Rupa-rupa

23 Juli 2021

Serba-serbi Alat Musik Angklung dan Cara Memainkannya, Ajarkan ke Anak Yuk!

Bisa dimainkan siapa pun termasuk anak-anak
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Meiskhe
Disunting oleh Karla Farhana

Setiap daerah di Indonesia memiliki alat musik tradisional masing-masing. Di Jawa Barat terdapat alat musik angklung, yang terdiri atas 2-4 tabung bambu dalam bingkai bambu yang diikat dengan tali atau rotan. Tabung bambu tersebut akan menghasilkan nada tertentu ketika diguncang atau digoyangkan. Agar bunyi angklung menjadi rangkaian melodi yang indah, dibutuhkan beberapa pemain untuk berkolaborasi memainkannya.

Alat musik angklung sudah terkenal ke luar negeri lho, Moms. Selain itu, merupakan satu-satunya alat musik tradisional Indonesia yang telah mendapatkan pengakuan sebagai Warisan Budaya Dunia Tak Benda oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO). Berkat pengakuan UNESCO ini, semakin banyak kalangan yang memainkan dan melestarikan alat musik angklung hingga sekarang.

Baca Juga: 10 Alat Musik Jawa Barat yang Suaranya Khas dan Merdu Pisan!

Serba-Serbi dan Cara Memainkan Alat Musik Angklung

alat musik angklung

Foto: Thejakartapost.com

Baca Juga: 6 Rekomendasi Mainan Alat Musik untuk Anak, Banyak Manfaatnya!

Tahu enggak Moms, kalau kata angklung berasal dari bahasa Sunda yaitu angkleung-angkleungan, berarti gerakan pemain angklung serta suara klung yang dihasilkan instrumen yang terbuat dari bambu ini.

Nah, untuk lebih mengenal alat musik angklung seperti sejarah, perkembangan, dan cara memainkannya, mari simak ulasannya berikut ini!

1. Awal Mula Alat Musik Angklung

alat musik angklung

Foto: Wadaya.rey1024.com

Alat musik angklung lahir dari tradisi masyarakat Sunda sebagai ritual persembahan dan penghormatan kepada Nyai Sri Pohaci atau Dewi Sri. Angklung dimainkan untuk memohon kepada Dewi Sri sebagai lambang dewi padi, agar cocok tanam mereka berhasil dan terhindar dari keburukan.

Semula angklung tidak memiliki irama dan nada, hanya dibunyikan secara serempak dan sembarang. Dalam bahasa Sunda istilah ini disebut “dikurulung-keun”.

Permainan angklung seperti ini masih ada sampai sekarang lho, Moms. Komunitas Baduy Dalam di daerah Kanekes masih memainkan angklung dengan dikurulung-keun atau dibunyikan secara bebas tanpa irama dan nada, dalam rangka upacara ritual padi atau upacara adat lainnya.

2. Angklung Bertangga Nada Diatonis

alat musik angklung

Foto: Titiknol.co.id

Angklung tradisional bernada pentatonis yang hanya mampu memainkan lima nada, yang biasanya digunakan untuk memainkan alunan musik Sunda dan Jawa.

Namun, berkat Daeng Soetigna, seorang ahli dan pengajar angklung, tercipta angklung bertangga nada diatonis yang memiliki tujuh nada do-re-mi-fa-sol-la-si-do. Dengan demikian, angklung dapat dimainkan untuk mengiringi lagu apapun.

Angklung diatonis ditemukan oleh Daeng Soetigna pada 1938 di Kuningan, Jawa Barat. Karena jasanya itu, ia menerima Satyalancana Kebudayaan dari Presiden Soeharto pada 1968, dan pada 2007 menerima Anugerah Bintang Budaya Parama Dharma dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Angklung yang bernada diatonis besutan Pak Daeng pun diberi nama angklung padaeng.

3. UNESCO Menetapkan Angklung sebagai The Intangible Culture Herritage

alat musik angklung

Foto: Kemdikbud.go.id

Dalam website resmi UNESCO, tercatat angklung sebagai The Intangible Culture Herritage atau warisan budaya tak benda yang berasal di Indonesia. Pengakuan dari UNESCO ini sudah sejak 16 November 2010 lalu, dan menjadi penegasan bahwa angklung sudah menjadi identitas budaya bangsa Indonesia yang dianggap penting.

Saung Angklung Udjo, sanggar seni dam sentra produksi alat musik tradisional khas Jawa Barat termasuk angklung di Bandung, mendaftarkan hak paten alat musik dan kesenian angklung ke UNESCO. Tujuannya tak lain adalah untuk melindungi angklung dari pengakuan bangsa lain, sekaligus bentuk perlindungan hukumnya.

Tanggal pengakuan angklung sebagai warisan budaya tak benda yaitu 16 November pun diperingati sebagai Hari Angklung Sedunia.

Oh ya Moms, UNESCO terus mengevaluasi terkait penetapan angklung sebagai warisan seni-budaya Indonesia ini. Apabila evaluasinya negatif, maka bisa jadi penetapan atau pengakuannya dicabut. Oleh karenanya, mari kita bersama-sama melestarikan alat musik angklung, salah satu caranya dengan mengenalkannya kepada si Kecil.

Baca Juga: Rayakan Hari Batik Nasional, Ini 8 Motif Batik Cantik yang Ada di Indonesia

4. Tempat Berlatih dan Pertunjukan Angklung

alat musik angklung

Foto: Tripadvisor.com

Kalau Moms ingin mengenalkan Si Kecil dengan alat musik angklung dan budaya Sunda, coba ajak Si Kecil ke Saung Angklung Udjo di Bandung. Saung Angklung Udjo merupakan pusat pelestarian dan pertunjukan angklung, di mana si Kecil bisa melihat workshop membuat angklung dan berlatih memainkannya.

Saung Angklung Udjo didirikan oleh Udjo Ngalagena atau juga dikenal sebagai Mang Udjo pada tahun 1966, yang kemudian diwariskan kepada anak-anaknya untuk dikelola hingga sekarang.

Beberapa pertunjukan yang bisa dinikmati di Sang Angklung Udjo seperti angklung orkestra, memainkan angklung bersama, demostrasi wayang golek, helaran dengan angklung tradisional, dan tari-tarian.

Mengajadi si Kecil jalan-jalan ke Saung Angklung Udjo dijamin menyenangkan karena ada banyak hal yang bisa dieksplornya.

5. Cara Memainkan Alat Musik Angklung

alat musik angklung

Foto: Ecolodgesindonesia.com

Cara memainkan angklung cukup sederhana, tidak serumit dengan alat musik seperti gitar, biola ataupun piano, sehingga bisa dimainkan siapa saja, termasuk anak-anak. Satu tangan memegang rangka angklung, dan tangan yang lain menggoyangkannya hingga menghasilkan suara atau bunyi.

Ada 3 teknik dasar memainkan angklung, yaitu:

  • Kurulung (Getar), merupakan teknik yang paling umum dipakai, di mana satu tangan memegang rangka angklung, dan tangan lainnya menggoyangkan angklung secara panjang sesuai dengan nilai nada yang anda ingin mainkan, sehingga nada yang dimainkan akan saling sambung menyambung dan tidak akan terputus-putus.
  • Cetok (Sentak), merupakan teknik di mana tabung dasar ditarik dengan cepat oleh jari ke telapak tangan kanan, sehingga angklung akan berbunyi sekali saja (staccato). Untuk menghasilkan bunyi yang pendek, miringkan sedikit posisi angklung dan tabung dasar kanan pada angklung dipukulkan ke telapak tangan kanan.
  • Tengkep, merupakan cara memainkan angklung dengan menahan dan menutup tabung kecil sehingga tidak ikut berbunyi. Teknik tangkep digunakan untuk menghasilkan suara angklung yang lebih halus.

Baca Juga: 8 Rumah Adat Sunda yang Punya Bentuk Unik

Demikian ulasan tentang serba-serbi dan cara memainkan alat musik angklung, Moms. Yuk, ajarkan juga kepada si Kecil agar semakin mengenal ragam alat musik tradisional Indonesia sehingga terus lestari, ya!

  • https://ich.unesco.org/en/RL/indonesian-angklung-00393
  • https://indonesiakaya.com/pustaka-indonesia/angklung-warisan-budaya-sunda-kebanggaan-indonesia/
  • https://angklungudjo.com/
  • https://www.researchgate.net/publication/323787070_ANGKLUNG_DARI_ANGKLUNG_TRADISIONAL_KE_ANGKLUNG_MODERN
  • https://disdik.purwakartakab.go.id/angklung?/angklung
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait