Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

Keamanan Anak | Oct 3, 2018

5 Cara Mengajari Anak Agar Tidak jadi Korban Bully

Bagikan



Sebagai orang tua, mengetahui makin banyak anak yang jadi korban bullying tentu tidak menyenangkan. Rasa khawatir Si Kecil akan juga jadi korban bullying juga pasti sempat terlintas dalam benak.

Rasa khawatir itu kemudian membuat banyak orang tua menyuruh anaknya untuk melawan saat jadi korban bullying.

Padahal hal tersebut tidak dibenarkan lho Moms. Menyuruh Si Kecil untuk melawan hanya akan membuatnya berpikir bahwa kekerasan adalah hal yang bisa diterima.

Dikutip dari Parents.com, hal paling penting yang harus orang tua sampaikan pada Si Kecil adalah untuk tidak merespons bullying yang mereka terima. Mereka juga tidak perlu balik melakukan bullying terhadap para pelaku.

Hal itu malah bisa memicu terjadinya kekerasan, masalah, dan bisa saja membuat seseorang terluka. Ada beberapa strategi yang bisa Moms diskusikan dengan anak untuk menghadapi bullying.

Baca Juga : Bagaimana Jika Anak Moms Tukang Bully?

1. Hindari Bullying

Minta Si Kecil untuk menghindari bullying. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan toilet yang berbeda dari yang biasa digunakan para pelaku bullying. Jangan juga mendatangi ruang loker saat kosong.

Untuk menghindari bullying, minta juga Si Kecil untuk berteman dengan banyak orang. Semakin banyak teman, semakin kecil juga kemungkinan untuk di-bully.

2. Tahan Amarah

Marah adalah reaksi alami saat mengalami bullying. Itulah yang memang jadi tujuan utama bullying. Kemarahan hanya akan membuat pelaku bullying merasa semakin kuat.

Pada awalnya mungkin akan sulit menahan amarah. Tapi, semakin sering dilatih, amarah juga akan semakin bisa dikendalikan. Menarik nafas atau menghitung 1-10 bisa jadi strategi untuk membantu menenangkan diri saat di-bully.

Moms juga bisa meminta Si Kecil untuk memanipulasi ekspresi wajah saat di-bully. Tersenyum atau tertawa bisa membuat si pelaku sedikit gemetar.

Baca Juga : Mengenal Cyber Bullying Pada Anak

3. Tunjukkan Keberanian

Menunjukkan keberanian, berjalan menjauh, dan mengabaikan bullying bisa Moms ajarkan kepada anak.

Ajarkan anak berani meminta Si Pelaku untuk berhenti melakukan bullying lalu pergi meninggalkan mereka. Sambil berlalu, Si Kecil bisa pura-pura mengacuhkannya.

Dengan mengabaikan bullying, Si Kecil menunjukan bahwa mereka tidak peduli. Lama kelamaan, pelaku akan bosan dan berhenti menjadikan Si Kecil sebagai target bullying.

4. Beri Tahu Orang Dewasa

Jangan hanya menghadapi sendirian. Minta juga Si Kecil untuk melaporkan pada orang dewasa yang ada di lingkungan sekitar, misalnya guru, kepala sekolah, orang tua, atau staf sekolah. Itu juga akan membantu menghentikan bullying.

5. Berbicara kepada Orang yang Dipercaya

Ajarkan Si Kecil untuk selalu membicarakan soal bullying yang dialami kepada orang yang mereka percayai, seperti guru BK, guru, kakak atau adik, dan teman.

Mereka mungkin akan memberikan saran yang bisa membantu meskipun mereka tidak bisa memperbaiki situasi yang sudah terjadi. Ini akan membuat Si Kecil tidak merasa sendirian.

Itulah lima hal yang bisa Moms ajarkan kepada Si Kecil agar tidak jadi korban bullying. Selamat mencoba!

(AND)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.