Scroll untuk melanjutkan membaca

PARENTING ISLAMI
27 Desember 2021

Kenalan dengan 11 Istri Nabi Muhammad SAW yang Patut Jadi Teladan

Semuanya terkenal memiliki akhlak mulia
Kenalan dengan 11 Istri Nabi Muhammad SAW yang Patut Jadi Teladan

Kisah para istri Nabi Muhammad SAW selalu jadi hal yang menarik untuk dibahas.

Seperti diketahui, Rasulullah SAW diizinkan Allah SWT untuk menikahi lebih dari 4 wanita.

Namun, jauh dari nafsu, semua pernikahan yang dilakukan Nabi Muhammad SAW sangat sarat akan tujuan yang mendukung dakwah.

Sebagian besar dari mereka pun dinikahi Rasulullah karena perintah dari Allah SWT.

Melansir laman Muslimah, Rasulullah pernah melangsungkan akad nikah dengan 13 wanita. Namun, 2 di antaranya belum dikumpuli, sehingga yang akan dibahas hanya 11 saja.

Baca juga: Kisah Nabi Ilyasa, Nabi yang Membimbing Bani Israil untuk Percaya pada Allah SWT

Para Istri Nabi Muhammad SAW dan Sepenggal Kisahnya

Tata Cara Khitbah dalam Fiqih Perkawinan Islam, Calon Pengantin Wajib Tahu!

Foto: Tata Cara Khitbah dalam Fiqih Perkawinan Islam, Calon Pengantin Wajib Tahu!

Foto: Orami Photo Stock

Para istri Nabi Muhammad SAW tentunya bukan wanita sembarangan. Ada banyak sekali hal yang bisa dijadikan teladan dalam diri mereka.

Mari kita bahas satu-persatu:

1. Khadijah binti Khuwailid Radhiyallahu ‘Anha

Khadijah merupakan istri Nabi Muhammad SAW yang pertama. Ia diperistri oleh Nabi Muhammad SAW pada usia 40 tahun, sedangkan Rasulullah berusia 25 tahun.

Sebelum menikah dengan Rasulullah, Khadijah pernah menikah 2 kali.

Setelah menjalani rumah tangga bersama Nabi Muhammad SAW selama 25 tahun, Khadijah meninggal dunia.

Selama itu pula Nabi Muhammad SAW tidak berpoligami, alias menjadikan Khadijah sebagai istri satu-satunya.

Dari pernikahannya dengan Khadijah, Nabi Muhammad SAW dikaruniai beberapa anak, yaitu:

  • Qasim
  • Abdullah
  • Zainab
  • RuqayyahUmm Kulthum
  • Fatimah

2. Saudah binti Zam’ah bin Qois Radhiyallahu ‘Anha

Sepeninggal Khadijah, Rasulullah menikahi Saudah 1 bulan setelahnya.

Saudah merupakan janda dengan 6 anak yang tidak memiliki keluarga. Hingga akhirnya dinikahi oleh Nabi Muhammad SAW di usia yang sudah cukup tua.

Setelah lama menikah dan Saudah merasa sudah tua, ia menyerahkan jatah gilir malamnya pada Aisyah.

Dengan harapan ia bisa tetap menjadi istri Rasulullah hingga meninggal, dan bisa menemaninya di surga. Saudah kemudian meninggal di Madinah tahun 54 Hijriyah.

3. Aisyah binti Abi Bakr As-Shiddiq Radhiyallahu ‘Anhuma

Aisyah merupakan putri seorang As-Shiddiq, yang banyak menemani Nabi Muhammad SAW berjuang menegakkan dakwah.

Sementara ibunya bernama Ummu Ruman bintu Amir bin Uwaimir.

Aisyah resmi menjadi istri Nabi Muhammad SAW pada bulan Syawal tahun 11 setelah kenabian, atau setahun setelah Saudah dipersunting.

Dari sekian banyak istri Nabi Muhammad SAW, Aisyah merupakan satu-satunya yang dinikahi dalam kondisi masih gadis atau belum pernah menikah sebelumnya.

Rasulullah menikahi Aisyah di usia muda, atas perintah Allah melalui mimpi. Aisyah merupakan wanita yang sangat cerdas dan berakhlak mulia.

Bahkan sebagian ulama mengatakan, Aisyah adalah wanita yang paling paham tentang ajaran Nabi Muhammad SAW.

Baca juga: 5 Sunnah Rasul dan Doa Mimpi Buruk agar Tidur Lebih Nyenyak, Yuk Amalkan!

4. Hafshah binti Umar bin Khatab Radhiyallahu ‘Anhuma

Hafshah merupakan anak dari seorang sahabat Rasulullah yang luar biasa.

Sebelum menjadi istri Nabi Muhammad SAW, Hafshah menikah dengan Khunais bin Khudzafah As-Sahmi.

Hafshah dikenal sebagai wanita yang ahli ibadah, dan dijuluki Shawwamah yang artinya “wanita yang rajin puasa”, dan Qawwamah yang berarti “wanita yang rajin salat malam”.

Ia wafat pada bulan Sya’ban tahun 45 H di Madinah, pada usia 60 tahun. Selama hidupnya, Hafshah telah meriwayatkan sekitar 60 hadis yang terdapat dalam shahih Bukhari & Muslim.

5. Zainab binti Khuzaimah Radhiyallahu ‘Anha

Zainab merupakan istri Nabi Muhammad yang memiliki gelar Ummul Masakin. Sebab, ia sangat belas kasih dengan orang miskin dan banyak bergaul dengan mereka.

Sebelumnya, Zainab menikah dengan Abdullah bin Jahsy radhiyallahu ‘anhu.

Kemudian Abdullah meninggal saat perang Uhud, dan tak lama, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menikahinya.

Namun, 3 bulan setelah diperistri Nabi Muhammad SAW, Zainab meninggal.

6. Ummu Salamah, Hindun binti Abi Umayyah Radhiyallahu ‘Anha

Memiliki nama asli Hindun binti Abi Umayyah, Ummu Salamah telah memiliki beberapa anak dari pernikahan sebelumnya bersama Abu Salamah. Ia dikenal sebagai wanita yang cerdas.

Ia dapat memberi saran dan mendukung dakwah suaminya. Selain itu, Ummu Salamah juga terkenal sebagai wanita yang menawan. Hal ini diungkapkan Aisyah yang sempat merasa cemburu:

“Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menikahi Ummu Salamah, aku sangat sedih sekali."

"Karena banyak orang menyebut kecantikan Ummu Salamah. Akupun mendekatinya untuk bisa melihatnya."

"Setelah aku melihatnya, demi Allah, dia jauh-jauh lebih cantik dan lebih indah dari apa yang aku bayangkan."

"Akupun menceritakannya kepada Hafshah – mereka satu kubu – kata Hafshah, 'Tidak perlu cemas, demi Allah, itu hanya karena bawaan cemburu.'”

(Thabaqat Al-Kubro Ibn Sa’d, no. 9895)

Baca juga: 3 Tanda Sakaratul Maut Sudah Mendekat dalam Islam

7. Zainab binti Jahsy bin Rabab Radhiyallahu ‘Anha

Sebelum menjadi istri Nabi Muhammad SAW, Zainab binti Jahsy bin Rabab radhiyallahu ‘anha menikah dengan Zaid bin Haritsah.

Zaid merupakan anak angkat Rasulullah.

Namun, pernikahan Zainab dan Zaid tidak berlangsung lama karena keduanya kurang harmonis.

Meski Rasulullah telah menasihati Zaid untuk tidak menceraikan Zainab, Zaid akhirnya tetap menceraikannya.

Kemudian, Nabi Muhammad menikahi Zainab setelah habis masa iddahnya, berdasarkan firman Allah SWT:

“...Maka tatkala Zaid telah mengakhiri keperluan terhadap istrinya (menceraikannya), Kami kawinkan kamu dengan dia supaya tidak ada keberatan bagi orang mukmin untuk (mengawini) istri-istri anak-anak angkat mereka, apabila anak-anak angkat itu telah menyelesaikan keperluannya daripada isterinya. Dan adalah ketetapan Allah itu pasti terjadi." (QS Al-Ahzab: 37)

Semasa hidupnya, Zainab dikenal sebagai wanita ahli ibadah yang sangat gemar bersedekah. Ia wafat di zaman Khalifah Umar pada tahun 20 H, di usia 53 tahun.

8. Juwairiyah binti Al-Harits Radhiyallahu ‘Anha

Sebelum masuk Islam, Juwairiyah bernama Barrah. Kemudian atas perintah Rasulullah diganti menjadi Juwairiyah.

Ia merupakan wanita istimewa dari kelompok Yahudi Bani Musthaliq. Di kampung bani Musthaliq, Juwairiyah menjadi Istri Musafi’ bin Shafwan.

Suatu saat Juwairiyah hampir menjadi budak Tsabit bin Qais.

Namun Tsabit membebaskannya dengan syarat membayar sejumlah uang. Juwairiyah pun mendatangi Nabi Muhammad SAW untuk meminta bantuan.

Nabi Muhammad SAW pun membantunya dan menikahinya dengan mahar pembebasan dirinya dari status budak.

Setelah beredar kabar bahwa Juwairiyah dinikahi oleh Rasulullah, banyak sahabat membebaskan tawanan dari Bani Mustaliq, sebagai bentuk penghormatan.

Karena peristiwa ini, Juwairiyah dianggap wanita yang paling berkah bagi kaumnya.

Baca juga: Rukun Iman dan Maknanya, Wajib Diyakini Umat Islam!

9. Ummu Habibah binti Abi Sufyan Radhiyallahu ‘Anhuma

Nama asli dari istri Nabi Muhammad SAW yang satu ini masih jadi perdebatan. Ada yang mengatakan nama aslinya Ramlah, tapi ada juga yang menyebut Hindun.

Sebelum menikah dengan Rasulullah, Ummu Habibah menikah dengan Ubaidillah bin Jahsy dan dikaruniai seorang putri bernama Habibah.

Bersama suami dan anaknya, Ummu Habibah hijrah ke Habasyah. Sesampainya di sana, suaminya meninggal.

Mendengar hal itu, Nabi Muhammad SAW mengirim surat pada raja Najasyi untuk menikahkan Ummu Habibah dengannya.

Tak lama, ia pun tinggal bersama Rasulullah. Lalu meninggal di Madinah tahun 44 H, di masa Khalifah Muawiyah, Radhiyallahu ‘anhu ajma’in.

10. Shafiyah binti Huyai bin Akhtab

Shafiyah binti Huyai bin Akhtab merupakan istri Nabi Muhammad yang berasal dari masyarakat yahudi Bani Nadzir.

Sebelum masuk Islam, Shafiyah menikah dengan Salam bin Masykam, lalu bercerai dan menikah dengan Kinanah bin Abil Haqiq.

Bani Nadzir tinggal di daerah Khaibar yang terkenal sebagai kota besar.

Singkat cerita, Rasulullah ingin memperluas Islam, salah satunya dengan menaklukkan Bani Nadzir di Khaibar. Perang pun diadakan dan kaum muslimin menang.

Karena menang, ada banyak rampasan perang dan tawanan yang didapat. Salah satunya Shafiyah, yang suaminya terbunuh karena melanggar suatu kesepakatan.

Saat Shafiyah nyaris dijadikan budak oleh Dihyah Al-Kalbi, Rasulullah menyelamatkannya.

Ia menawarkan pada Shafiyah, antara memilih Islam atau tetap beragama Yahudi. Shafiyah pun memilih Islam dan kemudian dinikahi Nabi Muhammad SAW.

Rasulullah menyebut Shafiyah sebagai wanita shadiqah, yang berarti wanita yang jujur imannya. Shafiyah meninggal tahun 50 H dan dimakamkan di Baqi.

Baca juga: 45 Ucapan Ulang Tahun Pernikahan Islami untuk Pasangan, Romantis!

11. Maimunah binti Al-Harits Radhiyallahu ‘Anha

Maimunah binti Al-Harits merupakan wanita terakhir yang dinikahi oleh Nabi Muhammad SAW.

Maimunah mulai tinggal bersama Rasulullah setelah perjalanan pulang dari Mekah 9 mil menuju Madinah.

Ia meninggal ketika perjalanan pulang dari Haji tahun 61 H di daerah Saraf dan dimakamkan di Saraf.

Tentang Maimunah, Aisyah menyebut:

“Maimunah telah wafat, demi Allah… dia adalah diantara wanita yang paling bertaqwa kepada Allah dan paling menyambung silaturahim.”

(HR. Hakim 6799 dan dinilai Adz-Dzahabi: Sesuai syarat Muslim).

Itulah pembahasan mengenai 11 wanita istimewa yang menjadi istri Nabi Muhammad SAW. Semoga informasinya bermanfaat ya, Moms!

  • https://muslimah.or.id/3906-istri-istri-nabi-shallallahu-alaihi-wa-sallam.html
  • https://umma.id/post/11-istri-nabi-muhammad-saw-yang-wajib-diteladani-385259?lang=id