Rupa-rupa

1 Oktober 2021

Rayakan Hari Batik Nasional, Ini 7+ Motif Batik Cantik yang Ada di Indonesia!

Manakah yang paling memikat hati Moms?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Riskita
Disunting oleh Amelia Puteri

Batik menjadi salah satu keunikan dan keindahan dari Indonesia. Dengan motif batik yang beragam pada berbagai daerah, batik pun ditetapkan sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi oleh UNESCO pada tanggal 2 Oktober 2009.

Oleh karena itu, pada tanggal 2 Oktober dirayakan sebagai Hari Batik Nasional.

Biasanya, batik digunakan sebagai pakaian formal dengan memadukan atasan atau bawahan polos.

Selain dijadikan busana, batik juga kerap menjadi motif untuk dekorasi rumah, atau untuk upacara adat.

Motif yang terdapat dalam kain batik ini memiliki berbagai makna, tergantung pada asal daerahnya. Apakah Moms tahu, ada berapa jenis motif batik dan masing-masing artinya? Jika penasaran, simak artikel berikut ini!

Baca Juga: 7 Ragam Motif Batik Solo dan Maknanya, Cocok untuk Hadiah Kerabat!

Motif Batik Nusantara

Ada banyak motif batik yang menjadi ciri khas terhadap suatu daerah-daerah Indonesia. Berikut ini ragam motif batik di Indonesia.

1. Motif Batik Keraton, Yogyakarta

batik keraton.jpg

Foto: grahabatik

Batik Keraton asal Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki motif yang kental akan unsur kekeratonan dan kesultanannya.

Batik keraton ini melambangkan kearifan, kebijaksanaan, dan juga kharisma raja-raja Jawa. Dahulu, batik Keraton hanya boleh dipakai oleh warga keraton saja.

Ciri motif batik Keraton yaitu motif bunga simetris atau sayap burung yang dikenal sebagai motif "sawat lar".

Baca Juga: 7 Ragam Pakaian Adat Yogyakarta yang Anggun Berwibawa

2. Motif Batik Mega Mendung, Cirebon

batik megamendung.png

Foto: damniloveindonesia

Moms tentu sudah sering melihat banyak motif batik Mega Mendung yang berasal dari Cirebon ini.

Memiliki motif yang cukup sederhana dengan gambar awannya, batik Mega Mendung tetap berkesan mewah. Motif ini sangat cocok dipakai orang tua maupun anak muda.

Baca Juga: Mengenal Filosofi dan Sejarah Batik Mega Mendung Kebanggaan Masyarakat Cirebon

3. Motif Batik Tujuh Rupa, Pekalongan

batik tujuh rupa.jpg

Foto: bajubatikmodernpekalongan.wordpress

Motif batik Tujuh Rupa dari Pekalongan ini sangat kental dengan nuansa alamnya.

Umumnya, batik Pekalongan berbentuk motif hewan atau tumbuhan. Motif-motif tersebut diambil dari berbagai campuran kebudayaan lokal dan etnis Cina.

Dulunya, Pekalongan adalah tempat transit para pedagang dari berbagai negara. Pencampuran budaya ini yang membuat batik Pekalongan sangat khas dengan alam.

Baca Juga: Menelisik Filosofi dan Ragam Motif Batik Pekalongan

4. Motif Batik Gentongan, Madura

batik gentongan.jpg

Foto: nusantarakaya

Berbeda dengan batik lainnya, motif batik Gentongan asal Madura ini menggunakan motif abstrak sederhana, tanaman atau kombinasi keduanya.

Warna batik Gentongan biasanya berwarna terang seperti merah, kuning, hijau, atau ungu.

Batik Gentongan sendiri diambil dari kata "gentong", yang merupakan gerabah sebagai wadah untuk mencelup kain batik pada cairan warna.

Baca Juga: 10 Keunikan Pakaian Adat Madura dan Aksesorisnya, Kenali Yuk!

5. Motif Batik Pring Sedapur, Magetan

batik pring sedapur.jpg

Foto: kainusa.id

Motif batik Pring Sedapur dari Magetan punya ciri khas yang simpel dan tetap elegan. Motif yang dipakai adalah motif Bambu, sehingga sering juga disebut sebagai batik Pring.

Batik Pring Sedapur tidak hanya cantik karena kesederhanaan motifnya, tetapi memiliki filosofi yang sederhana.

Unsur bambu memberikan makna ketentraman, keteduhan dan kerukunan.

Baca Juga: Selain Joglo, Inilah 7 Rumah Adat Jawa Timur Lainnya

6. Motif Batik Betawi

batik betawi.jpg

Foto: phinemo

Tidak hanya orang Jawa, tetapi masyarakat Betawi juga punya motif batik khas lho, Moms!

Batik Betawi kerap dipertunjukkan dalam pameran kebudayaan Betawi, atau digunakan pada acara-acara bergengsi seperti "Abang None Jakarta".

Apa yang menjadi ciri khas batik Betawi adalah pemilihan warna-warna cerah yang mencolok, dipadukan motif unik khas Betawi seperti ondel-ondel, pucuk rebung, nusa kelapa, dan gambang kromong.

Baca Juga: Aneka Motif dan Filosofi Batik Betawi

7. Motif Batik Sogan, Solo

batik sogan.jpg

Foto: grahabatik

Motif batik Sogan dari Solo sudah ada sejak zaman nenek moyang orang Jawa beberapa abad lalu.

Batik ini didominasi warna cokelat muda, dan memiliki motif khas seperti bunga dengan aksen titik-titik atau lengkungan garis.

Dulunya, batik Sogan ini dipakai raja-raja di Jawa khususnya keraton kesultanan Solo. Tetapi kini sudah dapat dipakai oleh siapa saja, baik warga keraton maupun orang biasa.

Baca Juga: Alat Musik Siter, Ketahui Ciri Khas dan Cara Memainkan Kecapi Khas Jawa Tengah

8. Motif Batik Bali

batik bali.jpg

Foto: bahankain

Selanjutnya, ada motif batik Bali yang juga tidak kalah populer dan cantik. Motif batik Bali banyak terinspirasi dari berbagai hewan seperti kura-kura, burung bangau, dan rusa.

Untuk warna-warnanya, motif batik Bali dominan menggunakan warna yang cerah, seperti warna biru, kuning, dan ungu.

Baca Juga: 8 Alat Musik Bali dan Cara Memainkannya, Yuk Kenali Budayanya Lebih Dekat!

9. Motif Batik Parang, Jawa

batik parang.jpg

Foto: semarangpos

Motif Parang merupakan batik dari Pulau Jawa. Kata parang berarti perang atau miring. Disebut miring karena motifnya menyerupai huruf S yang miring.

Motif kain batik yang satu ini termasuk yang paling tua di Indonesia, lho. Makna motifnya pun sangat mendalam.

Motif kain batik Parang mengandung nilai-nilai sekaligus petuah agar setiap manusia tidak menyerah dengan segala hal yang terjadi dalam kehidupan.

Selain itu, pola garis yang terdapat dalam batik Parang memiliki gambaran tentang konsistensi manusia dari waktu ke waktu, pantang menyerah, serta sebagai symbol bahwa manusia terus memperbaiki hubungan dengan Tuhan, alam, dan manusia lainnya.

Baca Juga: Ragam Motif Batik Yogyakarta Beserta Filosofinya

10. Motif Batik Kawung, Jawa Tengah dan Yogyakarta

batik kawung.jpg

Foto: motifbatik.web.id

Motif kain batik Kawung ini berasal dari Jawa Tengah dan Yogyakarta. Motif ini terinspirasi dari buah kawung atau buah kolang kaling yang disusun menjadi 4 sisi berbentuk lingkaran.

Perlu Moms ketahui, kawung atau kolang kaling ini merupakan buah dari pohon aren. Motif batik Kawung juga sering kali diidentikkan dengan motif uang kuno yang bernilai 10 sen.

Dari segi makna, motif Kawung berarti pengendalian diri yang sempurna, hati yang bersih tanpa adanya keinginan untuk riya, dan lainnya yang bersifat hal-hal baik.

Dahulu kala, motif Kawung hanya boleh digunakan oleh para bangsawan Keraton Yogyakarta. Namun kini, sudah boleh dipakai oleh siapa pun dan motif Kawung pun cukup dikenal di seluruh nusantara.

Baca Juga: Aneka Ragam Alat Musik Jawa Tengah, Mulai dari Kenong Hingga Gong

11. Motif Batik Buketan, Pekalongan

batik buketan.jpg

Foto: museumbatikpekalongan.info

Motif kain batik berikutnya ialah Buketan dari Pekalongan, Jawa Tengah. Nama Buketan tersebut berasal dari Bahasa Belanda ‘boeket’ yang berarti rangkaian bunga.

Sesuai dengan namanya, batik Buketan ini terdiri dari berbagai motif bunga yang disertai dengan burung-burung cantik.

Motif Buketan memiliki makna kebahagiaan, kecantikan, kemurnian, dan keceriaan. Sementara itu, motif burung digambarkan sebagai keanggunan dan wibawa wanita.

Baca Juga: Keindahan Motif dan Filosofi Batik Semarang

Itu dia Moms, berbagai motif batik yang merupakan kain khas Nusantara. Manakah motif yang paling menarik hati?

  • https://www.indonesia.travel/id/id/ide-liburan/menilik-makna-di-balik-mahakarya-7-motif-batik-di-indonesia
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait