Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

Perilaku Balita | Mar 25, 2018

Bagaimana Jika Si Kecil Lebih Suka Hewan Dibanding Mainannya?

Bagikan


    

Masa balita adalah masa dimana saat anak senang-senangnya bermain dengan mainannya baik itu boneka, mobil-mobilan, atau mainan lainnya. Namun, bagaimana jika si kecil lebih suka hewan dibanding mainannya sendiri? Ternyata hal ini benar-benar bisa terjadi kok, Moms!

Biasanya hal ini berawal dari kebiasaan orang tuanya yang juga penyayang hewan terutama hewan peliharaan. Hal ini membuat balita selalu bertemu dengan hewan tersebut.

Hewan yang sering balita sukai adalah kucing, anjing, atau hewan peliharaan lainnya. Bahkan hewan ganas sekalipun bisa menjadi mainan favorit bagi balita seperti ular atau laba-laba. Hal ini sesuai dengan beberapa studi yang mengungkapkan bahwa bayi yang berusia 11 bulan sekalipun bisa memiliki naluri untuk menyukai hewan termasuk hewan yang menakutkan sekalipun.

Studi yang dilakukan oleh peneliti Vanessa LoBue dkk, dari Rutgers University dan University of Virginia melakukan ekperimen dimana anak-anak diberikan pilihan apakah memilih hewan atau mainan yang menarik.

Ternyata hasil yang didapat adalah anak-anak lebih suka menghabiskan waktu mereka dengan hewan dibanding mainan walaupun sudah semenarik mungkin.

Hal ini terjadi karena hewan merupakan makhluk hidup yang tentunya bisa bergerak dan memiliki respon ketika balita membelainya. Inilah yang membuat keingintahuan balita semakin besar dibanding mainan yang merupakan benda mati.

Menurut Vanessa LoBue, hewan mampu menjadi contoh yang baik bagi balita untuk belajar. Meluasnya penggunaan karakter hewan di buku anak-anak serta program televisi bisa dijadikan sarana untuk mengenalkan hewan pada balita.

Namun ajaran yang paling baik adalah secara langsung. Hal ini dibuktikan ketika balita menghabiskan banyak waktu bersama hewan kesayangannya, dia seolah berbicara dengan bahasanya sendiri yang unik dan membuat bunda sering tertawa melihat tingkahnya.

Beberapa peneliti mengatakan bahwa hal ini bisa mengarahkan pada hal yang positif karena selain mengajarkan banyak hal juga mencegah rasa takut yang berlebihan terhadapa hewan yang dilihatnya.

Hal yang perlu Moms perhatikan agar keamanan balita terjamin. Hewan jinak sekalipun terkadang bisa bersikap agresif apalagi jika sikecil masih tidak tahu apa-apa. Jadi awasilah secara benar balita anda ya, Moms.

 

(PIA)

 

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.