17 Oktober 2018

Waspada! Bahaya Slapped Cheek Syndrome Pada Ibu Hamil

Jangan dianggap enteng ya, Moms
Waspada! Bahaya Slapped Cheek Syndrome Pada Ibu Hamil

Slapped cheek syndrome merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh Parvovirus B19. Sesuai dengan namanya, slapped cheek syndrome ini ditandai dengan munculnya ruam merah di pipi seperti habis ditampar.

Selain ruam merah di pipi, muncul juga gejala seperti demam, radang tenggorokan, dan sakit kepala. Penyakit ini umumnya menyerang anak-anak antara usia 4-12 tahun.

Untungnya, kebanyakan slapped cheek syndrome tidak berbahaya dan bisa sembuh dalam waktu 1-3 minggu. Namun, jika penyakit ini menyerang ibu hamil dan orang dewasa dengan sistem imun lemah bisa sangat membahayakan lho, Moms.

Bahaya Slapped Cheek Syndrome untuk Ibu Hamil

time health stock pregnancy 4
Foto: time health stock pregnancy 4

Dikutip dari Netdoctor.co.uk, kebanyakan ibu hamil yang terkena slapped cheek syndrome tidak akan terkena dampak penyakit ini, terlebih mereka yang sudah imun. Mereka yang belum imun pun kecil risiko terkena dampaknya.

Tapi, penyakit tersebut diam-diam bisa menyebabkan komplikasi pada kehamilan. Parah atau tidaknya komplikasi tersebut bergantung pada kapan ibu hamil terkena slapped cheek syndrome.

Jika seorang ibu hamil terkena slapped cheek syndrome di usia kandungan 9-20 minggu, ada risiko bayi mengalami fetal hydrops.

Dengan kondisi tersebut, janin bisa mengalami anemia dan penumpukan cairan yang mengarah ke gagal jantung. Kondisi tersebut sangat mungkin pulih tapi bisa juga menyebabkan kematian.

Kalau ibu hamil terkena slapped cheek syndrome di menjelang usia kandungan 20 minggu, kemungkinan untuk keguguran dan melahirkan dengan kondisi bayi meninggal dalam kandungan meningkat.

Baca Juga: 2 Jenis Infeksi Kehamilan yang Bahayakan Janin dan Cara Mencegahnya

Apa yang Harus Dilakukan?

052250dc50138371fd04f19c188f0143 xl
Foto: 052250dc50138371fd04f19c188f0143 xl

Ketika terkena kontak langsung dengan seseorang yang terjangkit slapped cheek syndrome atau mengalami gejala-gejalanya, ibu hamil harus langsung memeriksakan diri dan berkonsultasi dengan dokter atau bidan.

Bila Moms curiga terjangkit slapped cheek syndrome sebelum usia kandungan mencapai 20 minggu, tim medis biasanya akan melakukan tes darah untuk memastikan apakah ibu hamil positif terkena slapped cheek syndrome atau tidak.

Jika ternyata hasilnya positif, Moms akan menjalani tes USG untuk melihat kondisi janin. Kalau ada masalah dengan janin, Moms akan langsung dirujuk ke dokter kandungan untuk mendapatkan treatment sebelum dan setelah melahirkan.

Itulah hal-hal yang perlu Moms ketahui tentang slapped cheek syndrome. Semoga bermanfaat!

(AND)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.