Kehamilan

KEHAMILAN
25 November 2019

Hamil Molar, Ini Mitos dan Faktanya

Ini penjelasan di balik cerita mistisnya
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Dina Vionetta

Sudah hamil, tes urin menunjukkan positif, tapi tidak ada bayi dalam kandungan. Inilah yang biasanya disebut Kehamilan Molar. Pernahkah Moms mendengar istilah ini?

Nah, kasus hamil molar ini sering dikaitkan dengan cerita mistis atau mitos-mitos zaman dahulu. Hamil molar sebenarnya berhubungan dengan kromosom embrio. Kita bahas lebih lanjut, yuk!

Baca Juga: Kehamilan Ektopik Bikin Sakit Pada Bahu? Ini Penjelasannya!

Mengindikasi Adanya Tumor

Hamil Molar, Ini Mitos dan Faktanya 01.jpeg

Foto: huffingtonpost.com

Hamil molar adalah kanker. Begitu mitos yang beredar. Tetapi sebenarnya, hamil anggur adalah tumor jinak. Penyebabnya adalah ketidakseimbangan kromosom.

Dikutip Journal of Prenatal Medicine, untuk setiap pasangan kromosom, biasanya bayi mendapatkan satu dari ibu, dan satu dari ayah, agar jumlahnya 46. Nah, hamil molar terjadi ketika ada dua set kromosom dari ayah.

Selain itu, kehamilan molar mengindikasikan ada tumor yang berkembang di rahim pada awal kehamilan. Jika tidak dirawat, kehamilan molar bisa berbahaya bagi wanita. Hampir selalu berakhir dengan keguguran.

Memiliki Dua Jenis Berbeda

Hamil Molar, Ini Mitos dan Faktanya 02.jpg

Foto: healthline.com

Hamil molar adalah janin bayi kembar yang tidak berkembang. Sudah jelas ini mitos ya, Moms. Ada dua jenis hamil molar. Pertama, hamil anggur lengkap.

Dalam kondisi ini, tidak ada embrio atau jaringan plasenta. Itu terjadi ketika kromosom dari sel telur ibu hilang atau tidak berfungsi, dan kromosom dari ayah disalin, sehingga semua 46 kromosom berasal dari ayah.

Kedua, hamil molar parsial. Dalam kondisi ini, ada embrio dan mungkin beberapa jaringan plasenta. Embrio mungkin mulai tumbuh, tetapi tidak bisa bertahan hidup.

Kondisi ini terjadi ketika embrio memiliki dua set kromosom dari ayah dan satu dari ibu, sehingga memiliki 69 kromosom, bukannya 46. Ini bisa terjadi ketika kromosom ayah disalin atau ketika dua sperma membuahi satu telur.

Baca Juga: Cara Menghindari Kelainan Kromosom pada Janin, Ketahui di Sini!

Jarang Menyebabkan Komplikasi

Hamil Molar, Ini Mitos dan Faktanya 03.jpg

Foto: thewellbynorthwell.com

Mitosnya, hamil molar menyebabkan kematian ibu dan janin. Wah kabar ini sangat menakutkan ya, Moms, tapi ini salah. Jangankan kematian, kasus kanker dan komplikasi dari kehamilan molar sangat jarang.

Ini karena wanita yang pernah mengalami kehamilan molar rata-rata bisa hamil lagi dan punya bayi.

Bahkan, University of Pennsylvania Medical School menyarankan bahwa pernah punya kehamilan molar atau faktor risiko lain untuk mengembangkan tumor kanker terkait tidak boleh menjadi faktor dalam keluarga berencana.

Gejalanya Sama dengan Hamil Biasa

Hamil Molar, Ini Mitos dan Faktanya 04.jpg

Foto: PBGS.com

Hamil molar adalah janin yang berasal bukan dari manusia. Pernahkah Moms mendengar mitos ini? Memang terdengar agak berlebihan ya, dan tentu saja tidak benar. Memang gejala hamil molar sama dengan gejala kehamilan biasa. Hal ini yang biasanya membuat para wanita bingung.

Dilansir dari Live Science, biasanya petunjuk pertama untuk kehamilan molar adalah ketika seorang wanita mengalami pendarahan vagina pada bulan-bulan awal kehamilan.

Ia mungkin juga memiliki ukuran uterus yang lebih besar dari normal, nyeri akibat kista ovarium dan mual di pagi hari.

’’Banyak wanita yang didiagnosis dengan kehamilan molar belum pernah mendengarnya sebelumnya, dan tidak menyadari bahwa komplikasi kehamilan ini ada,’’ kata Dr. John Schorge, kepala ginekologi dan onkologi di Rumah Sakit Umum Massachusetts di Boston. Usia wanita saat hamil ada salah satu faktor risiko.

’’Hamil sebelum usia 20 atau setelah usia 40 meningkatkan risiko wanita mengalami kehamilan molar,’’ kata Schorge.

Baca Juga: 5 Dampak Terhadap Janin Apabila Ibu Hamil Menderita Penyakit Autoimun

Masih Bisa Hamil Lagi

Hamil Molar, Ini Mitos dan Faktanya 05.jpg

Foto: flo.health

Mitos yang beredar menyebut bahwa wanita yang pernah mengalami hamil molar tidak bisa hamil lagi. Ini tidak benar ya, Moms.

Wanita yang pernah mengalami hamil molar dipastikan bisa hamil lagi meskipun sudah melakukan tindakan kuret. Namun, disarankan menunggu sekitar satu tahun sebelum mencoba hamil lagi.

’’Dengan menunggu satu tahun untuk hamil, ini akan membantu dokter untuk mengetahui bahwa peningkatan kadar hCG pada tes darah adalah karena kehamilan baru dan bukan karena jaringan molar yang abnormal telah kembali,’’ jelas Schorge.

Itulah mitos dan fakta mengenai kehamilan molar. Jika tes urin menunjukkan positif, segera hubungi dokter kandungan ya, Moms.

Begitupun jika Moms memiliki tanda atau gejala kehamilan molar, seperti pendarahan dari vagina atau mual yang intens dan muntah. Meski pernah memiliki kehamilan molar, kemungkinan besar Moms bisa melanjutkan kehamilan yang sehat nantinya.

(CIL/DIN)

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait