26 Juli 2019

Hal yang Perlu Moms Ketahui Seputar Alergi Susu Sapi

Apa Moms sudah tahu tentang hal ini?

Bagaimana bila tiba-tiba Si Kecil mengalami gatal-gatal dan kulitnya berubah kemerahan setelah konsumsi susu sapi? Si Kecil kemungkinan mengalami alergi susu sapi atau intoleransi laktosa.

Meski kasus alergi susu sapi jarang terjadi, Moms tetap harus memperhatikan kondisi Si Kecil setelah minum susu sapi, apalagi kalau muncul gejala seperti di atas.

Alergi Susu Sapi

Alergi susu sapi biasanya muncul karena reaksi tidak normal dari sistem kekebalan tubuh setelah mengonsumsi protein susu sapi. Sistem kekebalan tubuh Si Kecil yang mengalami alergi susu sapi akan memberikan respons berlebihan terhadap kandungan susu sapi.

Membedakan Alergi Susu Sapi dan Intoleransi Laktosa

hy0nopgh3l5dgrvk6dwi
Foto: hy0nopgh3l5dgrvk6dwi

Foto: gizmodo

Alergi susu sapi berhubungan dengan sistem kekebalan tubuh, sementara intoleransi laktosa adalah ketidakmampuan tubuh Si Kecil mencerna gugus karbohidrat, yaitu laktosa dalam susu.

Jadi, intoleransi laktosa tidak ada hubungannya sama sekali dengan sistem kekebalan tubuh Moms.

Intoleransi laktosa disebabkan oleh kurangnya produksi enzim laktosa yang menyebabkan ketidakmampuan tubuh mencerna kandungan laktosa. Gejala intoleransi laktosa antara lain nyeri perut, kembung, dan diare.

Menurut data National Digestive Disease Information, pada 2016 terdapat sekitar 40 juta orang di AS yang menderita intoleransi laktosa. Sebagian besar adalah warga Amerika keturunan Asia dan keturunan Afrika.

Dalam skala lebih besar, sebanyak 33 persen penduduk bumi adalah penderita intoleransi laktosa. Berbeda dengan alergi susu sapi yang penderitanya berada di rentang usia anak-anak bahkan bayi, intoleransi laktosa justru terjadi ketika beranjak dewasa, karena produksi enzim laktosa tidak lagi tinggi.

Penerapan terapi bagi anak yang menderita alergi susu sapi dan intoleransi laktosa berbeda satu sama lain. Moms sebaiknya konsultasikan ke dokter untuk mengetahui perbedaan antara alergi susu sapi dengan intoleransi laktosa dan cara penanggulangannya. .

Baca Juga: Anak Alergi Susu Sapi, Bagaimana Cara Mengatasinya?

Makanan dan Minuman yang Mengandung Laktosa

sgm
Foto: sgm

Berbeda dengan alergi susu sapi yang akan hilang dengan sendirinya seiring pertambahan usia Si Kecil, intoleransi laktosa tidak dapat disembuhkan.

Namun, intoleransi laktosa dapat dihindari dengan mengurangi atau menghindari makan dan minum produk berbahan dasar susu, seperti:

  • Mentega
  • Keju
  • Puding
  • Sup krim atau saus krim seperti saus pasta carbonara
  • Whipped cream (krim kocok) dan krimer dairy
  • Susu
  • Milkshakes
  • Es krim dan es susu
  • Gelato
  • Yogurt

Makanan-makanan yang mengandung laktosa dalam jumlah sedikit yaitu antara lain:

  • Daging
  • Jeroan
  • Margarin
  • Adonan pancake dan biscuit
  • Roti dan kue kering
  • Permen cokelat dan permen lainnya
  • Gula bit dan kacang polong
  • Sereal

Pada kasus anak dengan intoleransi laktosa. Si Kecil masih dapat mengonsumsi produk berbahan dasar susu, namun sebaiknya Moms memilih sumber makanan atau minuman yang kadar laktosanya lebih rendah.

Menurut The Academy of Nutrition and Dietetics, anak yang mengalami intoleransi laktosa dapat tetap bisa makan dan minum produk berbahan dasar susu. Jika tubuh tidak menolaknya, porsi makanan atau minuman boleh ditingkatkan secara bertahap.

Moms dapat mengganti makanan atau minuman yang berbahan dasar selain dari susu sapi. Salah satunya adalah susu berbahan dasar soya yang bebas laktosa dan difortifikasi dengan vitamin dan mineral penting untuk memenuhi kebutuhan nutrisi Si Kecil.

Pastikan juga Moms memberikan asupan alternatif yang mengandung vitamin D dan riboflavin. Riboflavin adalah vitamin B2 yang dibutuhkan tubuh untuk memproses penguraian karbohidrat, protein, dan lemak yang menjadi energi.

Baca Juga: Hal yang Perlu Dipertimbangkan sebelum Memberikan Susu Formula

Gejala Alergi Susu Sapi

alergi susu
Foto: alergi susu

Foto: medicalnewstoday.com

Gejala alergi susu sapi umumnya berbeda-beda pada setiap anak, meski secara umum gejala yang muncul bisa terdiri atas:

  • Gatal-gatal
  • Anak merasakan sensasi sengatan di sekitar mulut dan bibir
  • Napas berbunyi
  • Sesak napas
  • Batuk
  • Gangguan pencernaan
  • Kembung
  • Kram perut
  • Mual dan muntah
  • Bengkak pada bibir, lidah atau amandel
  • Ruam pada kulit

Gejala alergi susu sapi sangat bervariasi; demikian juga waktu terjadi dan intensitas kemunculannya. Gejala bisa saja muncul mulai dari hitungan menit, jam, bahkan beberapa hari setelah mengonsumsi susu sapi.

Jumlah susu sapi yang dikonsumsi dan kondisi kesehatan Si Kecil menjadi hal yang harus diperhatikan juga. Ini karena parah tidaknya alergi susu sapi pada anak dapat diukur dari kedua hal tersebut.

Gejala alergi susu sapi yang muncul sehari setelah minum susu ditandai dengan:

  • Flu
  • Mata berair
  • Napas berbunyi
  • Ruam dan gatal sekitar mulut
  • Eksim
  • Kram perut
  • Rewel atau anak tak berhenti menangis

Selain gejala di atas, alergi susu sapi pada anak juga dapat menyebabkan anafilaksis. Ini adalah reaksi alergi parah yang dapat menyebabkan penyempitan pernapasan. Karena itu, Moms mesti waspada bila gejala alergi yang muncul berupa sesak napas. Jika hal ini terjadi, Moms mesti segera membawa anak ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan segera.

Umumnya gejala anafilaksis berupa sesak napas, diikuti dengan penurunan tekanan darah, wajah memerah, dan gatal-gatal sekujur tubuh.

Segera bawa ke dokter jika Si Kecil mengalami gejala di atas, ya, Moms. Dokter akan melakukan serangkaian tes untuk memastikan diagnosis, pengobatan, dan menentukan langkah pencegahan yang sesuai.

Baca Juga: Mengenal Intoleransi Laktosa dan Cara Menanganinya

Cek Alergi dengan 3K

Nah, untuk memastikan Si Kecil mengalami alergi atau tidak, Moms bisa melakukan 3K, yaitu kenali, konsultasikan, dan kendalikan.

Gerakan 3K terdiri atas gerakan praktis, yakni kenali risiko dan gejalanya, konsultasikan ke dokter agar si kecil mendapat penanganan yang tepat, dan kendalikan penyebab alergi dengan nutrisi yang tepat agar si kecil bisa tetap tumbuh dengan optimal.

Pengendalian Alergi Susu Sapi

lactoseintolerancechild
Foto: lactoseintolerancechild

Foto: health.clevelandclinic

Alergi susu sapi bisa dikendalikan. Moms sebaiknya fokus pada imunoterapi atau peningkatan daya tahan tubuh anak.

Penanganan untuk anak dengan gejala alergi susu sapi adalah tata laksana nutrisi dan tata laksana pengobatan Pemberian nutrisi dan obat harus dikonsultasikan dulu dengan dokter.

Dokter kemudian akan melakukan serangkaian diagnosis fisik untuk memeriksa gejala-gejala yang dialami.

Dokter akan bertanya kepada Moms tentang gejala-gejala yang dialami anak, serta ada atau tidaknya catatan harian berisi daftar makanan serta minuman yang pernah dikonsumsi anak.

Jadi, sebaiknya Moms rajin mencatat makanan dan minuman apa saja yang diberikan untuk Si Kecil setiap harinya.

Hasil diagnosis yang dikumpulkan dokter akan diteliti dan selanjutkan dokter akan memeriksa fisik Si Kecil diambil tindakan pemeriksaan fisik. Bila dirasa perlu, dokter akan merekomendasikan tes alergi seperti berikut:

Tes Darah

Tes darah berguna mengukur jumlah antibodi immunoglobulin E (lgE) yang dihasilkan tubuh. Antibodi memiliki peran yang penting dalam memerangi berbagai gejala dan risiko penyakit yang menyerang tubuh.

Tes Kulit

Pada tes kulit, dokter akan membuat tusukan kecil di permukaan kulit anak. Setelah itu, protein susu dalam jumlah kecil akan diletakkan pada area kulit tersebut. Apabila positif terkena alergi, muncul benjolan dan terasa gatal di area kulit yang terpapar protein susu.

Jika Si Kecil mengalami anafilaksis, Moms harus segera membawa si Kecil ke rumah sakit. Ini diperlukan guna mengantisipasi jika terjadi reaksi alergi susulan serius lain.

Baca Juga: Anak Alergi Susu Sapi, Apa Yang Harus Mama Lakukan?

Pastikan Moms berkonsultasi dulu dengan dokter untuk menentukan nutrisi alternatif yang tepat untuk si Kecil dengan alergi susu sapi.

Adapun terapi penanganan alergi susu sapi pada balita biasanya dilakukan melalui cara-cara berikut ini:

Pemberian ASI

ASI merupakan sumber nutrisi terbaik untuk Si Kecil yang diberikan secara eksklusif selama 6 bulan pertama usianya, hingga beberapa tahun ke depan. Cara ini paling disarankan supaya Si Kecil terhindar dari alergi susu sapi.

Pemberian Susu Formula Alternatif

  • Susu formula protein terhidrolisa ekstensif
  • Susu berbahan dasar soya merupakan nutrisi alternatif untuk anak dengan alergi susu sapi. Susu berbahan dasar soya telah di fortifikasi dengan zat gizi makro dan mikro untuk mendukung tumbuh kembang optimal. Produk susu soya berkualitas yang banyak dipercaya Ibu adalah SGM Eksplor Soya yang mengandung Isolat Protein Soya berkualitas. Selain itu, SGM Eksplor Soya diperkaya dengan Persinutri+, Minyak Ikan, Omega 3 & 6, Kalsium & Vitamin D.
  • Susu Formula Asam Amino

Pastikan Moms berkonsultasi dulu dengan dokter sebelum memberikan nutrisi alternatif untuk Si Kecil dengan alergi susu sapi.

Asal dikendalikan dengan tepat, alergi susu sapi dan intoleransi laktosa bukanlah sesuatu yang mengkhawatirkan. Sebaiknya Moms berkonsultasi dengan dokter anak dan pihak rumah sakit untuk memperoleh informasi lebih lengkap terkait alergi susu sapi.

Yuk Moms, kendalikan alergi susu sapi Si Kecil, bantu penuhi nutrisinya dengan SGM Eksplor Soya dan dukung ia jadi Generasi Maju!

(IRN/AND)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.