Newborn

NEWBORN
31 Januari 2019

Baby Mutia Meninggal di Tangan Baby Sitter, Kenali 4 Tanda Pengasuh yang Buruk

Wajar bila anak menangis saat Moms tinggal bersama pengasuh, namun menjadi tidak wajar bila hal ini terjadi dalam waktu lama
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh (mentari.delita)
Disunting oleh (mentari.delita)

Kembali terjadi lagi nyawa bayi yang melayang di tangan pengasuhnya.

Kali ini kejadian malang tersebut menimpa Mutia, seorang bayi yang baru berusia 3 bulan di Pancoran Mas, Depok.

Pihak kepolisian menduga Mutia dibunuh oleh baby sitter-nya sendiri yang baru bekerja selama 4 hari.

Mutia memang terpaksa ditinggal bersama baby sitter-nya lantaran sang ibu bekerja di RSUD, sedangkan ayahnya berada di luar kota.

Dugaan sementara Mutia tewas karena dicekik, dan dugaan ini juga semakin kuat lantaran banyak warga yang mengaku pernah melihat Mutia dianiyaya oleh pengasuhnya tersebut.

Bila Moms adalah salah satu orang tua yang juga meninggalkan anak bersama pengasuh sehari-hari. Ketahuilah tanda pengasuh yang buruk berikut:

Baca Juga: 7 Cara Pintar Memilih Pengasuh Anak

Tanda Pengasuh yang Buruk

shutterstock 1074973868

Meski dalam keseharian Moms tak selalu bersama Si Kecil, namun bukan tidak mungkin Moms mengetahui bila sesuatu yang buruk terjadi pada mereka.

Coba perhatikan tanda-tanda berikut, bila terjadi pada anak maka sebaiknya waspadalah pada pengasuh di rumah:

1. Bayi Tampak Takut Pada Pengasuhnya

Hal ini memang tidak selalu mudah dikenali karena bayi dan anak-anak sering menangis ketika ibu dan ayah harus pergi.

Ini adalah bentuk kecemasan perpisahan yang dirasakan banyak bayi dan balita.

Jika hal ini terlalu sering terjadi, Moms patut curiga mengapa mereka sulit sekali untuk merasa nyaman bersama pengasuhnya.

2. Perubahan Perilaku Anak

Anak- anak memang kadang cukup rewel, tetapi orang tua biasanya dapat memprediksi perilaku dan sikap mereka.

Bila Moms melihat perubahan yang tiba-tiba dalam perilaku mereka, seperti tiba-tiba anak menjadi takut, terutama pada saat pengasuh biasanya menjaga mereka, itu bisa menjadi tanda peringatan.

Hal-hal lain seperti meningkatnya rasa lapar atau kantuk setelah berada di bawah pengawasan pengasuh padahal seharusnya diberi makan atau tidur siang dapat menunjukkan bahwa baby sitter tidak melakukan tugasnya sesuai jadwal.

3. Anak Sering Mengalami Kecelakaan

Bukan hal yang baru lagi bila anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan akan aktif bergerak dan mungkin saja terjatuh hingga luka.

Meski wajar tetap harus ada beberapa hal yang diperhatikan, seperti saat mereka terluka karena sesuatu yang seharusnya tidak terjadi bila ada pengawasan ketat.

Seperti jatuh saat memanjat atau saat tidur. Hal-hal seperti inilah yang patut Moms waspadai, karena bisa saja pengasuh melepaskan perhatiannya pada anak.

Baca Juga: Plus Minus Menggunakan Jasa Babysitter untuk Merawat Anak

4. Menemukan Tanda Kekerasan Fisik

Periksa tanda-tanda fisik yang tidak normal, memang umum bagi bayi dan balita untuk mendapatkan sedikit benjolan dan memar setelah mereka berlarian.

Namun, bayi yang masih sangat kecil dan belum bisa merangkak tidak mungkin memiliki memar yang tidak biasa pada lengan atau kaki.

Jika Moms memerhatikan memar yang sering terjadi setelah anak ditinggalkan di bawah asuhan baby sitter, ini bisa menjadi tanda-tanda kekerasan.

Demikian juga, tanda-tanda seperti ruam popok ringan sampai parah yang tidak biasa pada anak, bisa jadi karena mereka tak dirawat dengan benar.

Tidak ada jaminan bahwa anak-anak akan aman di tangan baby sitter, maka untuk menghindari kejadian buruk lebih baik pastikan bahwa ada anggota keluarga lain yang dapat mendampingi anak sewaktu ditinggal dengan pengasuh.

(MDP)

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait