25 April 2020

Dermatitis Atopik pada Anak, Bisa Kambuh Saat Dewasa!

Dermatitis atopik bahkan bisa menjadi penyakit seumur hidup!

Dermatitis atopik pada anak merupakan kondisi eksim pada kulit dengan jangka panjang yang umumnya terjadi pada saat masih kecil, tetapi terkadang juga dapat berlanjut hingga dewasa.

Menurut University of Rochester Medical Center, dermatitis atopik pada anak biasanya muncul pertama kali pada usia 3-6 bulan.

Penyebab pasti dermatitis atopik belum diketahui. Tetapi beberapa faktornya bisa disebabkan genetik, atau sistem kekebalan tubuh yang tidak berkembang dengan baik.

Dermatitis atopik juga dapat disebabkan faktor eksternal, seperti cuaca musim dingin, kering, suhu panas, dan kulit yang kurang lembap.

Baca Juga: Apa Bedanya Dermatitis Seboroik dan Dermatitis Atopik?

Gejala Dermatitis Atopik pada Anak

tanda dermatitis atopik
Foto: tanda dermatitis atopik

Dalam jurnal Immunology and Allergy Clinics of North America, dermatitis atopik merupakan dermatitis kronis, yang umumnya berkembang pada anak usia dini, dan memiliki distribusi yang bergantung pada usia.

Gejala dermatitis atopik pada anak dapat muncul dan hilang, atau terjadi sepanjang waktu. Setiap area tubuh mungkin bisa memiliki wilayah dermatitis atopik.

Pada bayi, gejalanya bisa memengaruhi wajah, leher, kulit kepala, siku, dan lutut.

Pada anak-anak, gejala biasanya memengaruhi kulit di dalam siku, di belakang lutut, sisi leher, di sekitar mulut, dan di pergelangan tangan, pergelangan kaki, dan tangan.

Mengutip National Eczema, gejala dermatitis atopik meliputi:

  • Kulit kering, bersisik
  • Kemerahan
  • Gatal
  • Retak di belakang telinga
  • Ruam pada pipi, lengan dan / atau kaki
  • Luka terbuka, atau berkerak

Baca Juga: Mengenal Eczema, Penyakit Kulit Yang Sering Diderita Balita

Dermatitis Atopik yang Muncul Kembali Saat Dewasa

dermatitis atopik pada dewasa
Foto: dermatitis atopik pada dewasa

Dermatitis atopik lazim terjadi pada anak-anak, tetapi apakah ada kemungkinan mereka yang mengalami kondisi kulit ini di masa kecil tidak dapat memilikinya ketika dewasa?

Menurut American Academy of Dermatology, bahkan mereka yang semasa kecilnya pernah mengalami dermatitis atopik dapat terserang kembali ketika dewasa.

Beberapa orang dewasa yang menderita dermatitis atopik, pernah memilikinya sejak kecil.

Kemungkinan, dermatitis atopik pada anak akan menghilang sementara, dan kembali setelah bertahun-tahun kemudian. Tetapi ketika datang kembali, seringkali jauh lebih ringan.

Namun, bagi beberapa anak, kondisi dermatitis atopik tidak pernah hilang dan dapat penyakit seumur hidup.

Baca Juga: Hati-Hati Merawatnya, Ini 4 Penyakit Kulit yang Sering Menyerang Bayi

Perbedaan Dermatitis Atopik Anak dan Dewasa

perbedaan dermatitis atopik anak dan dewasa
Foto: perbedaan dermatitis atopik anak dan dewasa

Dokter kulit mendiagnosis kondisi ini sebagai adult-onset atopic dermatitis, jika belum pernah mengalami dermatitis atopik sebelumnya.

Bahkan jika seorang dewasa mengalami dermatitis atopik saat anak-anak, ketika dewasa kulit tersebut dapat terlihat dan terasa berbeda. Pada orang dewasa, kulit cenderung sangat kering dan bersisik di wilayah dermatitis atopik.

Jika seseorang telah mengalami kondisi kulit ini selama bertahun-tahun, bercak kulit mungkin terasa tebal, kasar, dan lebih gelap (atau lebih terang) daripada kulit di sekitarnya.

Wilayah kulit dengan dermatitis atopik pada orang dewasa juga berbeda dari anak-anak. Pada orang dewasa, kemungkinan besar terbentuk di satu atau lebih area ini:

  • Bagian belakang lutut
  • Lipatan dalam siku
  • Bagian belakang leher
  • Wajah

Orang dewasa, juga seringkali memiliki dermatitis atopik di daerah sekitar mata, dengan kondisi kulit lebih tebal dan lebih gelap melingkari mata, dan kulit juga cenderung sangat gatal.

Jadi, ternyata orang yang pernah mengalami dermatitis atopik pada anak, bisa mengalaminya kembali ketika dewasa. Bahkan, yang tidak pernah terkena dermatitis atopik saat masih kecil, bisa mengalaminya ketika dewasa!

(AP/DIN)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.