Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Health | Apr 13, 2018

Harus Tahu! Ini Perbedaan Pembalut, Tampon, Menstrual Cup, dan Panty Liner

Bagikan


Dalam menghadapi menstruasi maupun keputihan, Moms mungkin bingung mana yang harus digunakan dia ntara pembalut atau tampon. Eits, tapi masih ada varian lain lho, yakni mentsrual cup dan pantyliner.

Nah, agar Moms tak bingung lagi, serta dapat memilih mana yang tepat untuk digunakan, mari simak perbedaan pembalut, tampon, menstrual cup, dan panty liner.

Pembalut

Pembalut merupakan benda yang dapat menyerap darah dari vagina. Cara menggunakannya pun mudah, yaitu hanya dengan menempelkannya pada celana dalam. Tak hanya saat menstruasi saja, pembalut juga dapat digunakan setelah terjadinya pembedahan vagina. Seperti setelah melahirkan maupun situasi lain dengan keadaan keluarnya darah dari organ kewanitaan.

Saat memilih pembalut, sebaiknya pilihlah pembalut yang memiliki daya serap tinggi dan berpori-pori agar memungkinkan udara masuk. Hal ini dikarenakan kondisi vagina yang selalu lembap, bila tak menggunakan pembalut yang memiliki ventilasi, vagina bisa jadi lecet yang berujung infeksi.

Pemakaian pembalut harus diperhatikan dengan benar, saat sudah terasa penuh cepatlah menggantinya supaya kuman atau bakteri tidak masuk ke vagina. Sebaiknya kita mengganti pembalut tiap 3-4 jam sekali. Pastikan juga untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah memasang pembalut.

Baca juga: 6 Hal Aneh yang Dirasakan Tubuh Saat Sedang Menstruasi

Tampon

Tampon memiliki kegunaan yang sama dengan pembalut, yaitu menyerap darah yang keluar dari organ kewanitaan. Bila pembalut ditempelkan pada pakaian dalam, lain halnya dengan tampon yang dimasukkan ke dalam vagina. Cara kerja tampon memang cukup baik, ketika dimasukkan dalam vagina, seketika itu pula semua cairan dan darah yang keluar akan terserap. Dengan kata lain, permukaan akan tetap kering.

Tampon memang akan lebih menyerap darah, namun sayangnya tak nyaman digunakan bila belum terbiasa, karena akan terasa mengganjal. Cukup masukkan tampon pada pagi hari lalu ganti di malam hari. Tampon tidak akan bergerak ke mana-mana, namun ada tali untuk memudahkan saat menarik keluar.

Tampon sangat aman, karena hanya berada di mulut vagina saja. Ukurannyapun sangat kecil namun daya serapnya sangat tinggi. Bagi Moms yang ingin berenang saat menstruasi, lebih baik menggunakan tampon dibanding pembalut.

Baca juga: Sakit Saat Menstruasi, Wajar Atau Berbahaya? 

Menstrual Cup

Menstrual cup merupakan sebuah cup berbentuk seperti bel dengan bahan silikon yang fleksibel. Cara penggunaannya hampir mirip dengan tampon, yakni dimasukkan ke dalam vagina Moms saat menstruasi guna menampung darah. Setiap 4 hingga 12 jam, disarankan untuk mengeluarkan dan mengosongkan darahnya. Setelah menstrual cup dicuci, Moms dapat kembali menggunakannya. Untuk membuatnya steril, sebaiknya rendam dengan air hangat.

Beberapa orang kerap berpiki bila tampon maupun menstrual cup hanya boleh digunakan bagi yang sudah tidak perawan, karena pemakaiannya dapat merusak keperawanan seseorang. Penggunaan tampon atau menstrual cup memang dapat membuat selaput dara sedikit merenggang, namun tidak sama artinya dengan mengambil keperawanan. Karena keperawanan hanya akan hilang apabila melakukan hubungan seksual, bukan karena penggunaan alat penampung menstruasi seperti tampon dan menstrual cup.

Baca juga: Mengapa Ada Darah Haid yang Menggumpal?

Pantyliner

Daerah kewanitaan yang lembap dan keputihan kerap menjadi masalah yang banyak dialami oleh setiap wanita. Guna mengatasinya, tak sedikit yang memilih untuk menggunakan pantyliner hampir setiap hari. Namun tahukah Moms bahwa sebenarnya penggunaan pantyliner terlalu sering ternyata memiliki bahaya tersendiri lho.

Penggunaan pantyliner ternyata dapat mengakibatkan infeksi bakteri, jamur, jerawat hingga bisul pada area kewanitaan kita. Hal ini disebabkan karena pantyliner membuat daerah kewanitaan akan semakin lembap meski memiliki daya serap untuk menjaga higienitas.

Namun pada dasarnya, pantyliner yang terbuat dari plastik ini kerap membuat daerah kewanitaan kita tak mendapatkan sirkulasi udara. Guna menggantikan pantyliner, Moms bisa gunakan pakaian dalam berbahan katun yang dapat menyerap keringat dengan baik. Juga ganti setiap 3-4 jam sekali agar tetap kering.

Moms pilih menggunakan yang mana saat menstruasi?

(MDP)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.