ قال : عائشة . قال : قلت : من الرجال ؟ قال : أبوها

Artinya: “Siapa orang yang kau cintai? Rasulullah menjawab: ‘Aisyah’. Aku bertanya lagi: ‘Kalau laki-laki?’. Beliau menjawab: ‘Ayahnya Aisyah’ (yaitu Abu Bakar),” (HR Muslim).

Baca Juga: 11 Inspirasi Nama Bayi Lahir Jumat Menurut Islam, Masya Allah Indahnya!

Kepribadian Abu Bakar Ash Shiddiq

Abu Bakar Ash Shiddiq -3.jpg

Foto: Abu Bakar Ash Shiddiq -3.jpg

Foto ilustrasi biografi Abu Bakar Ash Shiddiq (Sumber: Thestar.com)

Abu Bakar dijuluki Ash Shiddiq, karena dirinya membenarkan kabar dari Nabi Muhammad SAW dengan kepercayaan yang sangat tinggi. Terbukti, dia menjadi orang pertama yang masuk Islam.

Dia juga mempercayai perjalanan Isra Mi’raj yang dilakukan oleh Rasululah SA. Bahkan, Allah SWT menyebutnya sebagai Ash Shiddiq dalam Alquran.

وَالَّذِي جَاء بِالصِّدْقِ وَصَدَّقَ بِهِ أُوْلَئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ

Artinya: “Dan orang yang membawa kebenaran (Muhammad) dan yang membenarkannya, mereka itulah orang-orang yang bertakwa,” (QS Az Zumar: 33).

Rasulullah SAW telah menamainya dengan Ash Shiddiq, sebagaimana diriwayatkan dalam Shahih Bukhari:

عن أنس بن مالك رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وسلم صعد أُحداً وأبو بكر وعمر وعثمان ، فرجف بهم فقال : اثبت أُحد ، فإنما عليك نبي وصديق وشهيدان

Artinya: “Dari Anas bin Malik RA, bahwa Nabi SAW menaiki gunung Uhud bersama Abu Bakar, Umar dan ‘Utsman. Gunung Uhud pun berguncang. Nabi lalu bersabda: ‘Diamlah Uhud, di atasmu ada Nabi, Ash Shiddiq (yaitu Abu Bakr) dan dua orang Syuhada’ (‘Umar dan ‘Utsman),” (HR Bukhari).

Abu Bakar Ash Shiddiq memiliki kulit yang putih, bertubuh kurus, berambut lebat, wajahnya tampak kurus, dahinya muncul, dan sering memakai hinaa dan katm.

Begitu tegas dan kerasnya sikap Abu Bakar, sampai-sampai para ulama berkata:

نصر الله الإسلام بأبي بكر يوم الردّة ، وبأحمد يوم الفتنة

Artinya: “Allah menolong Islam melalui Abu Bakar di hari ketika banyak orang murtad, dan melalui Ahmad (bin Hambal) di hari ketika terjadi fitnah (khalqul Qur’an),”.

Baca Juga: 20 Nama Lain Hari Kiamat yang Tertulis dalam Alquran, Umat Muslim Wajib Tahu!

Berkat ketegasannya tersebut, Abu Bakar memerangi orang-orang yang murtad dan orang-orang yang enggan membayar zakat ketika itu. Musailamah Al Kadzab pun dibunuh di masa pemerintahannya.

Dia mengerahkan pasukan untuk menaklukan Syam, sebagaimana keinginan Rasulullah SAW. Dan akhirnya Syam pun di taklukan, demikian juga Iraq.

Abu Bakar adalah orang yang bijaksana. Ketika ia tidak ridha dengan dilepaskannya Khalid bin Walid, ia berkata:

والله لا أشيم سيفا سله الله على عدوه حتى يكون الله هو يشيمه

Artinya: “Demi Allah, aku tidak akan menghunus pedang yang Allah tujukan kepada musuhnya sampai Allah yang menghunusnya,” (HR Ahmad).

Begitulah sosok Abu Bakar Ash Shiqqid, khalifah pertama umat Islam yang dicintai Rasulullah SAW.

  • http://idr.uin-antasari.ac.id/2338/
  • https://jurnaliainpontianak.or.id/index.php/khatulistiwa/article/view/260
  • https://www.britannica.com/biography/Abu-Bakr
  • https://muslim.or.id/8725-biografi-abu-bakar-ash-shiddiq.html