22 Maret 2020

Disleksia pada Anak, Begini Tips Ajari Si Kecil Membaca dan Menulis

Dibutuhkan kesabaran dan jangan memaksakan Si Kecil ya, Moms

Kondisi disleksia pada anak dapat menyebabkan Si Kecil sulit membaca dan menulis. Tetapi, bukan berarti setiap anak yang kesusahan membaca dan menulis mengalami disleksia.

Karena itu, untuk mengetahui lebih lanjut apakah Si Kecil memiliki kondisi disleksia, Moms perlu memeriksakan ke dokter anak agar dapat memastikan lebih lanjut.

Keterlambatan dalam mengidentifikasi disleksia pada anak bisa menciptakan masalah membaca yang lebih parah, bahkan berlanjut hingga dewasa. Bila anak mengalami disleksia, maka Moms harus segera mengarahkannya untuk belajar membaca dan menulis dengan metode khusus.

Mengajari Membaca dan Menulis dengan Kondisi Disleksia pada Anak

disleksia pada anak-1
Foto: disleksia pada anak-1

Foto: Orami Photo Stock

Sebelum mengajari anak disleksia untuk belajar membaca dan menulis, Moms perlu mencari tahu sebanyak mungkin mengenai disleksia pada anak untuk melihat kemungkinan yang dapat dilakukan.

Akan tetapi, selalu pastikan bahwa informasi yang didapat berasal dari sumber terpercaya, seperti dokter anak atau psikolog anak.

Berikut cara efektif mengajari anak disleksia untuk belajar membaca dan menulis yang bisa dilakukan.

Baca Juga: Terapkan 8 Cara Ini Agar Bayi Suka Membaca

1. Latihan Secara Rutin

Ajaklah anak untuk melakukan latihan membaca dan menulis secara rutin. Hal yang sering dilakukan biasanya akan berubah menjadi kebiasaan, atau dalam peribahasa disebut "bisa karena terbiasa".

Namun, jangan menekan atau memaksa mereka karena akan membuat anak malas untuk belajar. Berilah dukungan, kesabaran, dan pengertian pada anak dengan kondisi disleksia agar merasa nyaman dalam belajar.

2. Buat Pelajaran Lebih Menarik

Anak dengan kondisi disleksia kesulitan memahami kata-kata, apalagi jika yang dibaca adalah buku dengan teks panjang. Oleh sebab itu, sebaiknya Moms mengajarkan cara membaca dan menulis dengan lebih menarik untuk mempermudah proses belajarnya.

Misalnya, dengan menggunakan berbagai media, seperti suara, gambar, video, ataupun animasi untuk mengajak anak mempelajari huruf, angka, mengeja, membaca, dan menulis.

Selain itu, Moms juga bisa mengajak Si Kecil untuk membaca buku favoritnya, atau komik bergambar agar membuatnya tertarik untuk membaca. Lalu, minta anak untuk menceritakan ulang atau menulis kata dalam buku tersebut secara acak untuk melatih kemampuannya.

Baca Juga: 4 Latihan Mudah Untuk Si Kecil Yang Baru Belajar Berjalan

3. Menyanyikan Lagu dan Menempel Poster Abjad Angka

Perlu diketahui, kondisi disleksia pada anak juga memengaruhi dirinya yang bisa kesulitan dalam menyebutkan urutan abjad.

Untuk membantu proses belajarnya, Moms bisa menyanyikan lagu abjad dengan sering, atau menunjukkan video yang memperlihatkan bentuk abjad dan urutannya, sehingga dapat membantu Si Kecil lebih mudah mengingat.

Bisa juga Moms menempelkan poster abjad dan angka di kamar anak, agar membuat dirinya selalu melihat poster tersebut.

4. Memberi Anak Waktu untuk Beristirahat

Meski harus tegas dalam mengajarkan anak belajar dan membaca, tetapi Moms juga harus tetap memberi anak waktu istirahat. Jangan membuat anak dengan kondisi disleksia merasa berbeda sehingga harus terus belajar.

Lebih baik jika setelah belajar membaca dan menulis, Moms memberi anak waktu istirahat. Selain itu, Moms juga bisa memberinya makanan favorit atau mengajak bermain agar anak merasa senang dan semangat belajar kembali.

Baca Juga: 5 Cara Mengajarkan Balita Menulis Namanya

Kapan Harus Mengajari Anak Disleksia Membaca dan Menulis?

disleksia pada anak-2
Foto: disleksia pada anak-2

Foto: Orami Photo Stock

Sebenarnya, kondisi disleksia pada anak tidak memiliki waktu yang pasti untuk mengajarkannya membaca dan menulis. Namun, jika Moms telah mengetahui anak mengalami disleksia, maka harus segera ditangani.

Penanganan dini dapat meningkatkan keberhasilan dalam mengendalikan disleksia pada anak. Moms dapat mengajarinya membaca dan menulis sesegera mungkin dengan bantuan dokter anak.

Tindakan ini bertujuan untuk mencegah kondisi disleksia pada anak yang dialami tidak semakin buruk seiring waktu, atau membuat Si Kecil malu karena belum bisa baca tulis meski sudah sekolah.

Saat usianya masih 6 bulan atau kurang dari 6 bulan, Moms dapat mulai membacakan buku cerita agar anak tertarik untuk membaca. Setelah anak sudah cukup besar, kurang lebih usia prasekolah atau sekitar 4-6 tahun, ajak Si Kecil membaca buku dan menulis bersama.

Moms harus terus mendorongnya untuk berlatih membaca dan menulis, serta tunjukkan bahwa hal tersebut juga menyenangkan untuk dilakukan.

Akan tetapi, jangan memaksa anak untuk belajar terlalu dini. Meskipun sebetulnya sah-sah saja jika Moms ingin mengajarkan anak belajar membaca dan menulis di usia dini.

Meskipun mengajari anak disleksia membaca dan menulis yang diselingi bermain akan membuatnya gembira, tetapi ingat bahwa jangan sampai memaksa mereka.

Paksaan bagi anak bisa dianggap sebagai ancaman, sehingga nantinya malah membuat mereka bosan, frustrasi, dan merasa tidak suka untuk belajar. Oleh sebab itu, Moms penting mempertimbangkan kesiapan anak dalam belajar.

Selain itu, berilah banyak pujian ketika mengajarkan anak membaca dan menulis. Pujian dan dukungan yang diberikan oleh orang tua dapat membuat mereka senang dan antusias untuk belajar lagi.

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

Sumber: sehatq.com

Konten ini merupakan kerja sama yang bersumber dari SehatQ

Isi konten di luar tanggung jawab Orami Parenting

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.