Balita dan Anak

10 Desember 2019

5 Cara Meredakan Anak Temperamental yang Lebih Positif

Karena terkadang anak hanya ingin didengarkan
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Tidak hanya orang dewasa, anak-anak juga dapat menjadi temperamental, baik itu di usia balita atau anak usia besar. Mengutip KidsHealth.org, hal ini karena anak mengalami kesulitan dalam menangani kemarahan dan frustrasi.

Bahkan, temperamen emosional Si Kecil di usia balita mungkin dipengaruhi oleh tingkat emosi di masa bayinya.

Menurut jurnal dari Public Library of Science, temperamen emosional pada masa bayi dikaitkan dengan tingkat kesulitan emosi dan perilaku yang lebih tinggi pada usia anak 5,5 tahun.

Anak-anak yang menunjukkan emosi tinggi sejak dini mungkin memerlukan upaya pencegahan dan intervensi dini untuk mengalihkan jalur perkembangan yang mungkin merugikan.

Jika temperamen anak tidak ditangani dan dibantu dengan baik, Si Kecil akan memberikan reaksi keras serta emosi yang meledak-ledak. Karena itu, tidak mudah bagi orang tua untuk mencari cara meredakan anak temperamental.

Cara Meredakan Anak Temperamental

Anak-anak yang sering marah mungkin tidak memiliki kontrol diri yang baik untuk mengatasi frustrasi dan amarahnya sendiri. Karenanya, ia butuh lebih banyak bantuan untuk mengelola emosinya.

"Beberapa reaksi anak-anak lebih besar dari teman sebayanya, atau saudara mereka, atau sepupu mereka. Tidak hanya mereka merasakan hal-hal dengan lebih intens dan cepat, anak cenderung lebih lama untuk kembali menjadi tenang," jelas Lindsey Giller, PsyD, psikolog klinis, mengutip Child Mind Institute.

Coba beberapa langkah-langkah berikut ini yang dapat membantu.

Baca Juga: Gangguan Perilaku dan Emosi pada Anak, Haruskah ke Dokter?

1. Bantu Anak Meredakan Emosinya Terlebih Dahulu

cara meredakan anak temperamental-1

Bantu anak-anak menuliskannya dalam kata-kata sebagai cara meredakan anak temperamental. Jika Si Kecil sedang mengalami 'ledakan', cari tahu apa yang salah.

Jika perlu, gunakan waktu jeda untuk membuat anak tenang atau ingatkan tentang peraturan di rumah. Seperti mengingatkan dengan tidak melempar barang, dan minta ia meredakan dirinya sendiri terlebih dahulu.

Moms juga bisa meminta anak untuk berbicara dengan orang tuanya tanpa merengek, atau berteriak. Ini mengajarkan anak bahwa mereka dapat menarik perhatian orang lain dengan perilaku yang tenang.

2. Minta Anak Luapkan Emosi dengan Kata-kata

cara meredakan anak temperamental-2

Setelah Si Kecil tenang, cara meredakan anak temperamental selanjutnya adalah dengan menanyakan apa yang membuat anak kesal.

Moms bisa meminta anak untuk menuliskan emosi dengan kata-kata, untuk memberi tahu apa yang salah dan apa yang membuat Si Kecil marah. Cara ini dapat membantu mencari cara untuk menyelesaikan masalah.

Namun, jangan terlalu memaksakan Si Kecil untuk berbicara saat itu. Ia mungkin perlu waktu untuk berpikir sebelum siap untuk berbicara.

Baca Juga: Bingung Menghadapi Anak Pemarah? Ini Solusinya!

3. Dengarkan dan Tanggapi

cara meredakan anak temperamental-3

Ketika anak mengungkapkan emosinya ke dalam kata-kata, Moms dapat mendengarkan dan mengatakan bahwa Moms mengerti. Ini adalah cara meredakan anak temperamental yang baik.

Jika Moms merasa Si Kecil berjuang untuk berbicara, tawarkan bantuan untuk membantu menemukan jawaban jika ada masalah yang harus dipecahkan, konflik yang harus diperbaiki, atau permintaan maaf yang harus dibuat.

Sering kali, anak yang merasa didengarkan dan dipahami adalah kunci membuat Si Kecil menjadi tenang.

4. Beri Pengertian pada Anak

cara meredakan anak temperamental-4

Cara meredakan anak temperamental yang selanjutnya adalah beri pengertian pada anak. Ketika anak mengakui emosinya, jelaskan bahwa emosi yang kuat bukanlah alasan untuk berperilaku buruk.

Tegaskan bahwa tidak apa-apa jika Si Kecil marah, tetapi tidak baik untuk berteriak dan memukul sebagai reaksi terhadap kemarahannya tersebut. Ketahui bahwa beberapa anak hanya perlu "didengar" terlebih dahulu.

Moms juga dapat menjadi role model dalam pengelolaan emosi yang dirasakan oleh Moms sebagai contoh bagi Si Kecil.

"Untuk anak-anak yang lebih muda, menggambarkan perasaan sendiri dan memberi contoh bagaimana cara mengelolanya bisa berguna. Mereka mendengar Anda menyusun strategi tentang perasaan Anda sendiri ketika gugup atau frustrasi, dan bagaimana cara menanganinya," kata Stephanie Samar, PsyD, psikolog klinis di Child Mind Institute.

Baca Juga: Memiliki Efek Jangka Panjang, Ketahui Dampak Sering Memarahi Anak

5. Temukan Cara Aman Meluapkan Amarahnya

cara meredakan anak temperamental-5

Temukan cara yang aman untuk mengeluarkan amarahnya sebagai cara meredakan anak temperamental.

Mungkin tidak dengan meninju dinding atau memukul, tetapi Moms dapat menyarankan beberapa cara yang baik dan positif bagi anak untuk melampiaskan emosinya.

Misalnya, melakukan banyak lompatan, menari di dalam kamar, atau pergi keluar dan melakukan jungkir balik adalah pilihan yang baik. Si Kecil juga bisa menulis atau menggambar tentang hal yang sangat mengecewakan baginya.

Itu dia Moms, beberapa cara meredakan anak temperamental yang lebih positif dan bisa digunakan sebagai bentuk pola asuh yang cocok untuk Si Kecil.

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait