Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Rupa-rupa | Aug 16, 2018

Dukung Pentingnya 1.000 Hari Pertama Anak, Aplikasi Teman Bumil Tambah Fitur Tumbuh Kembang Anak

Bagikan


Seribu hari pertama kehidupan anak adalah masa-masa emas. Pada seribu hari pertama yang dihitung sejak masih dalam kandungan itu, anak-anak harus mendapatkan gizi dan stimulasi yang baik untuk bisa bertumbuh dan kembang secara maksimal.

Pada seribu hari pertama yang dikenal juga sebagai golden period itu, anak-anak bertumbuh dan kembang dengan sangat pesat. Saat usianya mereka menginjak 2 tahun, perkembangan otak mereka sudah mencapai 80 persen otak orang dewasa.

“Itu artinya, kemampuan berpikir mereka sudah hampir sama dengan orang dewasa. Karena itu, seribu hari pertama kehidupan anak harus berjalan dengan baik tanpa gangguan,” kata dr Margareta Komalasari, Sp.A dari Brawijaya Women & Children Hospital pada media gathering Teman Bumil di Djakarta Theater XXI, Rabu (15/8).

Dr Margareta mengingatkan, tumbuh dan kembang anak harus seiring sejalan. Mereka bukan saja harus bertambah ukuran fisiknya, tapi juga bertambah kemampuan struktur dan fungsi tubuhnya menjadi lebih kompleks.

“Contohnya kemampuan bayi bertambah dari berguling menjadi duduk, berdiri, dan berjalan,” jelasnya.

Sayangnya, hal tersebut belum sepenuhnya bisa berjalan dengan baik. Menurut penelitian, ternyata angka kejadian gangguan tumbuh kembang anak cukup tinggi. Riset Kesehatan Dasar 2013 menyebutkan angka kejadian anak pendek akibat masalah gizi di Indonesia sebesar 37,2 persen.

Jika dibiarkan, anak akan mengalami stunting. Stunting bukan hanya pendek secara fisik. Kemampuan otak mereka pun tidak bisa berkembang secara maksimal. IQ mereka beberapa poin lebih rendah dari anak yang tumbuh normal.

Salah satu pemicu terjadinya gangguan tumbuh kembang ini adalah karena tidak semua orang tua memantau tumbuh kembang anak mereka. Aplikasi Teman Bumil melakukan survei online kepada 1.200 orang tua tentang pemantauan tumbuh kembang anak.

Hasilnya, ditemukan bahwa hanya 37 persen orang tua yang memantau rutin tumbuh-kembang si Kecil tiap bulan. Sebanyak 2,6 persen rutin mencatat tumbuh-kembang si Kecil tiap minggu dan sebanyak 3,7 persen tidak pernah melakukannya. Sisanya, sebanyak 42 persen hanya memantau ketika kunjungan ke dokter.

Kecenderungan orang tua untuk mencatat tumbuh-kembang anak di Kartu Menuju Sehat kadang menyulitkan. Sebanyak 23 persen responden kesulitan mengingat jadwal imunisasi Si Kecil,karena KMS hilang. Dan, sebanyak 98 persen responden mengatakan akan sangat terbantu dengan KMS digital yang bisa diakses lewat gadget.

Baca Juga : Kenali Tanda Keterlambatan Perkembangan Fisik Bayi 0-12 Bulan

Aplikasi Teman Bumil Hadirkan Fitur Tumbuh Kembang Anak

Setelah sukses menjadi panduan ibu hamil alias bumil, aplikasi Teman Bumil mencoba menjawab tantangan sekaligus keresahan para ibu di era milenial ini.

Jika KMS yang mencatat tumbuh kembang anak bisa hilang dengan mudah sementara ponsel tidak boleh lepas dari pandangan barang sedetik pun, Teman Bumil mencoba menggabungkan keduanya.

Teman Bumil kini menghadirkan fitur baru, yakni fitur tumbuh kembang anak. Co-Founder Teman Bumil Robyn Soetikno mengatakan, fitur baru ini juga bisa jadi KMS digital. Semua perkembangan Si Kecil bisa dipantau melalui aplikasi tersebut.

“Para ibu juga akan dimudahkan dengan fitur Checklist yang menjadi reminder jadwal imunisasi anak,” jelas Robyn.

Robyn mengatakan, fitur baru ini akan memudahkan orang tua memantau tumbuh kembang anak. Jadi, ketika tumbuh kembang anak ternyata tidak sesuai dengan grafik, Moms bisa langsung berkonsultasi dengan dokter.

“Semakin dini masalah tumbuh-kembang didiagnosis, kemungkinan bisa diperbaikinya semakin besar pula,” tambah dr Margareta.

Sandra Dewi yang sudah menggunakan aplikasi ini sejak hamil tahun lalu juga merasakan bahwa aplikasi ini sangat bermanfaat untuk dirinya yang punya anak bayi.

“Saya rutin memantau tumbuh-kembang Rafa dengan Teman Bumil. Mudah dan praktis karena hanya tinggal menggunakan ponsel,” ungkap dia.

Aplikasi Teman Bumil memungkinkan Moms untuk menggunakan beberapa pilihan penggunaan sekaligus. Jadi, jika Moms sedang hamil dan memiliki seorang anak atau lebih di bawah usia 3 tahun, Moms bisa memantau perkembangan janin dan tumbuh kembang si Kecil sekaligus di aplikasi ini.

Teman Bumil Tumbuh-Kembang memiliki cukup banyak fitur, seperti checklist, grafik tumbuh kembang Si Kecil, album Si Kecil, artikel dan tips, agenda imunisasi dan jadwal konsultasi dokter, serta forum untuk sharing dan berbagi berita dengan Moms lain di Forum Teman Bumil!

Nah, ternyata seiring dengan perkembangan zaman, Moms tidak perlu khawatir lagi kalau KMS berbentuk kertas yang kadang terselip atau hilang. Sekarang sudah ada aplikasi yang bisa membantu Moms untuk mencatat tumbuh kembang Si Kecil.

(AND)

Foto: Teman Bumil

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.