Scroll untuk melanjutkan membaca

PARENTING
02 Oktober 2022

12+ Cara Mendidik Anak Tanpa Kekerasan, Praktikkan Yuk!

Jangan biarkan Si Kecil menyelesaikan masalah menggunakan kekerasan
12+ Cara Mendidik Anak Tanpa Kekerasan, Praktikkan Yuk!

Moms perlu tahu cara mendidik anak tanpa kekerasan, agar Si Kecil paham bagaimana bersikap lembut kepada orang lain.

Cara mendidik anak memang sulit, sebab membutuhkan kesabaran ekstra.

Meski masih kecil, anak-anak serring terlibat pertengkaran dengan teman maupun saudaranya.

Tak jarang, hal yang menjadi pemicunya adalah masalah-masalah kecil.

Namun, dari hal kecil tersebut malah berujung dengan pertengkaran yang hingga terjadi kekerasan.

Sedang emosi, Si Kecil mungkin saja memukul atau melempar lawannya dengan barang tertentu.

Hal ini tentunya sangat tidak baik bila menjadi kebiasaan sejak kecil.

Salah satu cara untuk mencegah hal tersebut adalah dengan mendidik Si Kecil tanpa menggunakan kekerasan.

Baca Juga: Orang Tua, Jangan Bertengkar di Depan Anak Kalau Tak Mau 6 Dampak Buruk Ini Terjadi

Cara Mendidik Anak Tanpa Kekerasan

Menurut penelitian dalam American Academy of Pediatrics, cara mendidik anak dapat berpengaruh bagi kehidupan Si Kecil.

Diketahui, ini termasuk cara mendidik anak yang tidak menyenangkan seperti hukuman fisik, membentak, atau mempermalukan anak.

Oleh karena itu, orang tua perlu melakukan pola asuh yang positif dan perlu menghindari hukuman fisik serta kekerasan verbal terhadap anak.

Mulailah cara mendidik anak tanpa kekerasan agar Si Kecil tidak perlu melukai temannya ketika bertengkar.

Coba lakukan beberapa langkah sederhana berikut ini untuk mendidik anak tanpa kekerasan:

1. Menjadi Contoh yang Benar

Cara Mendidik Balita

Foto: Cara Mendidik Balita (Orami Photo Stocks)

Jangan lupakan peran Moms sebagai seorang ibu yang akan selalu menjadi sosok yang paling dekat untuk mereka tiru.

Dengan memberikan contoh yang baik dalam segala hal, terutama ketika menyelesaikan masalah, Si Kecil juga akan menirukannya.

Bila anak berbuat kesalahan, jangan pernah didik mereka menggunakan kekerasan.

Karena mereka akan melampiaskan hal yang sama pada orang lain.

Tak hanya itu, kebiasaan tersebut juga akan mereka bawa hingga dewasa nantinya.

2. Bangun Karakter Positif

Membangun Karakter Positif

Foto: Membangun Karakter Positif (Unsplash.com)

Bangun karakter positif pada diri Si Kecil sejak dini.

Moms harus dapat memperkenalkan bagaimana bersikap mengalah untuk menghadapi sebuah permasalahan.

Ajari anak cara menyampaikan pendapat dengan baik dan berbagai karakter positif lainnya.

Memang bukan hal yang mudah, tapi bukan berarti mustahil untuk mengajarkan mereka hal tersebut sampai mereka paham.

Jika sampai terlibat pertengkaran dengan temannya pun, anak akan mudah menyelesaikannya dengan damai.

Baca Juga: 15+ Wisata Depok Terpopuler dan Ramah Anak, Yuk Kenali!

3. Biasakan Minta Maaf

Minta Maaf pada Anak

Foto: Minta Maaf pada Anak (Orami Photo Stocks)

Saat Si Kecil bertengkar dengan temannya, meskipun dia sesungguhnya tidak bersalah, tanamkan sifat terbiasa meminta maaf dan memaafkan lebih dulu.

Jelaskan pada mereka, meminta maaf tak berarti mereka kalah.

Kerelaan untuk meminta maaf adalah jiwa yang dimiliki setiap orang-orang besar.

Dengan demikian, mereka akan dengan mudahnya meminta maaf bahkan menghindari pertengkaran sebelum hal tersebut terjadi.

4. Jauhkan Dari Tontonan yang Mengandung Kekerasan

Hindari Kekerasan pada Anak

Foto: Hindari Kekerasan pada Anak (Orami Photo Stocks)

Tips mendidik anak tanpa kekerasan selanjutnya adalah dengan mengontrol tontonannya.

Selain dari apa yang mereka temukan sehari-hari di rumah dan lingkungan, mungkin saja mereka terpicu melakukan kekerasan karena adanya contoh dari film atau video lainnya.

Upayakan Moms selalu tahu apa yang anak tonton. Sebab, tak jarang lho Moms ada tayangan anak-anak yang mengandung unsur kekerasan.

Baca Juga : Anak Bermain dengan Teman Imajinasi, Bolehkah?

Mereka jadinya berpikir bahwa hal tersebut sah saja untuk ditiru.

Si Kecil masih belum dapat membedakan mana yang boleh dan tidak mereka lakukan.

Karena itu, tugas Moms adalah memilah mana yang pantas dan tidak pantas untuk mereka saksikan.

5. Membantu Anak Menenangkan Diri

Memeluk Anak

Foto: Memeluk Anak (Orami Photo Stocks)

Saat mendapati Si Kecil bertengkar dengan temannya, Moms dapat menjadi penengah di antara mereka.

Salah satu langkah utama dalam menangani kondisi tersebut adalah menyarankan mereka untuk menenangkan diri.

Tips yang bisa Moms lakukan adalah menyuruh Si Kecil untuk berjalan-jalan dengan menghitung angka sampai 100.

Atau, suruh mereka menuliskan apa yang mereka rasakan pada secarik kertas.

Sebab, untuk mengatasi masalah, sangat sulit dilakukan jika sedang berada dalam kondisi marah dan rapuh secara emosional.

Nah, setelah Si Kecil telah menguasai dirinya dan amarahnya telah reda, selanjutnya Moms dapat membantu memecahkan akar permasalahan yang mereka alami.

Baca Juga: Bikin Pusing, Begini Cara Menghadapi Anak Cerewet agar Menjadi Tenang

6. Memberi Hadiah Bila Anak Berperilaku Baik

Hadiah untuk Anak

Foto: Hadiah untuk Anak (Bp-guide.in)

Tips mendidik anak tanpa kekerasan selanjutnya adalah dengan memberi hadiah jika Si Kecil berperilaku baik.

Alih-alih memukul anak karena perilakunya yang salah, berilah hadiah untuk mereka saat berkelakuan baik.

Misalnya, jika Si Kecil sering bertengkar dengan saudara kandungnya, buatlah sistem penghargaan dan beri hadiah untuk memotivasi mereka selalu akur ketika bermain.

Memberi penghargaan pada perilaku yang baik dapat perlahan membuat Si Kecil mengubah perilaku buruknya.

Adanya sistem hadiah dapat membantu anak-anak untuk fokus pada apa yang perlu mereka lakukan guna mendapatkan hak istimewa.

Sehingga mereka mampu menghindari kelakuan yang buruk, seperti bertengkar dan berkelahi.

7. Berikan Konsekuensi

Konsekuensi Mendidik untuk Anak

Foto: Konsekuensi Mendidik untuk Anak (Orami Photo Stocks)

Ketika Si Kecil menyebabkan masalah dengan bertengkar hingga melakukan kekerasan kepada teman atau saudaranya, mintalah ia bertanggung jawab atas perbuatannya.

Moms harus memberitahu mereka, bahwa setiap perbuatan memiliki konsekuensi, dan menjadikan hal tersebut pembelajaran selama hidupnya.

Baca Juga: Mengenal Peaceful Parenting, Mengasuh Anak Tanpa Marah dan Membentak

Konsekuensi bukan berarti memberi hukuman hingga memukul atau melakukan kekerasan terhadap anak.

Namun, konsekuensi merupakan balasan dari perlakuan yang buruk atau salah.

Moms dapat melakukannya dengan cara mencabut hak istimewanya dalam waktu tertentu, sampai Si Kecil menyadari kesalahannya.

8. Membantu Anak Bersikap Empati

Mengajarkan Sikap Empati

Foto: Mengajarkan Sikap Empati (Freepik.com)

Jika Si Kecil memukul temannya, cobalah meminta mereka untuk menempatkan posisi sebagai orang yang dipukul.

Cara ini untuk menggambarkan bagaimana perasaannya jika dipukul oleh orang lain seperti yang dia lakukan.

Hal tersebut akan membantu anak untuk merasakan kasih sayang dan simpati, serta memahami apa artinya menyakiti orang lain.

Anak perlu dikenalkan sikap empati atau simpati sejak dini agar lebih sensitif dengan orang lain.

Menumbuhkan sikap ini, akan membuat ia lebih sulit untuk berlaku kasar atau menyimpang pada orang di sekitarnya.

9. Mengajarkan Bertutur Kata Sopan

Bertutur Kata Sopan

Foto: Bertutur Kata Sopan (Orami Photo Stocks)

Pastikan mendidik anak dengan mengajarkan tutur kata yang sopan pada siapapun.

Tutur kata sopan ini adalah pondasi yang perlu dimiliki anak sebagai bentuk menerapkan norma kesopanan.

Parenting ini perlu segera diterapkan sejak anak usia dini agar dapat meningkatkan kualitas hidupnya di masa akan datang.

Mulai dari hal-hal sederhana seperti mengucapkan 'permisi', 'maaf', serta 'tolong' ketika meminta bantuan pada orang lain.

Jangan sampai, hal-hal seputar parenting anak usia dini ini terlewatkan.

Menggunakan kata-kata yang sopan untuk berbicara dengan orang lain sebagai tanda menghargai antar sesama juga.

Baca Juga: Biodata Daniel Mananta, Perjalanan Karier dan Kehidupan Pribadinya

10. Perhatikan Perubahan Perilaku Si Kecil

Masalah Perilaku Pada Anak

Foto: Masalah Perilaku Pada Anak (Kidspot.com.au)

Ketika anak-anak tumbuh, perilaku teman sebaya mulai mempengaruhi bagaimana mereka bertindak.

Rasa tidak hormat anak mungkin disebabkan oleh menghabiskan waktu bersama teman-teman yang keluarganya memiliki standar yang berbeda.

Cara mendidik anak dengan baik adalah dengan selalu memperhatikan perubahan perilaku yang terjadi padanya, sekecil apapun.

Terkadang anak dapat terpengaruh pola pikirnya setelah mengunjungi teman lainnya.

Mereka mungkin meniru perilaku negatif yang mereka lihat di kartun atau acara televisi favoritnya.

Jadi, selalu pantau perkembangan anak yang berubah dan berujung pada hal-hal negatif.

11. Jangan Mudah Tersinggung dengan Perilaku Anak

Mendidik Anak yang Benar

Foto: Mendidik Anak yang Benar (shutterstock.com)

Ketika anak mulai tidak sopan, hal pertama yang harus diingat adalah jangan mudah tersinggung.

Dengan bersikap tidak sopan, anak tidak bereaksi sebagai personal, tetapi terhadap situasi yang mereka hadapi.

Cobalah untuk memisahkan kata-kata dan perilaku dari diri sendiri ketika mendidik anak.

Ini akan memungkinkan orang tua untuk melihat situasi secara lebih objektif.

Apabila terbawa dalam emosional yang dalam, akan lebih mudah memarahi anak dan membuatnya merasa lebih tersakiti.

Oleh karena itu, hindari membawa perasaan ketika anak sedang menunjukkan perilaku ajaibnya di masa tumbuh kembangnya.

Baca Juga: Kenali 10 Keunikan Pakaian Adat Madura dan Aksesorisnya

12. Evaluasi Diri Sendiri

Jenis Kemampuan Fungsi Eksekutif Anak

Foto: Jenis Kemampuan Fungsi Eksekutif Anak (Orami Photo Stocks)

Jika anak berkata negatif dan terus-menerus, tanyakan pada diri sendiri.

Coba evaluasi dan tanyakan, "Apakah ini layak dikoreksi, dan jika demikian, bagaimana cara memperbaikinya?”

Terkadang rasa tidak dihargai bisa timbul dari tindakan tidak disengaja dan remeh.

Dalam hal ini, baik komentar sederhana atau diskusi secara hati ke hati dapat menjadi cara terbaik untuk menanggapi.

Untuk perilaku tidak sopan yang lebih serius, Moms mungkin harus menghadapi anak dengan lebih tenang.

Sebelum mencoba mendidik anak, pastikan itu dipertimbangkan dengan diri sendiri agar tidak salah.

13. Berikan Gambaran Nyata ke Anak

Kiat Mengatasi Kebiasaan Anak

Foto: Kiat Mengatasi Kebiasaan Anak (Orami Photo Stocks)

Sangat penting membantu anak dengan memberikan gambaran nyata.

Saat sedang keluar dan bertemu banyak orang, pastikan anak mengetahui sopan santun yang benar.

Misalnya, jika pergi ke restoran, bicarakan tentang tata krama yang tepat untuk makan di restoran dan konsekuensinya.

Bersiaplah untuk menindaklanjuti dengan konsekuensi atau hukuman jika Moms harus melakukannya.

Menetapkan gambaran sebelumnya, biarkan anak-anak tahu apa yang diharapkan dari mereka.

Jika mereka melakukan pekerjaan dengan baik dan tidak ada masalah, tentu saja mereka bisa menerima pujian.

Moms juga dapat menetapkan batasan waktu bermain, di sekitar rumah, dan lainnya.

Baca Juga: Yuk! Kenali Gejala hingga Faktor Penyebab Perilaku Impulsif

Itulah hal yang bisa Moms lakukan sebagai cara mendidik anak tanpa kekerasan.

Coba terapkan kepada Si Kecil agar dia tumbuh menjadi pribadi yang lembut dan cinta damai.

  • https://sunshine-parenting.com/5-steps-to-help-kids-resolve-conflicts/
  • https://www.verywellfamily.com/alternatives-to-spanking-1094834
  • https://www.empoweringparents.com/article/when-kids-get-violent-theres-no-excuse-for-abuse/
  • https://publications.aap.org/pediatrics/article/142/6/e20183112/37452/Effective-Discipline-to-Raise-Healthy-Children