01 Agustus 2019

3 Cara Alternatif Memenuhi Kebutuhan Kalsium Balita

Apakah balita harus selalu minum susu?

Apakah balita perlu minum susu? Jawabannya bisa ya atau tidak. Walaupun mereka tidak butuh susu, dan memang banyak balita tidak bisa minum susu sapi, anak-anak kecil membutuhkan kalsium dan vitamin D. Zat ini tersedia di susu dan produk susu.

Apalagi, balita memiliki kebutuhan lemak, protein dan vitamin yang tinggi untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangannya dengan lebih cepat.

Susu cair merupakan sumber nutrisi harian terbesar hingga 60-70% dari total asupan kalori untuk kelompok umur balita.

Selain itu, menurut American Associations of Pediatricians, anak-anak yang tidak minum 500 ml susu setiap hari dan yang tidak mendapatkan paparan sinar matahari secara teratur harus mendapatkan 200 IU Vitamin D setiap hari.

Meski begitu, bagi si kecil yang tidak bisa minum susu sapi, ada beberapa alternatif selain susu, dan cara-cara lain untuk memenuhi kebutuhan kalsium balita.

1. Susu Kedelai

3 Cara Alternatif Memenuhi Kebutuhan Kalsium Balita 01.jpg
Foto: 3 Cara Alternatif Memenuhi Kebutuhan Kalsium Balita 01.jpg (pexels.com)

Foto: pexels.com

Salah satu alternatifnya adalah memberi anak susu kedelai yang diperkaya dengan beragam nutrisi lainnya.

Namun, perlu diingat bahwa susu kedelai rendah lemak, dan tidak disarankan untuk membatasi asupan lemak anak sampai ia berusia antara 2 dan 3 tahun.

Jadi seorang anak yang minum susu kedelai perlu mendapatkan lemak dari makanan lain dalam makanannya.

Berdasarkan pada kebutuhan rata-rata 16 ons susu per hari, susu murni mengandung 16 gram lemak, dibandingkan dengan 7 hingga 10 gram yang mereka dapatkan dari susu kedelai.

Si Kecil harus mendapatkan 6 hingga 9 gram lemak tambahan dari sumber makanan lain.

Berdasarkan diet 1.300 kalori dan dengan 30 persen kalori yang berasal dari lemak, balita mungkin membutuhkan sekitar 40 gram lemak setiap hari.

Baca Juga: Mengenal Intoleransi Laktosa dan Cara Menanganinya

2. Susu Kambing

3 Cara Alternatif Memenuhi Kebutuhan Kalsium Balita 02.jpg
Foto: 3 Cara Alternatif Memenuhi Kebutuhan Kalsium Balita 02.jpg (time.com)

Foto: time.com

Adapun jenis susu lainnya adalah susu kambing. Namun, susu kambing tidak dianjurkan untuk anak di bawah usia 12 bulan karena kekurangan zat besi, folat, dan Vitamin B12.

Tetapi susu kambing yang dipasteurisasi dan diperkaya dapat diberikan kepada anak-anak yang lebih besar.

Jika anak si kecil alergi atau intoleran susu sapi, maka ia kemungkinan memiliki masalah yang sama dengan susu kambing, karena kedua binatang tersebut berbagi banyak protein dan keduanya memiliki laktosa.

Baca Juga: 3 Resep Sorbet Tanpa Susu untuk Balita dengan Intoleransi Laktosa

3. Yogurt dan Keju

3 Cara Alternatif Memenuhi Kebutuhan Kalsium Balita 03.jpg
Foto: 3 Cara Alternatif Memenuhi Kebutuhan Kalsium Balita 03.jpg (coeliac.com)

Foto: coeliac.com

Vincent Iannelli, MD, seorang dokter anak dari Amerika Serikat, menjelaskan bahwa akan lebih sulit jika si kecil memiliki alergi susu murni, karena ia kemungkinan tidak akan bisa mentolerir yogurt atau keju.

Di sisi lain, anak-anak dengan intoleransi laktosa sederhana mungkin dapat mencerna beberapa produk susu.

Jadi pilihlah produk makanan yang tinggi kalsium untuk mendapatkan kalsium yang dibutuhkan si kecil, tetapi pastikan bahwa makanan tersebut tidak memicu alergi atau intoleransi makanan.

Bandingkan label makanan untuk memilih merek atau jenis makanan yang memiliki persentase nilai kalsium harian yang lebih tinggi.

Untuk anak-anak yang bisa makan roti dan keju, sandwich keju panggang mengandung hampir satu hari kebutuhan kalsium balita atau 750 mg.

Vitamin tambahan juga dapat membantu jika Moms merasa si kecil akan kekurangan kalsium dari makanannya.

Namun, vitamin, bahkan yang mengandung kalsium ekstra, umumnya hanya memiliki sekitar 200 mg, atau 20 persen dari kebutuhan kalsium balita harian.

Baca Juga: Hal yang Perlu Moms Ketahui Seputar Alergi Susu Sapi

Bagaimana Moms, apakah kebutuhan kalsium balita harian sudah cukup?

(TPW)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.