13 April 2020

Fungsi Amandel pada Anak Tak Lagi Optimal setelah Usia 4 Tahun, Benarkah?

Amandel bisa hasilkan antibodi untuk lawan infeksi

Amandel merupakan salah satu bagian dari sistem kekebalan tubuh yang berlokasi di saluran pernapasan. Tidak hanya orang dewasa, tetapi terdapat juga amandel pada anak.

Mengutip CHOC Children's, amandel bisa menghasilkan antibodi untuk melawan infeksi. Tetapi, terkadang amandel juga bisa terinfeksi dan bengkak, sehingga menyebabkan tonsilitis yang umum terjadi pada anak-anak.

Lalu, apakah amandel tidak memiliki manfaat lagi setelah Si Kecil berusia 4 tahun? Berikut ini penjelasannya.

Baca Juga: 3 Penyebab Radang Amandel pada Bayi, Jangan Dibiarkan ya Moms!

Amandel pada Anak Bekerja Efektif di Bawah Usia 3 Tahun

amandel pada anak-1
Foto: amandel pada anak-1

Foto: Orami Photo Stock

Amandel pada anak bekerja efektif sebagai organ limfoid pertahanan tubuh untuk Si Kecil usia di bawah 3 tahun. Seiring bertambah usia, jaringan limfoid lain tumbuh dan bisa berfungsi sebagai pelindung tubuh.

"Seiring perkembangan usia, jaringan limfoid lainnya yang dikenal dengan kelenjar getah bening tubuh, terus tumbuh dan makin efektif sebagai sistem imun atau pertahanan tubuh," jelas dr. Edo Wira Candra, Sp. THT-KL, MKes, FICS, Dokter Spesialis THT (Telinga, Hidung & Tenggorokan), Bedah Kepala & Leher RS Pondok Indah - Pondok Indah.

Tetapi, durasi efektivitas amandel sebagai perlindungan tubuh dapat bervariasi pada setiap orang. Diperlukan penilaian lebih lanjut, terkait seberapa sering infeksi amandel terjadi.

Melansir Standford's Children Health, amandel yang sehat berbentuk benjolan kecil bundar di bagian belakang tenggorokan di kanan dan kiri, yang terlihat tepat di atas lidah.

Baca Juga: Perawatan Radang Amandel di Rumah

Sering Infeksi Pertanda Amandel Tak Bisa Bekerja Optimal

amandel pada anak-2
Foto: amandel pada anak-2

Foto: Orami Photo Stock

Insiden radang amandel mencapai puncaknya terjadi pada usia 4-7 tahun. Jika amandel Si Kecil kerap mengalami infeksi atau radang, hal ini menandakan bahwa amandel tersebut tidak lagi bekerja dengan optimal.

"Dalam kondisi sering infeksi berulang, ini menandakan bahwa tonsil tidak lagi mampu bekerja secara optimal dan cenderung menjadi tempat persinggahan bakteri dan tumbuhnya bakteri," jelas dr. Edo.

Selain itu, fungsi amandel pada anak juga akan terus menurun akibat setiap kali mengalami peradangan, disertai proses fibrosis atau seperti pengapuran selama fase penyembuhan.

"Kejadian yang berulang-ulang ini dampaknya akan membuat ukuran amandel terus membesar dan tidak kembali mengecil setelah penyembuhan infeksi," lanjutnya.

Baca Juga: 4 Tanda Amandel Anak Bengkak, Waspada!

Ada Komplikasi Lain Jika Amandel pada Anak Membesar

amandel pada anak-3
Foto: amandel pada anak-3 (Orami Photo Stocks)

Foto: Orami Photo Stock

Dalam jurnal GMS Current Topics in Otorhinolaryngology, Head and Neck Surgery, secara umum infeksi amandel tanpa komplikasi dapat sembuh dalam 3-4 hari.

Namun, ada komplikasi lain yang jarang tetapi serius setelah terjadinya radang amandel. Komplikasi tersebut seperti glomerulonefritis, dan demam rematik, yang memicu kardiomiopati dan nyeri sendi seperti rematik.

"Ketika ukuran tonsil atau amandel menjadi besar hingga tahap tertentu, maka sering muncul risiko lainnya, yakni sumbatan jalan napas sehingga anak berisiko mendengkur, sleep apnea, hingga kesulitan menelan," terang dr. Edo.

Karena itu, sebaiknya Moms berkonsultasi ke dokter jika merasa Si Kecil sering mengalami infeksi amandel. Penanganan di awal juga dapat membantu mengurangi risiko komplikasi amandel pada anak.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.