Scroll untuk melanjutkan membaca

PERNIKAHAN & SEKS
27 September 2022

Beragam Hadits Rezeki Suami Tergantung Istri, Moms Wajib Tahu!

Salah satu hadits menyatakan, rezeki suami adalah rezeki istri
Beragam Hadits Rezeki Suami Tergantung Istri, Moms Wajib Tahu!

Hadits rezeki suami tergantung istri benar adanya. Sehingga menghasilkan anekdot yang lucu untuk keluarga.

Ada anekdot yang menyampaikan bahwa rezeki suami adalah rezeki istri, sementara rezeki istri adalah rezeki istri.

Meskipun anekdot dan ada humor di dalamnya, namun istilah tersebut tidak muncul begitu saja, Moms.

Istilah tersebut muncul dari hadits rezeki suami tergantung istri. Moms sebagai seorang istri, tentu wajib tahu.

Ini supaya rezeki Moms dan Dads semakin melimpah dan berkah untuk kehidupan yang lebih bahagia lagi.

Baca Juga: Ini 5 Tanda Suami Moms Setia, Suami Idaman Banget!

Hadits Rezeki Suami Tergantung Istri

Istri dan suami yang berbahagia

Foto: Istri dan suami yang berbahagia (iStockphoto.com)

Rasulullah SAW merupakan teladan bagi setiap umat muslim. Salah satu perintahnya adalah untuk memuliakan istri dan keluarga.

Bahkan Rasulullah menyampaikan bahwa seorang lelaki yang mampu memuliakan istrinya merupakan seorang lelaki yang paling mulia.

Tentu Moms sebagai perempuan dan seorang istri juga ingin dimuliakan oleh Dads kan?

Perintah dari Rasulullah SAW tersebut disampaikan dalah hadits rezeki suami tergantung istri dalam bahasa Arab dan artinya di bawah ini:

خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لأَهْلِى

Artinya: “Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik pada keluarganya. Aku sendiri adalah orang yang paling baik pada keluargaku.” (HR. Tirmidzi, no. 3895).

Selain hadits di atas yang merujuk pada hadits rezeki suami tergantung istri. Rasulullah SAW pun pernah bersabda yang diriwayatkan oleh At-Tarmidzi dan Ibu Majah, yaitu:

"Orang yang imannya paling sempurna di antara kaum mukminin adalah orang yang paling bagus akhlaknya di antara mereka, dan sebaik-baik kalian adalah yang terbaik akhlaknya terhadap istrinya" (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Dari kedua hadits rezeki suami tergantung rezeki istri di atas, jelas diperintahkan bagi setiap suami untuk memuliakan istri dan keluarga.

Karena tindakan memuliakan istri menunjukan sebuah akhlak yang baik. Akhlak yang tersebut mempengaruhi keimanan itu sendiri.

Akhlak dan keimanan seseorang, dalam konteks ini adalah suami, juga dipegaruhi rasa rendah hati.

Rendah hati atau tawadhu' merupakan hal yang paling disukai oleh Allah SWT.

Selain itu, tawadhu' juga menunjukan keimanan kita yang tinggi karena Allah SWT untuk meninggikan derajat manusia di mata Allah SWT.

Sebagaimana yang Rasulullah SAW sabdakan, yaitu:

وَمَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ لِلَّهِ إِلاَّ رَفَعَهُ اللَّهُ

“Tidaklah seseorang tawadhu’ (merendahkan hati) karena Allah melainkan Dia akan meninggikan derajatnya.” (HR. Muslim, no. 2588).

Dari semua itu, pintu rezeki akan terbuka dengan lebar. Maka dari semua hadits rezeki suami tergantung istri ditafsirkan.

Baca Juga: 40 Kata-kata Maaf untuk Pacar, Orang Tua, Suami, dan Istri

Memuliakan Istri Membuka Pintu Rezeki Suami

Istri bahagia dimuliakan suami

Foto: Istri bahagia dimuliakan suami (iStockphoto.com)

Dari hadits yang telah diulas di atas, poin utamanya yaitu memuliakan istri dan keluarga.

Ada banyak cara memuliakan istri, salah satunya adalah dengan membantu pekerjaan istri di rumah dan pekerjaan rumah tangga lain.

Sebagaimana yang disampaikan oleh 'Aisyah RA, istri Rasulullah SAW, yang berbunyi:

عَنِ الأَسْوَدِ قَالَ سَأَلْتُ عَائِشَةَ مَا كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – يَصْنَعُ فِى أَهْلِهِ قَالَتْ كَانَ فِى مِهْنَةِ أَهْلِهِ ، فَإِذَا حَضَرَتِ الصَّلاَةُ قَامَ إِلَى الصَّلاَةِ

Artinya: "Dari Al-Aswad, ia bertanya pada ‘Aisyah, “Apa yang Rasulullah SAW lakukan ketika berada di tengah keluarganya?”

‘Aisyah menjawab, “Rasulullah SAW biasa membantu pekerjaan keluarganya di rumah. Jika telah tiba waktu shalat, beliau berdiri dan segera menuju shalat.” (HR. Bukhari, no. 6039)

Dari hadits bahasa Arab dan artinya di atas, diketahui bahwa Rasulullah SAW merupakan seorang suami yang memuliakan istri dengan membantu pekerjaan rumah tangga.

Taulan tersebut sudah seharusnya dicontoh oleh setiap suami. Membuka pintu rezeki bagi suami adalah dengan memuliakan istri.

Seorang suami memang memiliki tugas utama untuk mencari nafkah untuk istri dan keluarga.

Bahkan wajib hukumnya dalam Islam, bahwa suami wajib memenuhi nafkah lahir dan batinnya.

Namun, hal tersebut bukan berarti seorang suami tidak boleh mengerjakan kegiatan rumah tangga.

Kebiasaan suami mengerjakan pekerjaan rumah tangga merupakan sebagian sunnah dari orang-orang soleh.

Suami yang soleh dengan perilaku memuliakan istri akan semakin membuka pintu rezeki.

Bukan hanya itu saja, berikut ini terdapat beberapa alasan yang menyebabkan rezeki suami terbuka ketika memuliakan istri:

  1. Istri merupakan seorang bidadari kedua setelah ibu kandung. Doa istri sama mujarabnya dengan doa ibu, yang akan mempermudah rezeki bagi suami.
  2. Ketika istri merasa bahagia, hal tersebut mempengaruhi kondisi rumah dan setiap anggota keluarga di rumah. Memuliakan istri bisa membuat istri bahagia dan memberikan dampak kehidupan yang positif.
  3. Kehidupan yang positif yang dijalankan seorang istri mempengaruhi kehidupan yang dijalani anggota keluarga lain, termasuk suami.
  4. Ketika istri bahagia, perasaan bahagia istri akan menjadi motivasi dan mendorong suami lebih giat dan semangat mencari rezeki. Pintu rezeki pun akan terbuka secara perlahan.
  5. Istri yang bahagia karena dimuliakan akan memberi dukungan penuh kepada suami dalam keadaan apapun. Ini akan menjadi pembangkit bagi suami ketika berada di titik terendah.
  6. Istri yang berbahagia adalah istri yang bersyukur. Janji Allah SWT kepada setiap umat yang bersyukur yaitu akan mendapatkan rezeki dan kenikmatan berlipat ganda.

Baca Juga: 15+ Hadits dan Ayat Alquran tentang Akhlak untuk Jadi Pegangan Hidup

Nah itulah pembahasan terkait hadits rezeki suami tergantung istri, Moms. Moms bisa jadikan informasi di atas sebagai bahan untuk berdiskusi dengan Dads di rumah, ya!

  • https://www.hadits.id/
  • https://carihadis.com/