02 April 2020

3 Faktor Utama yang Memengaruhi Perilaku Balita, Wajib Tahu!

Inilah sebagian faktor yang turut membentuk perilaku Si Kecil selama ini

Tiap anak memiliki kepribadian yang berbeda-beda. Kadang anak menunjukkan perilaku yang positif, namun, di saat lain Si Kecil bisa bersikap kurang baik dan tidak menurut pada ucapan Moms dan Dads.

Hal itu mungkin membuat orang tua bertanya-tanya; sebenarnya apa faktor yang memengaruhi perilaku balita?

Dikutip dari Mayo Clinic, anak usia balita melalui fase perkembangan yang penting dalam hidup mereka. Si Kecil merasa dirinya sudah bisa mandiri, namun, pada kenyataannya mereka masih memerlukan bantuan atau bimbingan dari orang dewasa.

Selain itu, anak usia balita juga cenderung “menantang” aturan atau batasan yang ada. Saat upaya mereka tidak berhasil, anak bisa merasa kecewa. Padahal, di saat yang sama, Si Kecil juga masih belajar memahami apa yang dimaksud dengan rasa kecewa.

Kumpulan perasaan atau emosi yang rumit itu dapat membuat anak tantrum dan memperlihatkan perilaku yang tidak baik.

Baca Juga: Rhinitis Alergi pada Balita Bisa Jadi Penyebab Masalah Perilaku?

Faktor yang Memengaruhi Perilaku Balita

Yuk, Moms, cari tahu apa saja faktor yang memengaruhi perilaku balita.

1. Pengasuhan Orang Tua

man-in-blue-long-sleeve-shirt-carrying-girl-in-brown-sweater-3822714.jpg
Foto: man-in-blue-long-sleeve-shirt-carrying-girl-in-brown-sweater-3822714.jpg

Foto: Pexels

Dalam esai berjudul Risk Factors Contributing Children Behavior Problem yang diterbitkan di UK Essay, disebutkan faktor pengasuhan orang tua turut memengaruhi baik atau buruknya perilaku anak.

Orang tua yang kurang terlibat dalam pengasuhan anak, yang terlalu membatasi, atau yang kurang memberi perhatian pada anak akan berdampak langsung terhadap perilaku buruk anak.

Baca Juga: Kemunduran Perilaku dan Kemampuan Balita di Usia Tertentu, Normalkah?

2. Waktu Tidur

kid-sleep-bed.jpg.1440x960_q100_crop-scale_upscale.jpg
Foto: kid-sleep-bed.jpg.1440x960_q100_crop-scale_upscale.jpg

Foto: MNN

Moms dan Dads perlu memahami bahwa waktu tidur merupakan salah satu faktor yang memengaruhi perilaku balita. Waktu tidur yang cukup akan berdampak pada perkembangan anak secara umum, termasuk perkembangan otaknya.

Sehari-hari, Si Kecil aktif bermain dan bergerak ke sana ke mari. Untuk mengimbangi tingkat aktivitasnya itu, ia membutuhkan istirahat yang cukup.

Dikutip dari Raising Children, anak usia 3–5 tahun membutuhkan waktu tidur sebanyak 11–13 jam tiap malam, ditambah tidur siang selama kurang lebih 1 jam.

3. Pemberian Stimulasi

toddlers-playing-indoors-3661456.jpg
Foto: toddlers-playing-indoors-3661456.jpg

Foto: Pexels

Anak balita perlu mendapat stimulasi untuk mendukung tumbuh kembangnya. Namun, pemberian stimulasi yang tidak tepat malah dapat membuat anak kewalahan dan akhirnya bermanifestasi pada perilaku buruk.

Sebagian orang tua mungkin tidak menyadari bahwa pemberian stimulasi merupakan faktor yang memengaruhi perilaku balita.

Maka, pastikan Si Kecil mendapatkan stimulasi yang sesuai dengan usia dan tahap perkembangannya, dan diberikan di lingkungan yang kondusif.

Misalnya, anak usia 4 tahun umumnya sedang senang bersosialisasi. Beri ia kesempatan untuk bermain dengan sebaya di lingkungan rumah atau Moms dapat mengajaknya playdate.

Baca Juga: 5 Perilaku Menyebalkan Balita yang Justru Bermanfaat untuk Tumbuh Kembangnya

Nah, itulah faktor utama yang memengaruhi perilaku balita Moms. Jadi, selalu perhatikan betul ya.

(AN)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.