2-3 tahun

25 Februari 2020

4 Dampak Perceraian pada Balita

Perceraian orang tua dapat menimbulkan masalah sosial bagi balita
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dona Handayani
Disunting oleh Intan Aprilia

Siapa yang tidak mendambakan kehidupan rumah tangga harmonis dan penuh cinta?

Pastilah setiap pasangan suami-istri berharap dapat membangun rumah tangga yang penuh cinta dan membahagiakan bagi anak-anaknya.

Namun, tidak semua impian dan harapan manis dapat berjalan mulus.

Tidak sedikit pasangan yang akhirnya memutuskan untuk bercerai akibat banyak faktor dalam kehidupan rumah tangga yang kemudian menjadi pertimbangan besar dalam pengambilan keputusan ini.

Pada jurnal American Academy of Pediatrics, diterangkan bahwa baik orangtua bahkan anak dapat mengalami trauma dari sebelum, selama proses, hingga setelah perceraian.

Baca Juga: 3 Cara Menjelaskan Tentang Perceraian Orang Tua Kepada Balita

Dampak Perceraian pada Balita

Dampak perceraian pada anak merupakan hal yang perlu dipertimbangkan sebelum mengambil keputusan. Apa saja dampaknya? Simak artikel di bawah ini.

1. Kesulitan Dalam Beradaptasi dengan Kehidupan Baru

Dampak Perceraian pada Balita 1.jpg

Foto: psychology-criminalbehavior-law.com

Dampak perceraian pada anak yang pertama adalah timbulnya kesulitan dalam beradaptasi dengan kehidupan baru pasca perceraian.

Jika sebelumnya anak selalu tidur bersama dengan orang tuanya, pasca perceraian yang mengharuskan anak ikut salah satu dari orang tua akan memberikan kesulitan tersendiri bagi anak.

Kesulitan dapat dirasakan dari faktor tempat tinggal baru, kebiasaan baru, rutinitas baru, hingga cara beradaptasi dengan lingkungan sekitar.  

2. Sedih dan Kesepian yang Memengaruhi Faktor Sosial

Dampak Perceraian pada Balita 2.jpg

Foto: projectpatch.org

Dampak perceraian pada anak yang paling dapat dirasakan adalah adanya perubahan emosi anak yang kehilangan salah satu sosok orangtuanya dalam kehidupannya setiap hari.

Anak dipaksa ikut salah satu pihak orang tua, yang menyebabkan anak merasakan kesedihan dan kesepian.

“Kesedihan dapat menyebabkan anak merasa terisolasi, kesepian, dan akhirnya dapat mengganggu kehidupan dalam bersosialisasinya. Kesedihan yang mendalam bisa menyebabkan anak merasa dibuang, takut dipersalahkan, dan merasa bersalah,” jelas Justin Coulso, pakar hubungan dan parenting seperti dikutip dari Kid Spot.

Baca Juga: 5 Cara Mempertahankan Pernikahan di Ambang Perceraian

3. Terganggunya Kesehatan Mental Anak

Dampak Perceraian pada Balita 3.jpg

Foto: medicalnewstoday.com

Terganggunya kesehatan mental anak bisa jadi salah satu dampak perceraian bagi anak. Tingkat kecemasan dan deperesi pada anak dapat meningkat di kemudian hari.

Meskipun berpisah, orang tua tetap harus fokus membesarkan dan memperhatikan kesejahteraan mental anak bersama-sama.

Jika orang tua tidak menjalankan perannya dengan sejajar dan sesuai porsinya, dikhawatirkan ini dapat mempengaruhi kesehatan mental anak di kemudian hari.

4. Perubahan Perilaku pada Anak

Dampak Perceraian pada Balita 4.jpg

Foto: ytimg.com

Efek perceraian pada anak yang paling dikhawatirkan di kemudian hari adalah adanya perubahan perilaku pada anak yang membuat anak lebih berani dalam mengambil risiko.

Cirinya anak menjadi susah tidur akibat depresi, penyalahgunaan narkoba, kesulitan dalam mengikuti pelajaran di sekolah, hingga berani menyakiti diri sendiri.

Ini merupakan efek panjang dari dampak perceraian pada anak yang perlu diperhatikan.

Baca Juga: 5 Penyebab Perceraian Utama Menurut Penelitian, Simak di Sini!

Butuh dukungan orang tua untuk membantu anak tidak jatuh dalam perilaku yang dapat merugikan orang lain dan dirinya sendiri.

Itulah dampak perceraian bagi anak yang perlu diperhatikan oleh orang tua sebelum mengambil keputusan untuk berpisah.

Produk Rekomendasi

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait