12 Januari 2023

Menikah Dengan Janda atau Duda? Yuk, Simak 10 Tips Berikut!

Berikut pembahasan menikah dengan janda dan duda.

Di beberapa kasus, menikah dengan janda atau duda masih dianggap sebagai hal yang tidak sepantasnya dilakukan.

Alih-alih berbahagia dengan hubungan, lingkungan sosial justru seringkali mengucilkan seseorang yang menjalin hubungan dengan janda atau duda.

Seolah-seolah menikah dengan janda atau duda berarti tidak respek dan tidak menghargai hubungan sebelumnya.

Dalam buku “Love for Grown-ups” karangan Ann Blumenthal Jacobs, ada banyak wanita yang diwawancarai menganggap bahwa wanita yang menikahi duda mendapat berbagai cibiran dan stigma buruk dari masyarakat sosial.

Begitu pula dengan pria yang menikahi janda. Banyak yang percaya bahwa menikah dengan janda atau duda adalah hal yang terlalu rumit dan akan berujung pada ketidakharmonisan rumah tangga.

Bahkan, ada yang sudah mencap jelek duda atau janda yang sudah memiliki anak dan menganggap bahwa mereka tidak kompatibel untuk hubungan yang stabil dalam jangka panjang.

Memang apa saja dampak menikahi janda atau duda?

Baca Juga: Persiapan Keuangan Sebelum Menikah

Menikah Dengan Janda atau Duda

Menikah dengan janda
Foto: Menikah dengan janda (Freepik.com)

Moms atau Dads berniat untuk menikah janda atau duda? Jika iya, simak beberapa poin berikut ini ya.

1. Pasangan Sudah Memiliki Mantan Istri/Suami yang Tak Bisa Diabaikan Begitu Saja

Suka atau tidak, ingin atau tidak, mantan istri/suami akan memiliki tempat sendiri di hati pasangan.

Terus-terusan cemburu dengan pasangan yang masih sering menghubungi mantan istri atau suaminya tak akan menyelesaikan masalah.

Terlebih jika di hubungan sebelumnya sudah memiliki buah hati, maka rasanya tak mungkin jika hubungan dengan mantan suami/istri diputus begitu saja.

Mau tak mau kita harus menerima risiko bahwa pasangan akan secara rutin berkomunikasi dengan mantan istri/suami mereka untuk menjaga hubungan baik.

Kelapangan hati sangat diperlukan jika kita memutuskan untuk menikahi janda atau duda.

Ini karena mereka memiliki masa lalu yang berbeda dengan kita yang memang mungkin belum pernah memiliki pasangan sebelumnya.

Baca Juga: 5 Cara Mempersiapkan Mental sebelum Menikah

2. Masa Lalu Pasangan yang Mungkin Akan Membayangi

Membandingkan hubungan kita bersama pasangan saat ini dengan hubungannya di masa lalu memang normal.

Jika kita terlalu masuk ke dalam perbandingan itu sendiri, maka akan membuat rasa insecure atau tidak percaya diri muncul.

Pasangan kita tidak menikahi kita karena kita mirip mantan istri/suami yang dulu pernah ia nikahi. Oleh karena itu, Moms perlu merangkul dan menerima semua masa lalunya.

Pasangan menikahi kita karena kita unik dan memiliki kualitas yang membuat pasangan jatuh cinta dengan kita, tak peduli seberapa berbeda atau miripnya kita dengan mantan istri/suami terdahulu.

Terimalah bahwa kita dan mantan istri/suami pasangan bukanlah orang yang sama, keduanya memiliki karakter yang unik dan pantas mendapat cinta pasangan.

Tidak perlu berkompetisi, karena memang tak ada yang perlu dibandingkan satu sama lain.

Baca Juga: 5 Selebriti Ini Menikah dengan Sutradara

3. Jangan Pernah Ragu untuk Mundur

Jika sebelum menikah sudah menunjukkan ketidakcocokan, maka jangan ragu untuk mundur.

Beberapa wanita menahan perasaan dan bertahan dalam hubungan yang tak sehat karena mereka berpikir bahwa pasangan akan berubah seiring berjalannya waktu, terlebih jika nanti sudah menikah.

Jangan pernah jatuh dalam perangkap ini. Dalam buku Dating a Widower karangan Abel Keogh, cinta tak pernah seperti itu.

Jika pasangan memang tak pernah serius menjalin hubungan, maka selamanya tak akan pernah ada keseriusan.

Jangan pernah settle demi orang yang tak mau memberikan ketulusan cinta. Kumpulkan keberanian jika memang harus melangkah pergi sebelum semua terlambat.

Tips Menikah dengan Janda

Tips menikah
Foto: Tips menikah (Freepik.com)

Jika Dads bermaksud menikah dengan janda, maka beberapa hal ini perlu dipersiapkan. Simak, yuk.

4. Abaikan Stigma di Masyarakat

Menikah dengan janda, membutuhkan kepercayaan yang kuat satu dengan yang lain.

Hal ini berguna untuk menangkis stigma yang sangat mungkin pada akhirnya berpengaruh ke pendirian dan putusan menikah.

Coba bicarakan setiap hal yang dirasa perlu agar tidak ada kesalahpahaman.

Tak ada gunanya membiarkan bayangan yang berkembang di alam pikiran sendiri dan membuat hubungan berantakan. Padahal hal tersebut belum tentu benar.

5. Terima Apa Adanya

Terlepas dari apapun statusnya, jika kita sudah memutuskan untuk menikah, tentu harus menerima pasangan kita apa adanya, dengan segala masa lalunya.

Mungkin kita akan lebih banyak menemukan cerita bahagia, atau malah sebaliknya. Diterima lagi menerima anak yang sudah pasti akan menjadi tanggung jawab kita begitu menyandang status suami.

Di samping juga menerima pengalamannya yang lebih dalam membina hubungan pernikahan. Anggap saja pengalamannya sebagai ajang belajar dan menutupi kekurangan yang belum dipahami.

6. Menjalin Tali Silahturahmi

Persiapan lain yang tak kalah penting adalah menjaga silaturahmi. Di antaranya ada keluarga besar dan saudara-saudara terdekat sang istri. Termasuk komunikasi hangat dengan mantan dari istri.

Apalagi sehubungan dengan adanya anak yang memerlukan relasi harmoni dalam lingkaran keluarganya. Harmoni yang juga berpengaruh pada kedamaian pernikahan.

7. Mendapatkan Restu

Satu lagi yang tak boleh terlewat adalah mendapatkan restu. Khususnya dari orang tua atau nuclear family. Izin menikah sebagai bekal besar menuju kehidupan baru dengan penuh kelegaan.

Sekaligus support system tangguh yang dibutuhkan untuk menghadapi berbagai gemuruh cobaan.

Tips Menikah dengan Duda

Pasangan yang sudah menikah
Foto: Pasangan yang sudah menikah (Freepik.com)

Jika Moms ingin menikah dengan duda, maka perhatikan beberapa hal berikut ini ya, Moms.

8. Sanggup Menerima Anak dari Pernikahan Sebelumnya

Saat menjalin hubungan dengan seorang duda dengan satu anak, tentu akan memahami bahwa ketika menikah, mereka tidak akan hidup sendiri.

Bila memutuskan untuk menikah dan menjalani sebuah hubungan rumah tangga, maka perlu menerima seorang anak dari pernikahan pasangan yang sebelumnya. 

Sebelum melangkah lebih jauh, maka ada baiknya untuk membuat pertimbangkan kepada diri sendiri.

Cobalah untuk mengambil waktu, lalu berbicara dengan diri sendiri mengenai kesanggupan menerima anak orang lain jika suatu saat nanti akan menikah dengan pasangan. 

Yakinkan terlebih dahulu sebelum memutuskan atau bisa juga bertanya dengan orang terdekat yang sudah memiliki pengalaman serupa.

Mintalah pendapat dan tanyakan bagaimana mereka bisa ikhlas serta menerima apa yang akan terjadi nantinya di masa mendatang. 

Baca Juga: 5 Tanda Kita Belum Siap untuk Menikah

9. Memahami Kondisi dan Status Pasangan

Moms harus paham dengan kondisi pasangan dan tidak boleh ingin selalu dimanja oleh pasangan.

Selain bekerja dan mengurus hal lainnya, pasangan tentu memiliki tanggung jawab tambahan untuk mengurus buah hati dari pernikahan sebelumnya.

Walau sesekali dirinya bisa bersikap romantis, ini mungkin tidak akan terjadi terlalu sering karena terlalu banyak urusan yang dipikirkan.

Hal ini bisa menjadi salah satu pertimbangan mengenai kesiapanmu menjalani hubungan rumah tangga bersama duda satu anak. 

Selain berusaha tetap memahami kondisi pasangan, tidak ada salahnya juga untuk belajar menjadi pribadi yang tangguh ketika nanti sudah resmi sebagai pasangan suami istri.

10. Menjalin Hubungan Baik dengan Mantan Istri Sebelumnya

Saat menjalani hubungan spesial bersama duda satu anak perlu diingat bahwa masa lalu masih menjadi sejarah serta bagian di hidupnya.

Apalagi saat pasangan telah dikaruniai anak dari pernikahan sebelumnya, sehingga mantan istrinya akan tetap intens menjalin komunikasi mengenai urusan anak mereka. 

Walau tidak bisa dipungkiri bahwa keduanya pernah menjadi pasangan suami istri, usahakan untuk tidak cemburu karena ini sebatas urusan anak.

Lagi-lagi ini bisa menjadi sebuah pertimbangan mengenai kesiapan saat ingin menikah dengan duda yang memiliki anak. 

Untuk mengatasi rasa cemburu, usahakan untuk membangun hubungan baik dengan mantan istrinya. Ciptakanlah hubungan yang harmonis untuk membahagiakan orang-orang di sekitar, sehingga lebih harmonis.

Bahkan mantan istri pasangan bisa saja merasa nyaman dan aman ketika harus meninggalkan anaknya bersama Moms, lho

Itu dia Moms beberapa tips yang bisa dilakukan jika ingin menikah dengan janda atau duda. Semoga membantu, ya!

  • https://blog.preownedweddingdresses.com/10-step-guide-to-marrying-a-widower-2/
  • https://www.aarpethel.com/relationships/6-dating-tips-for-widows-still-in-love-with-their-husbands

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.