20 Desember 2020

Perawatan Radang Amandel di Rumah, Moms Perlu Tahu!

Apakah ada makanan dan minuman yang perlu dipantang?

Radang amandel atau tonsilitis umum dialami oleh anak-anak. Kondisi ini tidak perlu selalu dikonsultasikan ke dokter, kok, Moms. Si Kecil juga bisa sembuh dari radang amandel dengan perawatan di rumah.

Apa Itu Amandel?

Amandel merupakan nama awam untuk salah satu bagian tonsil, yaitu tonsil palatina, yang letaknya berada di rongga mulut bagian belakang dan melingkari pangkal lidah. Fungsi amandel ini banyak, salah satunya menjadi benteng pertahanan terdepan dalam menangkis serangan kuman dan penyakit yang masuk lewat mulut dan hidung.

Kenapa amandel bisa meradang? Penyebabnya tentu saja infeksi dari kuman, entah virus, bakteri, atau jamur. Namun, yang paling sering adalah diakibatkan oleh virus atau bakteri, seperti virus influenza dan bakteri streptokokus yang sering menyebabkan radang tenggorokan.

Diagnosis Radang Amandel pada Anak

Diagnosis Amandel pada Anak
Foto: Diagnosis Amandel pada Anak (Familydoctor.org)

Foto: Orami Stock Photos

Sebenarnya, siapapun dan pada usia berapa pun, bisa terkena tonsilitis. Tetapi, biasanya, radang amandel paling sering terjadi pada anak-anak dan remaja yang berusia 5 sampai 15 tahun.

Jika Moms melihat tanda-tanda radang amandel pada anak, sebaiknya segera bawa anak ke dokter untuk diagnosis pastinya. Dokter akan bertanya mengenai gejala dan selanjutkan akan dilakukan pemeriksaan. Mereka akan memeriksa bagian dalam mulut, bagian belakang tenggorokan, dan leher.

Kalaupun Si Kecil diperiksa oleh dokter dan diberi obat-obatan, perawatan di rumah akan membantu mempercepat penyembuhan.

Baca Juga: Mengenal Radang Amandel

Tanda-tanda Radang Amandel pada Anak

tanda masalah amandel
Foto: tanda masalah amandel (Npr.org)

Foto: Orami Photo Stock

Berikut ini adalah tanda-tanda radang amandel yang bisa Moms deteksi pada anak:

1. Fokusnya Terganggu

Tanda radang amandel pada anak yang pertama adalah fokusnya terganggu. Jika anak mengalami masalah seperti hiperaktif, kurangnya perhatian, atau kinerja buruk di kelas atau terlihat murung, frustrasi, lelah, dan mudah ngambek, bisa jadi anak mengalami masalah dengan amandelnya.

Amandel yang membesar dan kelenjar gondok dapat menghalangi jalan napas anak saat tidur, sehingga menyebabkan sleep apnea, suatu kondisi di mana anak berhenti bernapas sebentar dan bangun berulang kali di malam hari.

2. Sering Mendengkur

Tanda radang amandel pada anak yang selanjutnya adalah sering mendengkur. Tanda selanjutnya yang perlu Moms perhatikan adalah saat anak sering mendengkur.

Kadang-kadang amandel dan adenoid membesar, sehingga bisa menghalangi jalan napas anak saat dia tidur serta menyebabkannya mendengkur.

Berdasarkan jurnal pada U.S. National Library of Medicine, ada hubungan signifikan terjadi antara ukuran amandel dan frekuensi mendengkur.

Jika Moms atau suami sering mendengkur ketika masih kecil, anak mungkin akan mengikuti. Ketika ia tidur, otot-otot tenggorokannya rileks, dan jumlah ruang untuk aliran udara di sekitar amandel besarnya berkurang.

3. Selalu Radang Tenggorokan

Moms and Dads selalu perhatikan Si Kecil jika terus menerus mengalami radang tenggorokan. Ini juga bisa menjadi tanda radang amandel pada anak. Ketika amandel terinfeksi dan membesar, akan terasa sakit saat menelan.

Tonsilitis sering disebabkan oleh virus, biasanya anak Moms biasanya akan membutuhkan lebih dari banyak cairan dan istirahat. Namun, tonsilitis juga dapat disebabkan oleh bakteri radang tenggorokan.

4. Bernapas dengan Mulut

Cek pernapasan Si Kecil, apakah ia bernapas lewat hidung atau mulut. Perhatikan jika Si Kecil bernapas melalui mulut, di mana terjadi ketika amandel dan kelenjar gondoknya membesar. Anak Moms mungkin merasa seolah-olah hidungnya tersumbat, sehingga Si Kecil akan mulai bernapas lebih banyak melalui mulutnya.

Reaksi berantai dari tanda masalah amandelnya adalah saat ia bernapas melalui mulut untuk waktu yang lama, air liur di mulutnya dapat dengan cepat mengering.

"Kekeringan menciptakan lingkungan yang ramah bagi bakteri yang meningkatkan risiko terkena gigi berlubang," kata John Rutkauskas, kepala eksekutif dari American Academy of Pediatric Dentistry di Chicago.

Baca Juga: 5 Penyebab Paling Umum Sakit Tenggorokan Pada Anak dan Cara Mengatasinya

Ini Cara Perawatan Radang Amandel di Rumah

Lalu, apa saja yang Moms perlu lakukan untuk Si Kecil saat ia terkena radang amandel?

1. Memberikan Makanan dan Minuman yang Terasa Nyaman di Tenggorokan

sup untuk radang amandel
Foto: sup untuk radang amandel

Foto: onelovelylife.com

Beri cairan ekstra pada Si Kecil dalam bentuk minuman maupun makanan berkuah. Tujuannya agar Si Kecil terhindar dari dehidrasi dan supaya rasa kering dan sakit di tenggorokan berkurang.

Beberapa jenis makanan dan minuman dapat membuat Si Kecil merasa nyaman dan membantu meredakan gejala radang amandel. Contohnya:

  1. Makanan berkuah hangat atau minuman hangat seperti sup, kaldu, serta teh. Teh herbal yang mengandung bahan seperti madu, pektin, atau gliserin dapat membentuk lapisan pelindung pada membran mukus di mulut dan tenggorokan, sehingga iritasi reda.
  2. Makanan dan minuman dingin yang lunak bisa mematirasakan tenggorokan dan berfungsi sebagai pereda nyeri sementara. Contohnya adalah es loli yang memberikan cairan ekstra sekaligus meredakan sakit tenggorokan, smoothies dingin, atau air es.
  3. Makanan lunak yang mudah ditelan. Misalnya bubur ayam, bubur sumsum, roti, dan sebagainya.

Seperti tertulis di situs web The Royals Children’s Hospital Melbourne, sebenarnya tidak ada pantangan makanan dan minuman saat radang amandel. Namun, memakan makanan yang keras dan tajam bisa terasa tidak nyaman dan menyakitkan.

Baca Juga: Radang Amandel Tidak Boleh Minum Es?

Makanan keras dapat melukai tenggorokan, menyebabkan iritasi dan peradangan. Karena itu, sebaiknya hindari makanan seperti:

  • Keripik
  • Cracker
  • Sereal kering
  • Roti bakar
  • Wortel mentah
  • Apel segar

2. Kumur-kumur dengan Air Garam

kumur air garam saat radang amandel
Foto: kumur air garam saat radang amandel

Foto: images.reference.com

Berkumur dengan air garam dapat menghilangkan sakit atau gatal di tenggorokan sementara. Sebaiknya cara ini dilakukan oleh balita yang sudah bisa berkumur. Jika tidak, Si Kecil berisiko tersedak.

Untuk membuat air garam, campurkan ¼ sendok teh garam ke 240 ml air hangat. Aduk sampai garam larut, lalu minta Si Kecil berkumur selama beberapa detik sebelum membuangnya.

Baca Juga: Mengenal Penyebab dan Cara Atasi Radang Amandel pada Anak

3. Jangan Berteriak-teriak

radang amandel
Foto: radang amandel

Foto: Kevin Fai from Pexels

Pembekakan di tenggorokan bisa membuat suara menjadi serak bahkan habis. Jika Si Kecil berteriak-teriak, iritasinya malah akan semakin parah.

Kalau berbicara terasa menyakitkan, Si Kecil perlu mengistirahatkan suaranya. Jika perlu, ajak ia ke dokter. Sebab, kesulitan berbicara bisa mengindikasikan komplikasi.

4. Banyak Beristirahat

istirahat saat radang amandel
Foto: istirahat saat radang amandel

Foto: earth911.com

Beristirahat memungkinkan tubuh melawan infeksi virus maupun bakteri. Sebaiknya Si Kecil di rumah saja sampai demam reda dan ia dapat menelan lagi, biasanya 3-4 hari.

Seperti ditulis oleh situs web Medical News Today, tetap masuk sekolah saat mengalami radang amandel tidak hanya membuat Si Kecil sembuh lebih lama, tapi juga membuat orang lain berisiko terinfeksi.

Baca Juga: 4 Cara Mengobati Radang Amandel Anak dengan Bahan Alami

5. Minum Obat

Minum obat radang amandel.jpg
Foto: Minum obat radang amandel.jpg (Orami Photo Stock)

Foto: imagesvc.meredithcorp.io

Analgesik pereda nyeri dapat meredakan sakit tenggorokan, demam, dan gejala tonsilitis lainnya. Meminum obat tersebut secara rutin dapat membuat nyeri tak terasa sepanjang hari.

Contoh analgesik adalah parasetamol, ibuprofen, dan asetaminofen yang dijual bebas. Jangan berikan aspirin pada Si Kecil karena dapat menyebabkan penyakit yang membahayakan nyawa.

6. Meningkatkan Kelembapan Ruangan

humidifier untuk radang amandel
Foto: humidifier untuk radang amandel

Foto: i.ytimg.com

Udara yang kering malah semakin mengiritasi tenggorokan. Karena itu, sebaiknya gunakan humidifier dengan uap sejuk.

Alat ini melepas kelembapan ke udara sehingga dapat meredakan rasa tidak nyaman di tenggorokan. Sebaiknya bersihkan humidifier setiap hari untuk mencegah pertumbuhan bakteri dan jamur yang berbahaya.

Moms tidak punya humidifier? Moms bisa memandikan Si Kecil dengan air hangat agar ia menghirup uap panasnya.

Baca Juga: Moms, Ini Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobati Radang Amandel pada Si Kecil

7. Berikan Anak Teh Hangat dengan Madu Mentah

mengobati radang amandel
Foto: mengobati radang amandel

Foto: Orami Photo Stock

Minuman hangat seperti teh bisa membantu mengurangi rasa tidak nyaman yang bisa terjadi akibat tonsilitis. Madu mentah, sering ditambahkan ke dalam teh, memiliki sifat antibakteri yang kuat, dan dapat membantu mengobati infeksi yang menyebabkan radang amandel.

Minum teh hangat, bukan panas, dan aduk madu hingga larut. Teh tertentu dapat memperkuat manfaat pengobatan rumahan ini. Teh jahe, misalnya, adalah anti-inflamasi yang kuat, seperti halnya teh adas, yang dapat membantu mengurangi peradangan dan ketidaknyamanan.

8. Makan Es Loli dan Es Krim

mengobati radang amandel
Foto: mengobati radang amandel (tasteofhome.com)

Foto: Orami Photo Stock

Dingin bisa sangat efektif dalam mengobati rasa sakit, pembengkakan, dan pembengkakan yang sering disertai tonsilitis. Es loli, minuman beku seperti ICEE, dan makanan beku seperti es krim dapat sangat membantu anak kecil yang tidak dapat menggunakan pengobatan rumahan lainnya dengan aman. Anak-anak yang lebih besar dan orang dewasa juga bisa mengisap es batu.

Permen pelega tenggorokan (lozenges) tidak disarankan karena dapat membuat Si Kecil tersedak. Beberapa produk juga mengandung benzocaine yang tidak disarankan untuk anak di bawah usia dua tahun. Spray tenggorokan dan obat kumur pun tidak direkomendasikan untuk anak kecil.

Radang amandel biasanya sembuh dalam beberapa hari. Namun, jika Si Kecil mengalami sakit tenggorokan lebih dari dua hari, sangat lemas, demam lebih dari tiga hari atau sembuh dan kambuh lagi, serta sulit menelan, bernapas, dan membuka mulut, sebaiknya konsultasikan ke dokter.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.