Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Ternyata Ini Alasan Kenapa Ibu Hamil Perlu Bedrest

Bagikan


Saat sedang hamil, anjuran bedrest tampaknya menyenangkan. Moms membayangkan bedrest seperti berbaring terus-menerus di tempat tidur tanpa melakukan aktivitas apa pun, sementara orang lain melayani seluruh kebutuhan Moms.

Namun, kenyataannya, pembatasan gerakan selama kehamilan dapat menimbulkan tantangan dan bahkan risiko kesehatan tertentu. Inilah yang perlu Moms ketahui tentang alasan di balik bedrest untuk ibu hamil.

Mengapa ibu hamil membutuhkan bedrest?

Jika dokter menyarankan bedrest selama kehamilan, ajukanlah banyak pertanyaan sehingga Moms tahu persis apa yang dia sarankan dan apa saja yang dilarang selama masa bedrest.

Sebagian besar ibu menjalani bedrest di tempat tidur mereka sendiri yang nyaman, namun pada kasus yang parah, beberapa wanita harus opname di rumah sakit selama beberapa waktu.

Menurut Dr. Brad Imler, PhD, presiden American Pregnancy Association, bedrest dapat direkomendasikan bagi wanita hamil karena berbagai alasan.

Bedrest disarankan sebagai cara mudah untuk mempertahankan kehamilan yang terancam atau bermasalah dengan mengurangi efek tarikan gravitasi ke bawah, serta membiarkan aliran darah sehat ke plasenta dan mengurangi kemungkinan stres atau aktivitas atau kejadian yang merangsang persalinan.

Bedrest bukanlah merupakan perawatan yang terjamin untuk berbagai masalah terkait kehamilan, namun biasanya direkomendasikan sebagai pengaman dan dapat membantu mencegah persalinan prematur dan komplikasi lainnya.

Bedrest adalah intervensi yang sering kali memberi kesempatan pada tubuh agar berfungsi dengan sebaik-baiknya. Walaupun tidak ada jaminan pasti, pengamatan menegaskan bahwa bedrest berfungsi sebagai sarana untuk memperkuat tubuh agar beristirahat dan berfungsi secara optimal dalam berbagai tantangan.

Jika dokter atau bidan menyarankan agar Moms menjalani bedrest, sebaiknya Moms mematuhi keinginannya. Meskipun sulit terutama jika Moms sudah memiliki anak di rumah. langkah ini sangat penting untuk melahirkan bayi yang sehat.

Baca juga: Kenapa Ibu Hamil Tidak Dianjurkan Tidur Telentang?

Ibu hamil yang membutuhkan bedrest

Bedrest mungkin disarankan jika Moms termasuk dalam kategori berikut:

1. Pendarahan vagina

2. Kehamilan berisiko tinggi

3. Terdapat masalah pada kehamilan sebelumnya

4. Tekanan darah tinggi

5. Komplikasi plasenta

6. Kehamilan kembar

7. Kelahiran prematur

8. Persalinan yang terancam sulit

9. Indikator pertumbuhan atau perkembangan janin yang buruk

10. Masalah terkait serviks

11. Keguguran dini

12. Diabetes gestasional

Baca juga: Harus Musik Klasik untuk Stimulasi Janin dalam Kandungan?

Tips penting saat menjalani bedrest

Tidak boleh asal-asalan, berikut adalah beberapa tips dalam menjalani bedrest:

1. Tertata rapi. Pastikan semua yang Moms butuhkan mudah terjangkau.

2. Mengatasi kebosanan. Ibu hamil bedrest tentu membosankan, namun ada beberapa aktivitas menarik selama bedrest yang dapat Moms coba sehingga masa bedrest tidak lagi membosankan.

3. Melemaskan otot. Jika dokter menyetujui, luangkan waktu sesekali berjalan, meregangkan otot atau melakukan olahraga ringan.

4. Minta bantuan. Mintalah bantuan teman dan keluarga dengan daftar tugas yang harus diselesaikan selama Moms menjalani bedrest.

5. Bimbing anak-anak lain untuk menyesuaikan diri. Jika Moms memiliki anak lain, berikan libatkan mereka dalam tugas dan rutinitas Moms sehari-hari.

6. Carilah dukungan. Untuk mempertahankan sikap positif, hubungilah ibu-ibu lain yang pernah atau sedang menjalani bedrest. Periksalah grup pendukung online. Jika Moms sulit menjalaninya, tanyakan pada dokter untuk bantuan tambahan.

7. Atasi tantangan emosional. Bagikan ketakutan, harapan, dan kekhawatiran Moms kepada pasangan. Jika hubungan intim tidak diizinkan, carilah cara lain untuk mempertahankan keintiman dengan pasangan.

Bagaimana cara Moms mengatasi kebosanan selama bedrest?

(ROS)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.