Kategori

Pengasuhan Anak (Parenting)

Pengasuhan Anak (Parenting)

Menjadi orang tua tentu tidak mudah, karena itu perlu panduan untuk membantu menjawab pertanyaan orang tua yang salah satunya bisa didapat melalui artikel pengasuhan anak di Orami.

Berbagai masalah dijelaskan lengkap dengan solusi nyata yang bisa langsung dipraktikkan oleh orang tua.

Berikut ini berbagai masalah yang dibahas di artikel pengasuhan anak di Orami.

1. Dilema Ibu Bekerja

Dilema ibu bekerja merupakan salah satu artikel pengasuhan anak di Orami yang dapat menemani hari-hari para ibu bekerja.

Ibu yang bekerja baik itu di kantor maupun menjalankan bisnis sendiri, tidak selalu karena kebutuhan finansial untuk ikut mencari nafkah.

Banyak juga yang melakukannya sebagai bentuk aktualisasi diri untuk menjadi individu yang lebih bahagia karena bisa berguna bagi banyak orang.

Menjadi seorang ibu yang juga bekerja pasti perlu banyak penyesuaian diri, yang terkadang juga menuntut pengorbanan.

Tak jarang, kepentingan dan kebutuhan anak yang jadi terabaikan karena kesibukan bekerja. Ini bisa membuat ibu bekerja menjadi merasa bersalah dan tidak cukup baik mengurus anak.

Karena itu keseimbangan dalam kehidupan bekerja dan mengurus anak menjadi dua hal yang akan terus diupayakan.

Menjaga Keseimbangan antara Pekerjaan dengan Menjadi Ibu

Untuk membantu meringankan sedikit dilema yang dirasakan, ini yang bisa Moms lakukan.

  • Meyakinkan Diri akan Peran yang Dijalani

Yakinkan bahwa pilihan menjadi ibu bekerja adalah memang yang benar-benar Moms ingin lakukan dan Moms butuhkan.

  • Mengatur Emosi dengan Baik

Lelah bekerja dan lelah mengurus anak bisa jadi yang paling membuat Moms kesulitan adalah menjaga ketenangan emosi. Menjalani berbagai peran bisa membuat Moms kewalahan.

Moms perlu tahu kapan merasa emosi berada di bawah titik rendah dan coba berikan waktu serta jeda.

  • Melibatkan Suami

Bicarakan dengan suami jika memang pekerjaan Moms membuat Moms harus pergi ke luar kota, atau harus lembur.

Agar suami juga paham tentang tanggung jawab dan beban lain yang Moms pikul.

Sehingga ada kalanya suami mungkin akan mendapat tugas lebih di rumah tangga termasuk mengurus anak ketika tuntutan Moms di pekerjaan juga sedang banyak.

Kerja sama yang baik di rumah dengan suami dapat membantu ibu bekerja hidup lebih seimbang dan mengurangi rasa bersalah.

2. Sibling Rivalry

Ada juga artikel pengasuhan anak di Orami yang membahas sibling rivalry.

Persaingan kakak dan adik bisa mengakibatkan perselisihan. Bagaimana jika kakak dan saling berebut perhatian orang tuanya sampai bertengkar?

Mempersiakan Anak Pertama Ketika Akan Punya Adik

Ini yang bisa orang tua lakukan agar anak pertama bisa lebih nyaman menyambut kehadiran adiknya.

  • Membuat si Kakak tetap merasa penting dalam keluarga.
  • Tunjukkan rasa menghormati terhadap barang anak yang dianggap berharga. Beritahu kepada si Kakak jika barangnya akan dipinjam atau digunakan untuk adiknya.
  • Menunjukkan dan mengajarkan empati kepada si Kakak agar dapat menerima adik barunya dengan baik.
  • Meluangkan waktu bersama masing-masing anak secara rutin.

Yang Boleh dan Tidak Boleh Dilakukan Orang Tua dalam Menghadapi Sibling Rivalry

Berikut ini yang sebaiknya dilakukan orang tua:

  • Perlakukan anak sesuai karakter dan lakukan pendekatan yang berbeda karena setiap anak unik.
  • Puji anak-anak ketika mereka rukun.
  • Berikan kasih sayang melalui perkataan dan perbuatan.
  • Bimbing anak untuk menyatakan perasaan dan pendapatnya dengan baik.
  • Ajarkan anak bekerja sama memecahkan masalah.

Berikut ini yang sebaiknya jangan dilakukan orang tua:

  • Membandingkan anak-anak, antara adik dan kakak, atau dengan temannya.
  • Membela salah satu anak secara spesial.
  • Memberikan privasi terlalu berlebihan pada anak.
  • Memaksa masing-masing anak punya teman yang sama.
  • Memaksa anak meminta maaf padahal tidak bersalah.

3. Peran Ayah dalam Pengasuhan Anak

Artikel pengasuhan anak yang juga penting untuk dibaca orang tua adalah tentang peran ayah dalam keluarga dan pengasuhan anak.

Sebagian besar keluarga di Indonesia masih meletakkan tanggung jawab utama pengasuhan anak pada ibu. Seolah terdapat batasan bahwa tanggung jawab utama ayah adalah untuk mencari nafkah saja.

Moms dan Dads, apakah pernah mendengar istilah Fatherless Generation (Generasi Tanpa Ayah)? Ini merupakan istilah yang digunakan ketika sosok ayah tidak ada dalam kehidupan seorang anak.

Bukan soal ayah yang tak hadir dalam hidup anak karena meninggal tau perceraian orang tua, tapi juga tidak hadir secara utuh, seperti terlalu sibuk bekerja, tidak berniat mengajak main anak, menaruh seluruh beban pengasuhan di pundak ibu dan tidak ikut mendidik anak.

Berdasarkan data riset di Amerika Serikat, diketahui dampak dari Generasi Tanpa Ayah ini menjadi penyebab dari:

  • 63% tingkat bunuh diri remaja (US Dept of Health/Census) atau 5x lebih tinggi dari rata-rata.
  • 90% anak yang kabur dari rumah atau 32x lebih tinggi dari rata-rata.
  • 85% anak yang memiliki masalah perilaku - (Center of Disease) atau 20x lebih tinggi dari rata-rata.
  • Penyebab 80% tindakan kriminal dan masalah amarah atau 14x lebih tinggi dari rata-rata.
  • 71% anak yang keluar dari sekolah atau 9x lebih tinggi dari rata-rata (Berdasarkan National Principals Association Report).

Sedangkan, menurut Teori Psikoanalisis Carl Gustav Jung, ayah adalah penyeimbang dari sisi kelembutan yang dimiliki oleh seorang ibu.

Bagi anak lelaki, ayah adalah panutan dalam ketegasan dan maskulinitas.

Sementara, bagi anak perempuan, ayah merupakan lawan jenis pertama yang ia jumpai di dalam rumah di mana ia merasa dikasihi dan spesial.

Sehingga, ketika remaja perempuan memasuki masa pubertas, ia tidak mencari rasa aman dan kasih dari luar rumah.

Membangun Kedekatan Ayah dengan Anak

Berikut ini contoh yang bisa ayah lakukan untuk dekat dengan anak.

  • Lakukan aktivitas fisik bersama seperti jalan-jalan di taman, bermain perosotan, jungkat-jungkit, dan ayunan, atau menaruh si kecil di pundak dan menerbangkannya layaknya pesawat.
  • Libatkan sentuhan fisik, seperti menggandeng tangan anak, mengelus kepala anak atau menepuk pundak untuk memberi semangat serta memberikan pelukan dan ciuman sebelum berangkat bekerja.
  • Bermain pura-pura, seperti bermain masak-masakan, mendirikan tenda dan berpura-pura tengah berada di hutan. Menjadi bajak laut dan mencari harta karun tersembunyi di dalam rumah.
  • Membacakan cerita dengan berbagai macam intonasi suara dan mimik wajah.

Ada banyak artikel pengasuhan anak lainnya yang bisa menjadi kiat-kiat atau pegangan bagi para orang tua, seperti mengajarkan kecerdasan emosi pada balita, mengenali gaya belajar balita, mengajarkan disiplin pada anak, hingga menanamkan tanggung jawab sejak dini pada anak.