22 Agustus 2019

Apa Bedanya Susah Tidur dengan Insomnia?

Insomnia dan susah tidur merupakan kondisi umum tentang kebiasaan tidur yang buruk

Kesulitan tidur di malam hari tentu bisa membuat frustasi, bahkan jika ini terus terjadi tentu Moms dan Dads akan bertanya-tanya kemungkinan masalah kesehatan yang lebih besar.

Kemudian, tak jarang langsung menentukan terkena insomnia pada semua masalah tidur.

Padahal bisa saja Moms dan Dads hanya mengalami susah tidur. Ada beberapa perbedaan antara susah tidur dengan insomnia.

“Insomnia terdiri dari kesulitan tidur secara berkepanjangan sehingga mengalami bangun untuk pagi hari tidak diinginkan,” ucap pakar tidur sekaligus professor di National Jewish Health, Dr. Teofilo Lee-Chiong, MD.

Menurutnya, orang dengan insomnia sering menggambarkan tidur mereka yang waktunya pendek, tidak memadai, dan mudah terganggu.

Baca Juga: 6 Cara Jitu Mengatasi Susah Tidur Akibat Terlalu Lelah

Sebenarnya, banyak kondisi umum yang berhubungan dengan gangguan tidur yang dengan mudah disalahartikan sebagai gangguan insomnia.

Berikut ini adalah perbedaan utama antara susah tidur dengan insomnia, menurut para ahli:

Suasana Tidur yang Buruk

gadget sebelum tidur
Foto: gadget sebelum tidur

Dilansir dari The Verge, banyak orang yang kesulitan tidur tetapi mereka tidak selalu menderita insomnia.

Padahal, bisa jadi kontribusi utama dari susah tidur adalah suasana tidur yang buruk. Misalnya, cahaya biru dari televisi, layar ponsel, dan komputer memengaruhi pola tidur.

"Jika Anda menggunakan barang elektronik sebelum tidur, atau terlibat dalam kebiasaan buruk tidur seperti membiarkan lampu menyala, ruangan yang panas. Maka, boleh coba mengubahnya dengan mematikan lampu, buat suhu ruangan yang nyaman atau bisa waktu tidur Anda dan bisa tertidur maka kemungkinan bukan insomnia,” terang psikiater di Rumah Sakit Thomas Jefferson Philadelphia, Karl Doghramji.

Baca Juga: 5 Terapi untuk Mengatasi Balita Susah Tidur di Malam Hari

Pemicu Tertentu Penyebab Pola Tidur yang Buruk

Obat-obatan
Foto: Obat-obatan (Pixabay)

Moms dan Dads boleh mencari tahu pemicu tertentu penyebab pola tidur yang buruk seperti diet, obat-obatan, atau faktor-faktor lain yang mengganggu tidur.

Bila menemukan, bisa jadi tidak menderita insomnia. Sebaliknya kualitas tidur yang buruk cenderung disalahkan.

"Contoh pengganggu kualitas tidur yang cenderung buruk seperti mendengkur, minum obat tidur, minum alkohol, atau mengonsumsi sesuatu yang mengandung kafein yang terlalu dekat dengan waktu tidur,” kata Psikolog Dr. Daniel Blum.

Durasi dari Tidur yang Terganggu

Susah Tidur
Foto: Susah Tidur

“Saya mendefinisikan insomnia dengan menggunakan prinsip ‘Aturan 3’,” kata pakar tidur bersertifikat, Dr. Michael Breus.

Menurutnya, bila butuh lebih dari 30 menit untuk tertidur, seseorang terbangun lebih dari tiga kali semalam, lebih dari 3 kali seminggu, berarti kondisi tersebut adalah insomnia.

“Gangguan tidur yang lebih seperti susah tidur biasanya lebih disebabkan kebersihan tidur atau kafein tidak diklasifikasikan sebagai insomnia,” ujarnya.

Seberapa Lama Menghabiskan Waktu di Tempat Tidur

08 blue light tips for when you have insomnia 638526568 aldecastock
Foto: 08 blue light tips for when you have insomnia 638526568 aldecastock

Biasanya, Moms atau Dads yang menderita insomnia menginginkan waktu tidur yang cukup tetapi mereka tak bisa tertidur.

“Misalnya, Anda dapat menghabiskan 10 jam di tempat tidur tapi hanya tidur enam jam,” kata Dr. Blum.

Sedangkan, di sisi lain, seseorang yang susah tidur mungkin hanya menghabiskan waktu enam jam tapi mampu tidur lima jam. Hal ini bisa disebabkan tidur terlambat atau pemicu lainnya.

Baca Juga: Anak Susah Tidur Siang? Ini 6 Cara Mengatasinya

Biasanya, susah tidur hanya terjadi sesekali sehingga tidak perlu dikhawatirkan. Tetapi bila Moms dan Dads merasa hal itu berlanjut, ada kemungkinan mengalami insomnia.

Sehingga, berbicara dengan dokter atau spesialis merupakan cara terbaik untuk mendapatkan tidur malam yang lebih baik.

(WAR/ERW)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.