15 Agustus 2023

Fakta Pembalut yang Berbahaya dan Cara Memilih yang Aman

Jangan asal dalam memilih pembalut ya Moms!

Tahukah Moms kalau pembalut yang berbahaya bagi kesehatan ini tidak boleh dianggap sebelah mata.

Setiap wanita yang sedang datang bulan, umumnya menggunakan pembalut untuk menghindari noda menstruasi tembus ke pakaian.

Berbeda dengan zaman dulu yang menggunakan kain biasa sehingga lebih aman bagi kesehatan, di zaman sekarang, Moms pastinya lebih suka menggunakan pembalut karena dinilai lebih praktis.

Padahal penggunaan pembalut ini terbilang cukup berbahaya bagi kesehatan loh Moms.

Baca Juga: Cara Mencuci Pembalut yang Benar, Jangan Langsung Dibuang Sehabis Digunakan, ya Moms!

Fakta Pembalut yang Berbahaya

Pembalut dan Menstrual Cup
Foto: Pembalut dan Menstrual Cup (pexels.com)

Meski sering kali menggunakannya saat menstruasi, Moms mungkin belum tahu fakta-fakta apa yang tersembunyi di balik pembalut yang berbahaya ini.

Nah, berikut adalah sejumlah fakta mengenai pembalut yang berbahaya yang perlu Moms ketahui, yaitu:

1. Pembalut Terbagi Dua Jenis

Pembalut yang berbahaya ini terbagi menjadi dua jenis, yakni yang sekali pakai atau disposable menstrual pads dan pembalut yang bisa digunakan kembali atau reusable menstrual pads.

Banyak yag menganggap kalau pembalut yang bisa digunakan kembali ini lebih aman dibanding pembalut yang sekali pakai.

Padahal, baik itu disposable menstrual pads maupun reusable menstrual pads ini merupakan pembalut yang berbahaya.

Bahan yang digunakan pada disposable menstrual pads maupun reusable menstrual pads tidaklah jauh berbeda.

2. Mengandung bahan kimia

Pembalut Membuat Wanita (Orami Photo Stock)
Foto: Pembalut Membuat Wanita (Orami Photo Stock)

Pembalut yang berbahaya ternyata mengandung bahan-bahan kimia yang ada di dalamnya.

Menurut jurnal penelitian yang berjudul Analisa Kandungan Klorin (Cl2) pada Beberapa Merek Pembalut Wanita dijelaskan kalau kandungan klorin dalam pembalut wanita sangat berbahaya bagi kesehatan.

Kandungan klorin digunakan dalam proses pemutihan sehingga pembalut memailiki tampilan warna putih bersih.

Klorin ini bisa menghasilkan dioksin yang bersifat karsinogenik yang memicu terjadinya kanker.

Jadi kalau Moms menjumpai pembalut yang memiliki warna terlalu putih bersih, maka Moms patut mencurigainya.

Baca Juga: 10 Rekomendasi Pembalut yang Aman untuk Kulit Sensitif

3. Terbuat dari gel

Bahan yang aman untuk membuat pembalut adalah kapas, namun ternyata ada pula produsen yang membuatnya dari kandungan gel selulosa.

Penggunaan gel selulosa ini jauh lebih murah dan mudah didapat sehingga bisa mengurangi biaya produksi pembuatan pembalut.

Padahal kandungan gel selulosa bisa menyebabkan terjadinya infeksi bahkan bisa sampai menyebabkan kanker serviks.

Jadi sebaiknya Moms mengecek terlebih dahulu bahan yang digunakan oleh pembalut pilihan Moms. Carilah yang berbahan kapas, bukan gel selulosa.

4. Pembalut Bisa Sebabkan Ruam

Mengatasi Iritasi Kulit Akibat Pembalut (Orami Photo Stock)
Foto: Mengatasi Iritasi Kulit Akibat Pembalut (Orami Photo Stock)

Pembalut yang berbahaya juga bisa menyebabkan ruam kemerahan pada kulit.

Hal ini diakibatkan adanya bahan-bahan kimia di dalam pembalut yang berbahaya sehingga terjadi reaksi alergi pada kulit sensitif yang membuat kulit menjadi kemerahan.

Selain itu, penyebab lain juga bisa dikarenakan pembalut sudah digunakan dalam waktu lama dan tidak diganti sehingga menjadi lembap dan menyebabkan ruam pada kulit.

Baca Juga: Kelebihan dan Kekurangan Pembalut Kain vs Sekali Pakai

5. Jika Tidak Sering Diganti Bisa Berisiko

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, pembalut yang berbahaya juga bisa disebabkan oleh pembalut yang tidak sering diganti.

Sekilas memang pembalut yang Moms gunakan terlihat putih dan bersih, namun jangan salah ya. Ternyata dalam pembalut yang putih tersebut terkandung bakteri-bakteri berbahaya.

Nah, pertumbuhan bakteri dan virus tersebut akan semakin meningkat bila Moms tidak menggantinya setiap 2 jam sekali.

Semakin lama Moms menunda mengganti pembalut, maka semakin berisiko pembalut yang berbahaya tersebut bagi kesehatan Moms.

6. Pembalut yang Lama Disimpan Bisa Terkena Bakteri

Pembalut (Orami Photo Stock)
Foto: Pembalut (Orami Photo Stock)

Pembalut berbahaya bukan hanya karena terjadi saat Moms menggunakannya, tapi juga saat Moms menyimpannya.

Hampir sebagian besar wanita menyimpan pembalut di dalam dompet atau tas pergi mereka.

Tujuannya adalah untuk berjaga-jaga karena menstruasi kerap kali datang tanpa pemberitahuan.

Tapi jika terlalu lama disimpan di dalam dompet atau tas, maka pembalut bisa berpotensi terkena bakteri meski kemasan plastik pembungkusnya belum terbuka.

Baca Juga: Mengenal Microgest, Obat untuk Memperlancar Menstruasi

Pembalut yang lama disimpan dalam tas atau dompet juga bisa terkena debu dan kotoran.

Setidaknya Moms harus mengganti pembalut cadangan untuk dibawa bepergian 2 minggu sekali.

Siapa di antara Moms yang sering menggunakan dua pembalut secara bersamaan?

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb