29 Mei 2024

Mengenal Asal-Usul Batik Mega Mendung, Motif, dan Maknanya

Banyak disukai karena motifnya yang indah dan elegan

Salah satu motif batik Indonesia yang sangat dikenal adalah batik mega mendung dari Cirebon.

Corak unik yang terdapat pada motif batik ini menjadikan batik mega mendung sangat terkenal di Indonesia bahkan mancanegara, lho.

Batik mega mendung terdiri dari kata Mega yang berarti langit atau awan, serta Mendung atau langit yang meredup biasanya ada di saat akan turun hujan.

Gradasi yang ada di batik mega mendung tersebut sesuai dengan tujuh lapisan yang ada di langit.

Biasanya batik dengan motif ini memiliki desain yang simple dan warna kalem sehingga sangat seimbang dengan motif utamanya yaitu, awan.

Berikut ini adalah penjelasan seputar sejarah dan filosofi dari batik mega mendung. Yuk, disimak!

Baca Juga: 10 Cara Menggambar Batik yang Mudah, Lengkap dengan Sketsa!

Sejarah Batik Mega Mendung

Motif Batik Mega Mendung
Foto: Motif Batik Mega Mendung (Beta.nurulfikri.ac.id)

Sejarah munculnya motif mega dari kedatangan orang-orang Tionghoa ke wilayah Cirebon.

Hal ini tidak mengherankan karena pelabuhan Muara Jati di Cirebon merupakan tempat persinggahan para pendatang dari dalam dan luar negeri.

Tercatat jelas dalam sejarah, bahwa Sunan Gunung Jati yang menyebarkan agama Islam di wilayah Cirebon pada abad ke-16, menikahi Putri Ong Tien dari Cina.

Beberapa benda seni yang dibawa dari Cina seperti keramik, piring dan kain berhiaskan bentuk awan.

Dalam paham Taoisme, bentuk awan melambangkan dunia atas.

Bentuk awan merupakan gambaran dunia luas, bebas dan mempunyai makna transidental (Ketuhanan).

Konsep mengenai awan juga berpengaruh di dunia kesenirupaan Islam pada abad ke-16, yang digunakan kaum Sufi untuk ungkapan dunia yang besar atau alam bebas.

Pernikahan Sunan Gunung Jati dengan Putri Ong Tien menjadi pintu gerbang masuknya budaya dan tradisi Cina ke keraton Cirebon.

Para pembatik keraton menuangkan budaya dan tradisi Cina ke dalam motif batik yang mereka buat.

Namun, dengan sentuhan khas Cirebon, jadi ada perbedaan antara motif mega mendung dari Cina dan yang dari Cirebon.

Misalnya, pada motif mega mendung Cina, ciri-ciri garis awannya berupa bulatan atau lingkaran, sedangkan yang dari Cirebon, garis awan, lancip dan segitiga.

"Pernak-pernik Cina yang dibawa Putri Ong Tien sebagai persembahan kepada Sunan Gunung Jati menjadi inspirasi seniman, termasuk pebatik," ungkap Made Casta, seorang perupa, dilansir dari laman Disbudparpora Kabupaten Cirebon.

Baca Juga: Bunga Anyelir: Jenis Warna, Manfaat Hingga Perawatan

Filosofi Batik Mega Mendung

Batik Mega Mendung, Cirebon
Foto: Batik Mega Mendung, Cirebon (Damniloveindonesia.com)

Motif batik mega mendung memiliki banyak arti. Berikut ini ulasan mengenai filosofi kain batik motif mega mendung asal Cirebon.

1. Memiliki Arti yang Menenangkan

Motif batik Mega Mendung memiliki arti yang unik bagi setiap penggunanya.

Mega merupakan frase dari Awan yang megah dan besar sehingga penggunanya bisa terlihat berwibawa.

Sedangkan untuk Mendung sendiri memiliki arti tenang dan meneduhkan.

Filosofi tersebut banyak dipercaya oleh masyarakat Cirebon bahwa pengguna batik mega mendung akan terlihat megah, berwibawa namun tetap teduh dan kalem.

2. Menahan Amarah

Makna dari batik mega mendung lainnya adalah bahwasannya setiap manusia harus dapat menahan amarah pada dirinya pada saat dalam kondisi terpuruk, sedih dan tertekan.

Selalu bersikap bijaksana dalam kondisi apapun, layaknya awan yang mendung dan menyejukkan suasana.

Sesuai dengan arti namanya yaitu Mega yang berarti Awan, dan Mendung berarti cuaca yang sejuk atau adem.

Motif yang ada dalam batik mega mendung ini juga menggambarkan sebuah kesan maskulin, lugas, dinamis, dan terbuka.

Baca Juga: Perpaduan Warna Terakota yang Unik untuk Rumah dan Fashion

3. Konsep Langit yang Bebas

Konsep awan di batik mega mendung sendiri memiliki makna kebebasan yang tanpa batas.

Biasanya terwujud dalam jarak antar awan yang berjauhan di dalam setiap motif batiknya.

Selain itu, warna biru juga disebut-sebut melambangkan warna langit yang luas, bersahabat dan tenang.

Warna ini juga melambangkan pembawa hujan yang dinanti-nantikan sebagai pembawa kesuburan dan pemberi kehidupan.

Warna biru yang digunakan mulai dari warna biru muda sampai dengan warna biru tua.

Biru muda menggambarkan makin cerahnya kehidupan dan biru tua menggambarkan awan gelap yang mengandung air hujan dan memberi kehidupan.

4. Selalu Memiliki 9 Komposisi Warna

Warna dari batik mega mendung juga memiliki ciri khas yang selalu dipakai dari dulu hingga sekarang sebagai pakem atau patron warna.

Batik tersebut memiliki dua dasar warna yang selalu menjadi pondasi utama, yakni merah dan biru.

Pakemnya warna batik mega mendung selalu di gradasikan dengan tujuh warna tambahan seperti kuning, hijau, hitam, putih, coklat, oranye, dan ungu.

Namun dalam perkembangannya warna batik Mega Mendung pun kian berubah dan menyesuaikan dengan selera.

Baca Juga: Batik Jumputan (Tie Dye): Sejarah dan Cara Pembuatannya

Motif Batik Mega Mendung

Motif Batik Mega Mendung
Foto: Motif Batik Mega Mendung (Pxfuel.com)

Berikut di antara contoh-contoh motif batik Mega Mendung yang pernah dibuat oleh para pengrajin di kawasan Cirebon dan sekitarnya.

1. Motif Mega Mendung Tradisional

Motif ini menggambarkan bentuk awan yang mengalir, terinspirasi oleh awan mega mendung yang menjadi ikon kota Cirebon, Jawa Barat.

Motif ini biasanya menggunakan warna biru muda dan putih sebagai dominan.

Motif batik yang satu ini menggabungkan motif Mega Mendung dengan motif bunga-bungaan atau sekar.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.