Scroll untuk melanjutkan membaca

RUPA-RUPA
11 Maret 2022

6+ Alat Musik Betawi yang Dipengaruhi Berbagai Campuran Budaya, Seperti Apa Ciri Khasnya?

Dari rebana hingga tehyan, alat musik Betawi merupakan contoh perpaduan aneka budaya
6+ Alat Musik Betawi yang Dipengaruhi Berbagai Campuran Budaya, Seperti Apa Ciri Khasnya?

Jika Moms mempelajari sejarah kota Jakarta di masa lampau, Moms pasti paham bahwa kota ini adalah pusat bertemunya berbagai budaya. Karena itu, telah terjadi akulturasi budaya di Jakarta, yang salah satunya dapat dilihat pada alat musik Betawi.

Berbagai alat musik Jakarta ini memiliki unsur dari budaya lain seperti Arab, China, Sunda, India, dan berbagai suku lainnya.

Keberagaman budaya ini membuat alat musik Betawi terbilang unik. Bahkan tak jarang alat-alat musik tersebut memiliki kemiripan dengan alat musik di daerah lain.

Mengutip Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jakarta Pusat, seni musik tradisional Betawi memiliki banyak fungsi, mulai dari hiburan, nasihat, pewarisan nilai, dan memelihara keseimbangan lahir batin.

Berkat fungsinya yang masih terus dipertahankan tersebut, maka seni musik tradisional Betawi masih bertahan di tengah masyarakatnya hingga kini.

Baca Juga: Mengapa Roti Buaya Selalu Ada di Pernikahan Betawi? Yuk Intip Sejarah dan Faktanya!

Jenis-jenis Alat Musik Betawi

Berikut ini adalah beberapa jenis alat musik Betawi yang perlu diketahui.

1. Rebana Hadro, Ketimpring, dan Biang

Alat Musik Betawi Rebana Hadro, Ketimpring, dan Biang

Foto: Alat Musik Betawi Rebana Hadro, Ketimpring, dan Biang

Foto: 1001indonesia.net

Pada dasarnya, ada 3 jenis rebana yang paling sering dimainkan oleh suku Betawi, yaitu rebana biang, hadro, dan ketimpring.

Rebana Biang

Pertama ada rebana biang, disebut demikian karena rebana ini ukurannya paling besar.

Rebana biang juga terdiri dari 3 buah rebana, yang paling kecil berdiameter 30 cm diberi nama gendang, kemudian diameter 60 cm diberi nama kotek dan yang paling besar dengan diameter 60 hingga 80 cm dinamai biang.

Karena bentuknya yang besar, rebana biang cukup sulit untuk dipegang, dan pemainnya juga harus duduk sambil menahan rebana tersebut.

Saat dimainkan, ketiganya memiliki fungsi yang berbeda dalam mengiringi sebuah lagu. Biang difungsikan selayaknya gong.

Lalu gendang dipukul secara rutin untuk mengisi irama pukulan sela dari biang dan kotek untuk improvisasi. Kotek juga hanya dimainkan anggota yang paling mahir.

Rebana Hadro

Ada juga rebana hadro yang punya ukuran 25 - 35 cm yang terbuat dari kayu dan memiliki tiga pasang lingkaran logam dengan fungsi sebagai kecrek. Rebana hadro ini juga punya fungsi sebagai hiburan.

Rebana hadro terdiri atas 3 instrumen yang posisi maupun fungsinya bisa dibilang agak mirip. Tiga instrumen itu antara lain bawa sebagai komando, ganjil atau seling sebagai pengiring, dan gedug sebagai pengiring.

Bawa sebagai komando, irama pukulannya agak lebih lebih rapat. Ganjil atau seling yang isi mengisi dengan bawa, sementara gedug fungsinya mirip dengan bass.

Rebana Ketimpring

Yang terakhir adalah rebana ketimpring dengan diameter hanya sekitar 20 - 25 cm.

Dalam 1 grup rebana ketimpring ada 3 buah rebana yaitu rebana tiga, rebana empat, dan rebana lima. Rebana lima berfungsi sebagai komando.

Baca Juga: 10 Nama Bayi Laki-laki Betawi yang Gagah, Bisa Moms Tiru!

2. Gambang dan Kromong

Alat Musik Betawi - Gambang Kromong

Foto: Alat Musik Betawi - Gambang Kromong

Foto: masadena.com

Moms mungkin pernah dengar musik gambang kromong. Ini adalah musik yang diberi nama dari alat musiknya yaitu gambang dan kromong.

Hingga awal abad ke-19, lagu-lagu yang diiringi musik gambang kromong masih menggunakan bahasa China.

Kemudian pada dasawarsa pertama abad ke-20, repertoar lagu-lagunya pun mulai diciptakan dalam bahasa Betawi.

Gambang

Gambang sendiri adalah alat musik yang terbuat dari kayu dan mempunyai sumber suara sebanyak 18 buah bilah.

Bentuk resonator gambang ini menyerupai perahu dengan alat pemukul gambang terdiri atas 2 buah yang biasa dipegang tangan kiri dan kanan penabuh.

Alat musik ini memiliki bentuk bulat dan biasanya dibalut dengan kain.

Kromong

Sementara itu, kromong adalah alat musik yang bentuknya mirip seperti bonang, yaitu kumpulan 10 buah gong terbuat dari perunggu atau kuningan yang disusun 2 baris dalam sebuah rak yang dibuat dari kayu.

Di dalam rak terdapat kotak-kotak kecil yang berguna untuk menaruh gong dengan bagian bawah dipasang tali penyangga.

Di dalam alat musik kromong, tiap baris berisi 5 buah gong dengan nada siang-liuh-u-kong-che pada baris pertama atau luar dan nada che-kong-siang-liuh-u pada baris kedua.

Alat musik Betawi ini bisa dibunyikan secara berbarengan antara baris luar dan dalam menggunakan 2 buah kayu lonjong.

Musik gambang kromong umumnya menjadi pengiring pertunjukan lenong dan tari cokek atau tari-tari kreasi baru.

Namun, gambang kromong juga bisa tampil secara mandiri, artinya tampil membawakan lagu-lagu instrumental dan vokal.

Gambang kromong juga biasanya digelar pada berbagai acara kemasyarakatan, seperti resepsi perkawinan, khitanan, ulang tahun, acara pemerintahan dan hari-hari besar nasional.

Baca Juga: 7 Permainan Tradisional Sunda untuk Dikenalkan pada Si Kecil

3. Kongahyan, Tehyan, dan Sukong

alat musik betawi Kongahyan, Tehyan, dan Sukong

Foto: alat musik betawi Kongahyan, Tehyan, dan Sukong

Foto: klikpedia.net

Kong-a-hian, teh-hian, dan su-kong adalah alat musik gesek dengan 2 dawai. Alat musik Betawi ini digesek menggunakan tongkat bersenar plastik atau kenur.

Ketiga alat musik ini terdiri atas resonator (badan) dari tempurung kelapa yang dibelah lalu dilapis kulit tipis, tiang kayu berbentuk bulat panjang, dan purilan atau alat penegang dawai.

Bentuk ketiganya juga sama, hanya saja ukuran badan dan gagangnya berbeda-beda.

Ukuran paling kecil adalah kong-a-hiandengan nada liuh (G) dan che (D), sedang teh-hian bernada siang (E) dan liuh (G), dan yang terbesar disebut su-kong bernada su (A) dan kong (E).

Baca Juga: 10 Nama Bayi Perempuan Betawi, Unik dan Sarat Makna!

4. Gong dan Kempul

Alat Musik Betawi - Gong dan Kempul

Foto: Alat Musik Betawi - Gong dan Kempul

Foto: encyclopedia.jakarta-tourism.go.id

Gong dan kempul adalah alat musik Jakarta yang dibuat dari kuningan atau perunggu dengan bentuk lingkaran yang bagian tengahnya menonjol.

Gong memiliki ukuran sekitar 85 cm dan berfungsi sebagai penentu irama dasar. Sementara itu, kempul hanya berukuran sekitar 45 cm atau setengahnya dan berfungsi sebagai pembatas ritme melodi.

Karena keduanya sangat besar, maka biasanya mereka akan digantung saat dimainkan. Cara memainkan alat musik Betawi ini sangat mudah, yakni hanya dipukul saja.

5. Bangsing

Alat Musik Betawi - Suling Bangsing

Foto: Alat Musik Betawi - Suling Bangsing

Foto: museumnusantara.com

Jakarta juga memiliki alat musik tradisional yang menyerupai suling, yaitu bangsing.

Alat musik ini terbuat dari bambu kecil berbentuk bulat panjang dengan 6 buah lubang nada yang bisa dimainkan secara horizontal.

6. Kecrek

Alat Musik Betawi - Kecrek

Foto: Alat Musik Betawi - Kecrek

Foto: gambar.pro

Alat musik Betawi lainnya adalah kecrek atau pan yang umumnya dibuat dari 2 - 4 lempengan logam tipis seperti besi, kuningan, perunggu.

Mereka disusun di atas sebuah papan kayu dan alat ini punya fungsi sebagai pengatur irama juga.

Cara memainkan alat musik Betawi ini cukup mudah, yaitu dipukul menggunakan palu khusus atau tongkat kayu pendek yang menghasilkan bunyi crek-crek-crek yang khas.

Baca Juga: 6 Hidangan Lebaran Khas Betawi yang Wajib Dicoba!

7. Ningnong (Sio-lo)

Alat Musik Betawi - Ningnong

Foto: Alat Musik Betawi - Ningnong

Foto: tambahpinter.com

Ini adalah alat musik Jakarta yang memiliki bentuk 2 buah piringan logam perunggu atau kuningan berdiameter sekitar 10 cm. Alat musik Betawi ini ditempatkan pada sebuah bingkai kayu bertangkai satu.

Cara memainkan alat musik Betawi ini adalah dengan memukulnya menggunakan tongkat besi kecil secara bergantian dari kiri ke kanan atau sebaliknya.

Itulah beberapa alat musik Jakarta yang perlu diketahui. Ingat, Moms harus memperkenalkan alat musik ini kepada Si Kecil agar kelak alat musik ini tidak punah dan tetap lestari.

  • http://sudinpusarjakpus.jakarta.go.id/?p=8406