23 Juni 2021

Mau Panen Kentang Sendiri? Ini Cara Menanam Kentang di Rumah!

Ternyata menanam kentang juga bisa di polybag, lho!

Mau menanam kentang tapi takut gagal? Tenang saja! Selain mengandung banyak manfaat bagi tubuh, cara menanam kentang tergolong mudah. Bahkan bisa dilakukan di rumah dengan menggunakan polybag.

Yuk, ketahui lebih lanjut cara menanam kentang di rumah!

Serba-serbi Menanam Kentang

Dikutip dari Journal of Critical Reviews in Food Science and Nutrition, kentang masuk merupakan tanaman semusim yang sangat menyukai iklim sejuk. Tanaman dengan nama latin Solanum Tuberosum ini adalah tanaman yang berasal dari suku Solanaceae, Amerika Selatan.

Kentang memang memiliki rasa yang enak dan bisa dengan mudah diolah menjadi berbagai macam makanan. Tak heran kalau permintaan kentang di pasaran tidak pernah turun setiap harinya.

Selain bisa dikonsumsi sebagai makanan pokok untuk pengganti nasi, kentang juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Kentang mengandung sejumlah Vitamin A, B-kompleks, C, mineral, karotenoid, polifenol, protein, dan karbohidrat.

Dilansir dari European Journal of Clinical Nutrition, kentang termasuk makanan yang mengenyangkan sehingga bisa membantu Moms dan Dads menurunkan berat badan.

Banyak menu masakan Indonesia yang menggunakan kentang sebagai bahan masakan. Untuk Moms dan Dads yang sering mengonsumsi kentang, bagaimana kalau mencoba menanamnya sendiri?

Baca Juga: 5 Cara Menyimpan Kentang Agar Tidak Mudah Busuk

Cara Menanam Kentang

Tanaman kentang adalah tanaman berkeping dua atau dikotil yang merupakan tanaman dengan kemampuan dalam berkembang biak secara vegetatif melalui umbi.

Cara menanam kentang ini cukup mudah. Moms dan Dads tidak membutuhkan lahan yang luas ketika menanamnya, di polybag pun sudah cukup sebagai media menanam kentang.

Meskipun butuh waktu yang cukup lama, kentang yang Moms dan Dads tanam akan terasa lebih lezat, apalagi jika ditanam secara organik.

Penasaran bagaimana cara menanam kentang?

1. Daerah yang Cocok untuk Menanam Kentang

Tempat yang cocok untuk menanam kentang
Foto: Tempat yang cocok untuk menanam kentang

Foto: Freepik.com

Kentang dapat hidup dengan sempurna di daerah dataran tinggi 1600-3000 mdpl dengan curah hujan berkisar 1200-1500 mm/tahun.

Daerah dengan curah hujan yang terlalu deras tidak baik untuk menanam kentang karena akan menyebabkan kerusakan pada umbi kentang yang menyebabkan kentang tidak tumbuh.

Kelembapan udara yang dibutuhkan adalah 80-90% serta dengan suhu 14°C-22°C. Untuk itu, lebih baik menanam kentang di tempat yang agak jauh dari wilayah perkotaan.

2. Pilih Media Tanam yang Tepat

Kondisi tanah yang dibutuhkan sebagai cara menanam kentang yang tepat adalah tanah yang gembur. Selain itu, pastikan komposisi tanah juga sudah mengandung pasir dan nutrisi dengan tingkat pH sekitar 5-6,5.

Jika tanah terlalu asam atau pH kurang dari 5, Moms dan Dads bisa melakukan pengapuran dengan memberi belerang sebelum menanamnya.

Lalu, jangan memilih tanah yang mudah tergenang oleh air karena bisa menyebabkan akar tanaman menjadi busuk.

Jenis tanah terbaik sebagai cara menanam kentang adalah Andosol dengan solum tanah agak tebal sekitar 1-2 meter.

Dilansir dari Journal Developments in Clay Science, jenis tanah ini memiliki produktivitas tinggi dengan kandungan unsur hara yang sedang sampai tinggi.

Jika Moms dan Dads ingin menanamnya di polybag, pilihlah ukuran 50x80 cm atau lebih supaya kentang bisa tumbuh lebih leluasa. Buat lubang pada polybag sebanyak 3-4 buah sebagai saluran drainase.

Baca Juga: 3 Manfaat Kulit Kentang untuk Rambut

3. Mempersiapkan Bibit Kentang

Persiapkan bibit kentang berkualitas
Foto: Persiapkan bibit kentang berkualitas

Foto: Freepik.com

Moms dan Dads perlu memperhatikan pemilihan bibit dari umbi yang baik. Ketika mempersiapkan bibit, simpan terlebih dahulu selama 3 bulan.

Hal ini dilakukan untuk menentukan bibit mana yang sudah siap ditanam dan bisa bertunas dengan baik.

Umbi bibit kentang sebaiknya memiliki berat sekitar 30-50 gram. Pilih bibit yang tidak cacat dan memiliki 3-5 tunas dengan tinggi sekitar 2 cm.

Kalau tidak memiliki waktu, Moms dan Dads bisa mendapatkan bibit tersebut di toko-toko pertanian baik offline maupun online.

4. Cara Menanam Kentang yang Tepat

Ketika bibit tanaman kentang sudah siap untuk ditanam, pastikan bahwa media tanam sudah disiapkan semaksimal mungkin.

Ada dua cara menanam kentang yang bisa dipilih berdasarkan media tanamnya. Simak penjelasannya berikut ini, ya!

  • Cara Menanam Kentang di Tanah

Olah tanah terlebih dahulu dengan dibajak yang menggunakan cangkul atau peralatan pertanian lainnya. Hal ini untuk membuat tanah agar gembur dan subur.

Pada kondisi tanah yang cukup keras, maka lakukanlah 2-3 kali hingga tanah benar-benar gembur.

Setelah itu, taburi pupuk kandang atau kompos pada tanah, kemudian dicangkul kembali secara merata. Diamkan selama 7 hari agar nutrisi pada pupuk bisa bercampur baik dengan tanah.

Jika Moms dan Dads memiliki lahan yang cukup luas, maka buatlah bedengan atau gundukan-gundukan tanah dengan menghadap dari timur ke barat supaya mendapatkan sinar matahari yang optimal.

Buat ukuran bedengan sekitar 30 cm dengan lebar 70 cm dan panjangnya disesuaikan dengan luas lahan.

Beri jarak sekitar 40 cm antar bedengan sebagai akses aliran air saat hujan datang. Hal ini untuk mencegah terjadinya genangan air.

Buat lubang dengan kedalaman 8 cm dengan jarak antar lubang sekitar 20-25 cm. Lubang-lubang ini nantinya merupakan tempat umbi kentang tumbuh.

Terakhir, beri pupuk kandang atau kompos yang sudah matang di atas bedengan. Untuk dosisnya, sekitar 20-30 ton pupuk per hektar lahannya.

Jika menginginkan kualitas kentang yang lebih bagus, Moms dan Dads bisa memberi pupuk NPK sebanyak 300-350 kg per hektar lahan.

Baca Juga: Baik untuk Diet, Berapa Kalori Kentang Rebus?

  • Cara Menanam Kentang di Polybag

Cara menanam kentang di polybag adalah alternatif yang tepat untuk Moms dan Dads yang tidak memiliki lahan tanah, tapi ingin menanam kentang.

Campurkan tanah subur dan gembur dengan pupuk kompos atau kandang yang menggunakan perbandingan 2:1. Kemudian, isi polybag dengan tanah yang sudah dicampur ⅔ dari volume wadahnya atau sekitar 20-30 cm.

Sisa dari polybag ini bisa dilipat secara rapi.

Setelah itu masukan bibit kentang di kedalaman sekitar 7 cm dengan posisi tunas menghadap ke atas. Moms dan Dads bisa menanam 3-4 bibit kentang dalam 1 polybag.

5. Tips Merawat Tanaman Kentang

Berikan pupuk pada kentang
Foto: Berikan pupuk pada kentang

Foto: Freepik.com

Setelah 10 hari setelah kentang ditanam, biasanya bibit sudah tumbuh secara merata. Pada umur 1 bulan, lakukan penambahan media tanam atau tanah pada polybag.

Hal ini agar umbi yang sudah tumbuh tidak terkena sinar matahari secara langsung dan berubah warna menjadi kehijauan dan beracun.

Tambahkan pupuk TSP dan urea dengan perbandingan 1:1 atau dengan dosis 16 g/tanaman atau 1 sdm/tanaman. Pupuk cair juga bisa digunakan dengan kandungan N dan P seimbang.

Lakukan penyiraman secara rutin setiap harinya setelah selesai diberikan pupuk agar pupuk cepat larut dan segera diserap oleh tanaman.

Baca Juga: 7 Manfaat Masker Kentang untuk Kecantikan, Yuk Coba!

6. Pengendalian Gulma dan Hama

Pembersihan tanaman gulma bisa dilakukan setelah 1 bulan penanaman dengan menggunakan sabit, koret, atau celurit. Untuk pembersihan selanjutnya bisa dilakukan setelah tanaman berusia 2 bulan.

Namun, setelah itu hentikan penyiangan karena biasanya tanaman kentang sudah tumbuh agak rimbun, sehingga kesempatan tanaman gulma untuk tumbuh semakin kecil bahkan sulit.

Cara menanam kentang anti gagal selanjutnya adalah dengan lakukan pengendalian hama dan penyakit.

Moms dan Dads bisa menyiapkan cairan fungisida atau insektisida untuk disemprotkan pada tanaman kentang saat berusia 10 hari. Penyemprotan ini bisa dilakukan selama 2 kali dalam seminggu atau saat muncul gejala kerusakan pada tanaman kentang.

Baca Juga: 5 Manfaat Kulit Kentang untuk Kesehatan, untuk Tulang Hingga Jantung!

7. Panen

Panen kentang setelah 3 bulan
Foto: Panen kentang setelah 3 bulan

Foto: Freepik.com

Biasanya, masa panen kentang sekitar 3-4 bulan. Di masa itulah Moms dan Dads bisa memanennya secara serentak.

Lakukan pengambilan umbi setelah 1 minggu sesudah tanaman kentang mati dan kering. Tanaman yang mati ini bisa dilihat dengan daun dan ujung batang tanaman yang mengering.

Jika ujung batang dan daunnya belum mengering, kualitas umbi kentang yang dipanen hasilnya kurang baik dan kulitnya mudah lecet.

Itulah tadi beberapa tips dan cara menanam kentang sendiri. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Moms dan Dads yang berniat untuk membudidayakan tanaman yang satu ini.

  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/19960391/
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/7498104/
  • https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/B9780081002933000030
  • http://cybex.pertanian.go.id/mobile/artikel/71647/Cara-Menanam-Kentang-Dalam-Polybag/
  • https://kutanam.com/cara-menanam-kentang/

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.