05 Agustus 2022

Mengenal Asteroid, Benda Luar Angkasa Besar yang Bisa Menabrak Bumi

Letaknya paling banyak berada di antara planet Mars dan Jupiter

Asteroid adalah benda luar angkasa yang wujudnya seperti batu raksasa. Sama seperti planet, ia juga mengelilingi matahari. Sayangnya, ukuran mereka terlalu kecil untuk bisa disebut sebagai planet.

Mereka juga dikenal sebagai planetoid atau planet minor. Di alam semesta, jumlahnya ada jutaan, mulai dari ukuran ratusan kilometer hingga beberapa meter. Secara total, massa semua asteroid lebih kecil daripada massa bulan.

Terlepas dari ukurannya, ia bisa berbahaya. Banyak di antaranya yang telah menabrak Bumi di masa lalu, dan lebih banyak lagi yang akan menabrak planet kita di masa depan.

Itulah salah satu alasan para ilmuwan mempelajari asteroid dan mempelajari lebih lanjut tentang jumlah, orbit, dan karakteristik fisiknya.

Nah, berikut adalah ulasan mengenai benda luar angkasa ini yang perlu Moms dan Dads ketahui agar saat anak menanyakannya, kalian tahu jawabannya.

Baca Juga: Urutan Planet dalam Tata Surya, Yuk Ajarkan pada Si Kecil!

Di Mana Letak Asteroid?

sabuk asteroid
Foto: sabuk asteroid

Foto Sabuk Asteroid (space-facts.com)

Menurut NASA, para ilmuwan telah mengidentifikasi lebih dari 1 juta benda angkasa ini hingga sekarang.

Asteroid terletak terutama dalam tiga wilayah tata surya. Sebagian besar mereka terletak di cincin besar antara orbit Mars dan Jupiter.

Sabuk utama ini menampung lebih dari 200 asteroid dengan diameter lebih dari 100 km.

Para ilmuwan memperkirakan sabuk ini juga terdiri antara 1,1 juta dan 1,9 juta asteroid yang berdiameter lebih besar dari 1 km dan jutaan yang lebih kecil.

Namun, tidak semua yang ada di sabuk utama adalah asteroid. Misalnya saja Ceres, yang sekarang dianggap sebagai planet kerdil.

Selain itu, para ilmuwan juga menduga bahwa banyak satelit seperti halnya bulan pernah menjadi asteroid, sampai mereka ditangkap oleh gravitasi planet dan menjadi satelit.

Kapan Pertama Kali Ditemukan?

astronomi - asteroid
Foto: astronomi - asteroid

Foto Ahli Astronomi Abad Pertengahan (spaceshipearth1.files.wordpress.com)

Pada 1801, saat sedang membuat peta bintang, pendeta dan astronom Italia, Giuseppe Piazzi, secara tidak sengaja menemukan asteroid pertama dan terbesar, Ceres, yang mengorbit antara Mars dan Jupiter.

Meskipun kini Ceres diklasifikasikan sebagai planet kerdil, ia menyumbang seperempat dari semua massa asteroid yang dikenal di atau dekat sabuk utama.

Kemudian sejak sekitar tahun 2000, NASA telah mempelopori kampanye untuk mengidentifikasi dan melacak asteroid dekat Bumi.

Program seperti Catalina Sky Survey di Arizona dan teleskop Pan-STARRS di Hawaii mengkhususkan diri dalam mengidentifikasi objek-objek ini dan masing-masing telah menemukannya dengan jumlah ribuan.

Mereka pun menemukan beberapa asteroid yang berpotensi berbahaya karena bisa saja suatu hari menabrak Bumi.

Baca Juga: Si Kecil Senang dengan Dinosaurus? Gunakan 5 Cara Ini untuk Mengembangkan Pengetahuannya!

Ciri-Ciri Asteroid

asteroid
Foto: asteroid

Foto Asteroid (bbci.co.uk)

Asteroid adalah benda luar angkasa yang tergolong sebagai zat sisa dari pembentukan tata surya kita sekitar 4,6 miliar tahun yang lalu.

Jadi, jika ditanya asteroid terbuat dari apa, ia hanyalah kumpulan zat sisa seperti mineral dari proses pembentukan tata surya.

Sejak awal, kelahiran Jupiter telah mencegah pembentukan benda-benda planet di celah antara Mars dan Jupiter. Alhasil, ini menyebabkan benda-benda kecil yang ada di sana saling bertabrakan dan terpecah menjadi asteroid yang terlihat hari ini.

Hampir semuanya berbentuk tidak beraturan, meskipun beberapa yang terbesar hampir bulat, seperti Ceres. Mereka juga sering memiliki kawah pada permukaannya dan sebagian besar asteroid diperkirakan tertutup debu.

Saat ia berputar mengelilingi matahari dalam orbit elipsnya, mereka juga berotasi, terkadang bisa jatuh dengan tidak menentu. Lebih dari 150 asteroid juga diketahui memiliki satelit pendamping kecil seperti halnya bulan bagi matahari.

Ada juga asteroid biner atau ganda, yakni dua asteroid dengan ukuran yang kira-kira sama mengorbit satu sama lain, seperti halnya sistem asteroid rangkap tiga.

Suhu rata-rata permukaannya adalah minus 73 derajat Celsius. Sebagian besar suhunya juga selalu tetap dan tidak berubah selama miliaran tahun.

Ia juga terdiri dari berbagai bentuk dan ukuran. Beberapa adalah benda padat, sementara yang lain adalah tumpukan puing-puing yang lebih kecil yang terikat bersama akibat gravitasi yang mereka miliki.

Selain itu, jenis yang mengorbit matahari antara Neptunus dan Uranus, biasanya dilengkapi dengan rangkaian cincinnya sendiri.

Baca Juga: 5 Fakta Unik Makanan Astronot di Luar Angkasa

Jenis-Jenisnya

asteroid
Foto: asteroid

Foto Asteroid (indiatvnews.com)

Nah, ilmuwan menggolongkan mereka ke dalam beberapa jenis berdasarkan komposisinya, yakni:

1. Asteroid Tipe-C

Ini adalah jenis yang tersusun dari karbon berwarna keabu-abuan dan merupakan yang paling umum. Bahkan lebih dari 75 persen di antaranya masuk dalam golongan ini.

Mereka mungkin terdiri dari tanah liat dan batuan silikat berbatu, dan menghuni daerah luar sabuk utama.

2. Asteroid Tipe-S

Ini adalah jenis yang tersusun dari silikat berwarna kehijauan hingga kemerahan, mencakup sekitar 17 persen asteroid yang diketahui. Mereka mendominasi sabuk bagian dalam. Mereka tampaknya terbuat dari bahan silikat dan besi nikel.

3. Asteroid Tipe-M

Ini adalah jenis yang tersusun dari metalik berwarna kemerahan, membentuk sebagian besar asteroid lainnya, dan berdiam di wilayah tengah sabuk utama. Mereka tampaknya terbuat dari nikel-besi.

Namun, ada banyak jenis langka lainnya berdasarkan komposisi, seperti tipe V yang dicirikan oleh Vesta yang memiliki kerak vulkanik basaltik.

Potensi Bahayanya bagi Bumi

asteroid
Foto: asteroid

Foto Asteroid Menabrak Bumi (liputan6.com)

Sejak Bumi terbentuk sekitar 4,5 miliar tahun yang lalu, asteroid dan komet secara rutin menabrak planet ini. Menurut NASA, asteroid yang berbahaya saat menghantam Bumi sangat langka.

Untuk bisa menimbulkan bencana global, lebarnya harus lebih dari 40 km.

Para peneliti memperkirakan bahwa jika ada yang berukuran tersebut, maka ia akan menebarkan cukup banyak debu ke atmosfer.

Mereka pun bisa menciptakan "musim dingin nuklir", yang sangat mengganggu pertanian di seluruh dunia.

Menurut NASA, jenis yang besar menyerang Bumi rata-rata hanya sekali setiap 1.000 abad. Sementara untuk yang lebih kecil yang diyakini menyerang Bumi setiap 1.000 hingga 10.000 tahun dan dapat menghancurkan kota atau menyebabkan tsunami.

Nah, ilmuwan juga memperkirakan bahwa batuan luar angkasa yang lebih kecil dari 25 m kemungkinan besar akan terbakar saat memasuki atmosfer Bumi.

Baca Juga: Nama Unik Bayi Terinspirasi dari Benda Angkasa

Itulah yang perlu Moms dan Dads ketahui mengenai asteroid. Menarik bukan? Semoga bermanfaat ya, Moms!

  • https://www.space.com/51-asteroids-formation-discovery-and-exploration.html#section-how-did-asteroids-form
  • https://www.sciencealert.com/asteroid
  • https://spaceplace.nasa.gov/asteroid/en/

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.