29 Juli 2022

8 Alasan Cuti Kerja yang Masuk Akal dan Pasti Disetujui Bos di Kantor

Pastikan alasan yang dikemukakan jujur sesuai kondisi sebenarnya

Bingung mencari alasan cuti kerja yang masuk akal dan pasti di-approve atasan? Yuk simak tips-tipsnya di sini.

Tak peduli seberapa cintanya Moms pada pekerjaan, tentu ada kalanya ingin bolos kerja satu atau beberapa hari.

Jika Moms merasa tidak bisa lagi menggunakan alasan yang biasa, jangan khawatir, ada banyak alasan lain yang dapat dicoba.

Baca juga: Mengenal Surat Perjanjian Sewa Tanah, Syarat, Poin Penting, dan Contohnya

Alasan Cuti Kerja yang Bisa Dicoba

6 Kebiasaan yang Menyebabkan Osteoporosis
Foto: 6 Kebiasaan yang Menyebabkan Osteoporosis (iStock.com)

Foto: orang rebahan (Orami Photo Stock)

Tumpukan pekerjaan yang menjadi rutinitas seringkali membuat jenuh, dan ingin ambil cuti.

Bagi Moms yang kehabisan ide, berikut ini beberapa alasan cuti kerja yang bisa dicoba:

1. Tidak Enak Badan

Penyakit seringkali tidak bisa diprediksi, dan ini bisa jadi alasan yang masuk akal untuk mengambil cuti dari pekerjaan.

Baik itu terkena flu, kram menstruasi, alergi, atau sakit perut, buatlah alasan sakit yang masuk akal.

Namun, kebanyakan atasan tidak akan mengajukan pertanyaan lanjutan yang mendetail, kok.

2. Kecelakaan Mobil (atau Lainnya)

Kecelakaan adalah kejadian tak terduga dan biasanya memenuhi syarat sebagai permintaan cuti mendadak. Terutama jika melibatkan cedera serius.

Biasanya, atasan akan memberi waktu bagi Moms untuk fokus memulihkan diri, atau menangani hal-hal terkait dengan akibat kecelakaan.

3. Kematian Orang Tercinta

Alasan cuti kerja lainnya yang masuk akal dan pasti di-approve atasan adalah kematian orang tercinta.

Sebagian besar orang tentu bersimpati ketika Moms mengajukan cuti saat orang yang dicintai meninggal.

Mereka memahami bahwa Moms perlu waktu untuk meninggalkan pekerjaan, dan menghadiri atau mengurus pemakaman.

Ketika orang tercinta meninggal, penting untuk memberi tahu atasan segera, sehingga mereka dapat mengatur pekerjaan yang Moms tinggalkan.

Setiap perusahaan biasanya memiliki kebijakan masing-masing mengenai berapa lama waktu cuti yang diperbolehkan untuk berkabung.

4. Anak Sakit

Anak adalah tanggung jawab orang tuanya. Ketika terjadi sesuatu pada anak, orang tua tentu harus sigap.

Termasuk ketika anak sakit atau tidak enak badan, ini bisa jadi alasan cuti kerja yang bisa Moms gunakan, lho.

Banyak atasan yang juga merupakan orang tua dan memahami urgensi perlunya berada di dekat anak yang sedang sakit.

Jika Moms harus mengambil cuti dari pekerjaan untuk merawat penyakit anak, kebanyakan atasan akan mengizinkannya.

Namun, ada juga beberapa atasan yang tidak begitu bersimpati dan hanya akan mengizinkan sejumlah waktu untuk digunakan di situasi seperti ini.

Bagaimana Moms memilih untuk menggunakannya terserah pada Moms.

Bila tidak ada pilihan lain, Moms bisa menggunakan cuti sakit atau cuti pribadi jika memang mendesak.

5. Memiliki Keadaan Darurat dalam Keluarga

Apa yang Moms anggap darurat mungkin tidak didefinisikan dengan cara yang sama oleh atasan.

Secara umum, keadaan darurat dalam keluarga adalah peristiwa tak terduga yang terjadi, mempengaruhi kesehatan atau keselamatan keluarga.

Ini bisa berupa penyakit mendadak, cedera akibat kecelakaan, atau peristiwa lain yang buruk.

Hal ini bisa Moms gunakan sebagai alasan cuti kerja selama beberapa hari. Terlepas dari benar tidaknya keadaan darurat yang terjadi.

Baca juga: 6 Universitas Swasta di Jogja yang Memiliki Akreditas A serta Menerima Beasiswa KIP

6. Punya Janji Medis

Memiliki janji medis dengan dokter adalah salah satu alasan cuti kerja yang masuk akal dan bisa dicoba.

Terutama jika dokter yang perlu ditemui memiliki jadwal yang padat, dan sulit untuk membuat janji ulang jika terlewat.

Namun, ada baiknya untuk bertanya kepada atasan, apakah lebih baik Moms menjadwalkan janji untuk pagi dan datang terlambat, atau sore dan pulang lebih awal.

Sedikit kesopanan bisa sangat membantu dalam menjadwalkan janji temu dengan dokter selama hari kerja di kemudian hari.

7. Ada Acara Keluarga

Di Indonesia, sudah jadi tradisi bahwa setiap momen penting perlu dirayakan.

Moms bisa menggunakan acara keluarga sebagai alasan cuti kerja, lho.

Misalnya, ada sepupu yang menikah, tapi tinggal di luar kota, sehingga Moms harus menempuh perjalanan jauh.

Acara apapun bisa dijadikan alasan, tapi sebaiknya pilih yang masuk akal dan jangan lupa selesaikan dulu semua pekerjaan, ya.

8. Tertimpa Bencana

Bencana alam sering kali merupakan hal yang tidak dapat diduga dan diprediksi.

Bahkan bagi yang tinggal di daerah perkotaan bencana tetap saja bisa terjadi.

Misalnya, bencana banjir saat musim hujan tiba. Saat ini banyak wilayah yang sering terdampak, termasuk wilayah Ibukota dan sekitarnya.

Jika bencana yang terjadi dapat menghalangi atau membahayakan Moms untuk pergi bekerja, jadikan ini sebagai alasan untuk mengambil cuti.

Namun, jangan lupa sertakan bukti seperti foto atau video jika hendak menggunakan alasan ini, ya.

Alasan Cuti Kerja yang Sebaiknya Dihindari

5 tanda yang kita perlu cuti sejenak dari aktivitas kantor hero banner
Foto: 5 tanda yang kita perlu cuti sejenak dari aktivitas kantor hero banner

Foto: orang malas kerja (Orami Photo Stock)

Beberapa alasan cuti kerja tadi mungkin masih terdengar masuk akal dan dapat diterima oleh atasan.

Namun, ada juga beberapa alasan yang sebaiknya jangan pernah digunakan jika ingin bolos kerja.

Beberapa alasan berikut ini tidak masuk akal dan kemungkinan besar tidak akan diterima.

Selain itu, alasan-alasan ini juga biasanya dapat berakibat buruk bagi diri Moms sendiri jika digunakan.

Berikut ini beberapa alasan cuti kerja yang sebaiknya dihindari sebisa mungkin agar tidak merugikan diri sendiri:

  • Terlambat bangun atau kesiangan.
  • Kendaraan rusak atau tidak punya kendaraan untuk ke kantor.
  • Harus menghadiri proses rekrutmen atau interview kerja di tempat lain.
  • Sedang kesal atau memiliki masalah dengan rekan kerja atau atasan.

Baca juga: Cara Ideal untuk Mendapatkan Uang Tambahan Melalui Layanan Komunitas IbuSibuk

Berbagai alasan tersebut selain tidak profesional juga dapat mencerminkan kepribadian buruk.

Jika digunakan, tentunya akan merugikan diri sendiri kedepannya.

Jadi, walaupun ingin bolos kerja atau cuti, pilihlah alasan yang tepat ya, Moms!

  • https://www.zippia.com/advice/excuses-to-miss-work/
  • https://www.terrykatzandassociates.com/blog/good-excuses-to-miss-work
  • https://www.wikihow.com/Good-Excuses-to-Miss-Work-on-Short-Notice

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.