05 Februari 2018

Agar Sukses, Ikuti 3 Hal yang Boleh dan Jangan Dilakukan Saat Menyapih Bayi dari ASI

Lihat juga kesiapannya saat diberikan MPASI
do's n donts menyapih hero banner magz (1510x849)
Foto: do's n donts menyapih hero banner magz (1510x849)

Berhenti menyusui merupakan hal alami yang terjadi dalam tahap pertumbuhan bayi. Proses menyapih bayi merupakan proses bertahap untuk mengenalkan sumber makanan lain pada bayi sambil tetap melanjutkan menyusuinya.

ASI bisa terus diberikan pada Si Kecil selama yang Moms inginkan. The Canadian Pediatric Society merekomendasikan untuk memberikan ASI eksklusif dalam 6 bulan pertama kehidupan. Kemudian Moms bisa melanjutkannya hingga Si Kecil berusia 2 tahun atau lebih.

Di dalam menyapih bayi terdapat beberapa hal penting yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh Moms. Adapun do’s and don’t dalam cara menyapih bayi yang perlu Moms ketahui antara lain adalah sebagai berikut ini:

Hal yang boleh dilakukan saat menyapih bayi

1. Mengubah kebiasaan

Ubah jadwal untuk membuat Si Kecil lupa untuk menyusui. Moms bisa mengalihkan perhatiannya dengan melakukan berbagai aktivitas seru selama waktu yang biasanya ia gunakan untuk menyusu.

Ajak Si Kecil bermain di taman atau memainkan mainan-mainannya. Siapkan MPASI yang bisa menarik perhatiannya.

Baca Juga : 3 Resep MPASI Pertama Untuk Bayi 6 Bulan

2. Berikan MPASI yang beragam

Cobalah memberikan MPASI yang beragam seperti berbagai buah dan sayuran, termasuk juga karbohidrat dan daging dengan porsi seimbang. Sehingga Si Kecil tidak tumbuh menjadi anak yang suka memilih-milih makanan.

3. Hidangkan menu yang sama untuk seluruh keluarga

Berikan Si Kecil menu makanan yang saat itu juga dikonsumsi seluruh anggota keluarga.

Namun, pastikan Moms sudah menyisihkan bagian Si Kecil sebelum menambahkan garam ke menu yang akan dihidangkan pada anggota keluarga lainnya. Hidangkan menu tersebut dalam versi yang sudah dilumatkan khusus untuknya.

Baca juga: 4 Rahasia Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Bayi

Larangan dalam menyapih bayi

1. Jangan berpikir untuk menyapih total dalam waktu semalam

Proses menyapih tidak bisa terjadi hanya dalam waktu satu malam.

Cobalah hanya pada satu sesi menyusui, sebelum melanjutkannya pastikan Si Kecil benar-benar puas dengan asupan baru yang diterimanya (MPASI).

Jika Si Kecil rewel atau menempel terus pada Moms, ia mungkin masih butuh lebih banyak waktu.

Tidak jarang proses menyapih memakan waktu selama beberapa minggu untuk membuat Si Kecil terbiasa. Berhenti menyusui secara tiba-tiba secara langsung hanya akan menyebabkan stres, baik untuk buah hati maupun Moms sendiri.

2. Stop paksa untuk makan makanan padat

Moms, percayalah bahwa anak akan tahu kapan ia merasa lapar. Jadi kemungkinan saat Si Kecil memilih untuk menjauhkan makanannya, perutnya masih kenyang.

Biarkan saja ia makan dengan caranya sendiri. Moms perlu berhati-hati dalam memperkenalkan MPASI, jika saat ini ia menolak makanannya, jauhkan dan coba lagi di lain waktu.

Baca Juga : 8 Manfaat Buah Naga Sebagai MPASI Bayi

3. Jangan duduk di tempat yang biasanya Moms gunakan saat menyusui Si Kecil

Terdengar sepele, namun larangan menyapih bayi yang satu ini sangat penting. Jauhkan pikiran Si Kecil dari menyusui dengan duduk di tempat lain, jangan di tempat yang biasanya digunakan saat menyusui, meskipun bukan pada waktu makan.

Saat waktu makan, biasakan si kecil berada di ruang makan, satu meja dengan anggota keluarga lainnya.

Jangan menyapih terlalu dini

Dr. William Sears, dalam salah satu bukunya, menyampaikan bahwa sikap tidak peduli, sering berubah suasana hatinya, rewel dan sejenisnya menjadi tanda proses menyapih terlalu dini.

Di dalam proses menyapih Si Kecil harus benar-benar siap dalam menerima hal yang baru, dalam hal ini asupan makanan baru dan kedekatannya dengan Moms.

Menyapih sebelum waktunya bisa menyebabkan ia merasa tidak dipehatikan dan dikhianati. Selain itu, menyapih terlalu dini artinya memaksa Si Kecil menjadi mandiri sebelum sepenuhnya siap.

(RGW)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.