Scroll untuk melanjutkan membaca

KESEHATAN UMUM
31 Maret 2022

13 Daftar Imunisasi yang Perlu Diulang, Jangan Sampai Terlewat!

Penting lho untuk meningkatkan imunitas dalam tubuh
13 Daftar Imunisasi yang Perlu Diulang, Jangan Sampai Terlewat!

Vaksinasi tidak hanya anak dapatkan satu kali, ada imunisasi yang perlu diulang untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh guna mencegah dari penyakit infeksi.

Sistem kekebalan tubuh anak belum berkembang dengan baik untuk menghasilkan respon imun berkepanjangan yang dibutuhkan dalam jangka panjang.

Imunisasi anak pun harus mempertimbangkan waktu yang tepat. Hal ini yang menjadi alasan imunisasi anak perlu dilakukan berulang bahkan hingga Si Kecil beranjak remaja.

Imunisasi anak menurut jadwal IDAI 2020, dilakukan sejak usia baru lahir hingga 18 tahun.

Apakah setelah melakukan imunisasi lengkap, kekebalan anak akan meningkat?

Yuk simak tanya jawab dengan Prof. DR. Dr. Soedjatmiko, SP.A(K), Msi, Sekretaris Satgas Imunisasi!

Baca Juga: Penasaran Bagaimana Cara Mengetahui Suami Puas atau Tidak? Simak 17 Tandanya Berikut Ini!

Mengapa Imunisasi Anak Perlu Pengulangan hingga Remaja?

imunisasi anak

Foto: imunisasi anak

Foto: Orami Photo Stock

Imunisasi anak adalah bagian terpenting dalam membuat imun pada tubuh ketika virus atau kuman masuk ke dalam tubuh.

Di dunia, banyak penyakit infeksi serta menular yang membahayakan kesehatan seseorang.

Hal ini yang menyebabkan imunisasi anak perlu dilakukan berkala dari usia lahir hingga remaja.

Banyak imunisasi yang harus diberikan secara berulang, karena satu kali pemberian saja tidak cukup untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh guna merespon virus atau bakteri yang masuk.

Dengan imunisasi anak secara berulang, maka dapat meningkatkan respon imun tubuh yang lebih baik.

Selain itu, imunisasi anak berulang setiap tahunnya ini untuk merangsang kekebalan dalam melawan penyakit.

Semakin usia anak bertambah, imun tubuh juga akan semakin berkurang.

Kalau tidak dilanjutkan, kekebalan anak akan menurun dan virus dengan mudah akan masuk ke dalam tubuh. Sehingga berpotensi menimbulkan penyakit infeksi.

Imunisasi perlu diselesaikan untuk mencapai tujuan dalam memberantas penyakit berbahaya di dunia.

Apalagi, jika anak telah memasuki usia sekolah dasar, ia akan bertemu dengan orang banyak.

Dengan vaksinasi yang dilakukan, ini akan melindungi tubuhnya dari terkena penyakit dari teman-temannya.

Baca Juga: 5 Cara Menghilangkan Kaki Pecah-Pecah dengan Sunlight, Tertarik Mencoba?

Daftar Imunisasi yang Perlu Diulang Hingga Remaja

daftar imunisasi anak yang perlu diulang

Foto: daftar imunisasi anak yang perlu diulang

Foto: Orami Photo Stock

Banyak imunisasi yang perlu diulang berkali. Terkadang, hanya satu kali pemberian saja tidak cukup untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh pada anak.

Melansir Paediatric Drugs, jika anak-anak tidak diberikan imunisasi sesuai jadwal, mereka tidak hanya gagal menerima perlindungan dari penyakit, namun juga meningkatkan risiko tidak dapat sepenuhnya menyelesaikan imunisasi anak.

Pemberian imunisasi yang perlu diulang dapat meningkatkan respon imun tubuh yang lebih baik.

Selain itu, pemberian imunisasi beberapa kali juga bertujuan untuk memberikan perlindungan tambahan secara optimal.

Berikut daftar imunisasi yang perlu diulang hingga remaja, jangan sampai salah ya Moms!

1. DTP

Imunisasi yang perlu diulang yang pertama adalah DTP.

Imunisasi anak DTP diberikan pada anak untuk mencegah penyakit difteri, tetanus, dan pertusis.

Imunisasi ini diberikan sebanyak lima kali.

Di jadwal imunisasi IDAI sebelumnya, suntikan vaksin wajib diberikan sebanyak 3 kali, masing-masing satu suntikan saat anak berusia 2 bulan, 3 bulan, dan 4 bulan.

Lalu berdasarkan perubahan jadwal imunisasi IDAI 2020, untuk memberikan perlindungan jangka panjang, suntikan keempat diberikan saat anak berusia 18 bulan.

Selanjutnya suntikan kelima diberikan saat anak berusia antara 5 hingga 7 tahun. Sedangkan di jadwal sebelumnya hanya saat anak berusia 5 tahun.

Moms harus melengkapi imunisasi DTP ini sebanyak 5 kali hingga usia 7 tahun ya.

2. Hepatitis A

Jika pada jadwal sebelumnya imunisasi anak hepatitis A diberikan menunggu anak berusia 24 bulan, tapi di jadwal terbaru imunisasi IDAI 2020, diberikan saat anak berusia 12 hingga 24 bulan.

Imunisasi Hepatitis A menjadi imunisasi yang perlu diulang karena harus diberikan sebanyak 2 kali, saat anak berusia 12 hingga 24 bulan.

Baca Juga: 17 Makanan Penambah Darah untuk Ibu Hamil, Bye Anemia!

3. Hepatitis B (HB)

Daftar imunisasi yang perlu diulang selanjutnya adalah hepatitis B (HB).

Dijadwal sebelumnya, imunisasi Hepatitis B hanya wajib diberikan 4 kali sampai usia anak 4 bulan, tapi di jadwal terbaru IDAI 2020, vaksin ini diberikan 5 kali untuk perlindungan jangka panjang.

Vaksin hepatitis B diberikan untuk ke-5 kalinya, pada saat bayi berusia 18 bulan.

Vaksin ini paling baik diberikan pertama kali dalam waktu 12 jam setelah anak lahir.

4. Polio

Imunisasi yang perlu diulang selanjutnya adalah polio.

Sesuai namanya, imunisasi anak polio diberikan untuk mencegah penyakit polio pada anak. Vaksin ini diberikan sebanyak 4 kali.

Pemberian pertama vaksin polio dilakukan segera setelah bayi lahir.

Setelah itu, vaksin kedua, ketiga, dan keempat diberikan pada bayi usia 2, 3, dan 4 bulan.

Pada usia 18 bulan, vaksin polio booster dapat diberikan.

5. Pneumokokus (PCV)

Melansir PLoS One, imunisasi PCV (Pneumococcal conjugate vaccine) ini diberikan untuk melindungi anak dari bakteri penyebab meningitis dan pneumonia.

Pada jadwal terbaru, imunisasi anak PCV keempat diberikan pada saat usia anak 12 hingga 15 bulan, sedangkan di jadwal sebelumnya direkomendasikan saat anak berusia 15 hingga 18 bulan.

Imunisasi wajib PCV diberikan sebanyak 3 kali, masing-masing saat anak berusia 2 bulan, 4 bulan, dan 6 bulan.

Memang, pergeseran bulan ini tidak terlalu signifikan, namun sebaiknya diikuti saja ya Moms.

6. MR/MMR

Di jadwal IDAI 2020 terbaru, vaksin campak digabung dengan vaksin MMR untuk mencegah penyakit gondongan dan campak.

Pembarunya yakni vaksin campak wajib diberikan saat bayi berusia 9 bulan.

Sedangkan saat anak berusia 18 bulan dan antara usia 5 hingga 7 tahun atau saat anak baru masuk sekolah.

Vaksin MR diberikan bersamaan dengan vaksin MMR untuk meningkatkan memberikan perlindungan maksimal.

7. Rotavirus

Vaksin rotavirus diberikan untuk mencegah anak terkena penyakit infeksi karena rotavirus, seperti sakit diare.

Vaksin rotavirus monovalen yang terdiri dari satu jenis virus diberikan dua kali, yaitu pada usia bayi 6-14 minggu dan setelah 4 minggu dari pemberian pertama.

Sedangkan, vaksin rotavirus pentavalen yang terdiri dari beberapa jenis virus diberikan sebanyak tiga kali, yaitu pada usia 2 bulan, 4 bulan, dan 6 bulan.

8. HPV

Imunisasi anak HPV (Human Papilloma Virus) untuk melindungi dari penyakit kanker serviks.

Pada jadwal terbaru, vaksin HPV diberikan sebanyak 2 kali antara usia 9 hingga 14 tahun.

9. Varisela

Imunisasi anak untuk mencegah cacar air yakni varisela, diwajibkan untuk anak berusa 12 hingga 18 bulan melakukan 2 kali vaksin dengan jarak 6 minggu hingga 3 bulan.

Jika pada jadwal yang lama, vaksin varisela diberikan hanya 1 kali pada usia 12 hingga 18 bulan saja.

10. BCG

Vaksin BCG atau atau Bacillus Calmette–Guérin yakni untuk mencegah tuberkulosis (TB) diberikan sedini mungkin sebelum anak berusia 1 bulan.

Pada jadwal IDAI terbaru, orang tua diberikan keleluasaan karena vaksin boleh diberikan maksimal sampai anak berusia 2 bulan.

Baca Juga: Kenali 6 Cara Tepat Curhat Masalah Hubungan Suami Istri Sebelum Bercerita

11. Influenza

Apabila jadwal lama vaksin influenza hanya diberikan setahun sekali, namun ada pembaruan terkait ini.

Vaksin influenza menjadi vaksin wajib dan diberikan pertama kali saat anak berusia 6 bulan. Kemudian diulang setiap setahun sekali hingga ia menuju remaja.

12. Tifoid

Tifoid adalah vaksinasi untuk mencegah penyakit tifus akibat bakteri.

Pada jadwal imunisasi sebelumnya, vaksinasi untuk penyakit tifus ini diberikan pada saat anak berusia 24 bulan hingga 18 tahun.

Di jadwal terbaru, pemberian imunisasi anak tifoid wajib diberikan pada saat Si Kecil berusia 24 bulan saja.

Lalu saat anak berusia 5 tahun, imunisasi diberikan setiap 3 tahun sekali hingga ia remaja.

13. Japanese encephalitis (JE)

Penularan penyakit lewat nyamuk tidak hanya pada demam berdarah, tetapi juga penyakit japanese encephalitis (JE).

Seperti namanya, penyakit ini pertama kali hadir di Jepang pada tahun 1871 dengan sebutan summer encephalitis.

Imunisasi JE mulai anak dapatkan saat ia berusia 12 bulan. Sementara itu, imunisasi JE lanjutan pada rentang waktu 1-2 tahun berikutnya.

Baca Juga: 7 Rekomendasi Film India Terbaru, Ada yang tentang Cinta Beda Agama

Itu dia pentingnya imunisasi anak dan daftar imunisasi yang perlu diulang.

Pastikan Si Kecil menyelesaikan imunisasinya hingga waktu yang ditentukan ya Moms!

  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/17523694/
  • https://journals.plos.org/plosone/article?id=10.1371/journal.pone.0250010
  • https://www.cdc.gov/vaccines/pubs/pinkbook/downloads/varicella.pdf
  • https://www.chop.edu/centers-programs/vaccine-education-center/vaccine-safety/dosing-safety
  • https://www.idai.or.id/tentang-idai/pernyataan-idai/jadwal-imunisasi-idai-2020