Scroll untuk melanjutkan membaca

KESEHATAN UMUM
14 April 2022

Lindungi Keluarga dari 5 Masalah Kesehatan yang Sering Terjadi Sehari-hari

Selalu sediakan paracetamol di rumah
Lindungi Keluarga dari 5 Masalah Kesehatan yang Sering Terjadi Sehari-hari

Foto: istockphoto.com

Ketika ada salah satu anggota keluarga mengalami masalah kesehatan, penyakitnya biasanya dapat dengan mudah menular ke anggota keluarga lainnya.

Penyakit menular dapat mengintai keluarga kapan saja dan di mana saja.

Penularannya yang sangat mudah terjadi membuat Moms dan keluarga harus lebih waspada terhadap kemungkinan terinfeksi.

Maka dari itu, penting untuk mengenali berbagai masalah kesehatan yang umum terjadi sehari-hari mulai dari penyebab hingga gejalanya.

Baca Juga: Yuk Simak 10 Tips Menjadi Keluarga Bahagia!

Masalah Kesehatan yang Sering Terjadi

masalah kesehatan nyeri sendi

Foto: masalah kesehatan nyeri sendi (Orami Photo Stock)

Foto: Orami Photo Stock

Masalah kesehatan yang sering terjadi umumnya bisa menular karena disebabkan oleh mikroorganisme, seperti virus, bakteri, parasit, atau jamur.

Masalah kesehatan ini lebih berisiko menyebabkan infeksi pada anggota keluarga yang memiliki daya tahan tubuh lemah.

Penularan penyakit ini juga dapat meningkat pada saat-saat tertentu, misalnya pada musim hujan atau kelelahan karena terlalu banyak aktivitas sehari-hari.

Berikut ini adalah beberapa masalah kesehatan yang sering terjadi di keluarga beserta gejala dan tandanya:

1. Nyeri Sendi

Banyak aktivitas sehari-hari yang tanpa disadari dapat menyebabkan terjadinya nyeri sendi.

Timbulnya nyeri sendi yang paling umum yaitu di lutut, pergelangan kaki dan sekitar bahu.

Melansir Journal of Bone and Mineral Research, nyeri sendi disebabkan karena adanya cedera yang memengaruhi jaringan ligamen dan tendon sekitar sendi.

Masalah kesehatan ini menyebabkan rasa sakit pada bagian tubuh yang mengalami cidera.

Tingkat keparahan dan rasa sakit yang ditimbulkan dari nyeri sendi pun bervariasi mulai dari yang ringan, menengah hingga tingkat yang parah.

Nyeri sendi bisa disebabkan karena otot yang keseleo atau tegang karena terkilir. Dalam beberapa kasus, kejang otot dapat terjadi.

Kadang ketika otot keseleo atau mengejang, ligamen di daerah yang terdampak mungkin akan robek.

Ligamen adalah jaringan yang menghubungkan tulang ke persendian.

Pengobatan awal untuk keseleo dan tegang meliputi mengistirahatkan bagian yang terluka, serta terapi es dan perban untuk kompres dan menstabilkan sendi.

2. Sakit Kepala

Semua anggota pasti pernah merasakan sakit kepala. Ya, masalah kesehatan ini adalah gejala umum yang bisa terjadi akibat berbagai kondisi.

Sakit kepala adalah keluhan nyeri yang cukup ringan. Namun jika Moms atau anggota keluarga terlalu sering mengalami ini, ini tentu saja bukan hal yang normal.

Jenis sakit kepala harian bisa dalam bentuk apa saja, entah itu sakit kepala sebelah atau di seluruh bagian kepala.

Selain itu, tingkat intensitasnya juga berbeda-beda setiap harinya, bisa saja hari ini kepala terasa sangat sakit dan keesokan harinya rasa sakitnya berkurang.

Berdasarkan penyebabnya, sakit kepala terbagi menjadi dua, yaitu:

  • Sakit kepala primer

Kondisi ini dapat dipicu oleh sakit kepala tegang, migrain atau migrain pada anak.

Jenis sakit kepala ini juga dapat disebabkan oleh perilaku sehari-hari yang tidak baik, seperti kurang tidur, telat makan, atau pilihan makanan yang kurang tepat.

  • Sakit kepala sekunder

Kondisi ini bisa dipicu oleh sejumlah penyakit, seperti sinusitis akut, flu dan demam, sakit gigi, infeksi telinga, cedera kepala, hipertensi, atau serangan panik.

Baca Juga: 5 Kegiatan Akhir Pekan yang Asyik dengan Keluarga

3. Demam

masalah kesehatan

Foto: masalah kesehatan

Foto: Orami Photo Stock

Masalah kesehatan yang sering terjadi selanjutnya adalah demam.

Demam adalah peningkatan suhu tubuh sementara dalam menanggapi penyakit atau rasa sakit.

Melansir Harvard Medical School, kondisi ini merupakan cara tubuh yang paling efektif dalam menghadapi infeksi.

Moms bisa dikatakan mengalami demam jika suhu tubuh diatas 38 derajat celcius.

Biasanya, demam tidak akan menyebabkan komplikasi kesehatan serius.

Akan tetapi, demam dengan suhu tubuh diatas 41 derajat celcius bisa menyebabkan komplikasi serius.

Demam juga memerlukan penanganan medis serius jika berlangsung lebih dari 14 hari.

Demam dapat terjadi pada semua tingkatan umur manusia dari bayi hingga orang lanjut usia sekalipun

Terkena demam salah satu hal yang tidak mengenakan. Selain dapat mengganggu aktivitas, demam juga membuat susah tidur.

4. Nyeri Haid

Moms pasti sudah cukup akrab dengan dismenore. Nyeri saat haid atau yang dikenal juga sebagai dismenore tersebut seringkali membuat Moms tidak dapat beraktivitas normal.

Biasanya, nyeri haid terjadi pada saat hari pertama menstruasi, kemudian mereda pada hari kedua dan ketiga.

Masalah kesehatan ini umumnya disebabkan saat pembuahan tak kunjung terjadi, tubuh pun menurunkan kadar hormon progesteron.

Hal ini membuat lapisan rahim perlahan meluruh dan keluar dalam bentuk darah yang disebut dengan menstruasi.

Kontraksi rahim yang terlalu kuat selama proses peluruhan ini dapat menekan pembuluh darah di dekatnya.

Akibatnya, suplai oksigen ke rahim menjadi lebih sedikit.

Rendahnya asupan oksigen yang masuk ke rahim inilah yang menjadi penyebab kram, nyeri, atau sakit haid muncul.

Bersamaan dengan rahim yang berkontraksi dan meluruh, tubuh juga melepaskan hormon prostaglandin.

Hormon prostaglandin adalah senyawa yang memicu rasa sakit dan peradangan.

Kadarnya cenderung meningkat tepat sebelum menstruasi keluar. Ketika kadar prostaglandin tinggi, kram dan nyeri perut akan terasa makin intens.

5. Sakit Gigi

Masalah kesehatan gigi merupakan penyakit paling umum yang dapat terjadi pada semua usia, terutama anak-anak.

Umumnya, nyeri saat sakit gigi bisa terasa ketika pengidap mengonsumsi makanan atau minuman yang terlalu panas atau dingin, serta terjadi pada malam hari.

Melansir Journal of Natural Science, Biology and Medicine, bakteri yang hidup di mulut bertumbuh dengan baik dari gula atau sari dalam makanan yang dikonsumsi.

Bakteri ini kemudian membentuk plak lengket yang menempel pada permukaan gigi.

Asam yang diproduksi oleh bakteri dalam plak dapat mengikis lapisan putih keras di bagian luar gigi kamu (enamel) dan menciptakan rongga.

Baca Juga: 10 Makanan Penambah Imun Tubuh agar Tetap Sehat di Masa Pandemi

Biogesic Paracetamol, Atasi dan Cegah Nyeri Keluarga dengan Aman

Untuk mengatasi masalah kesehatan di atas, Moms bisa memilih Biogesic Paracetamol.

Biogesic merupakan obat pereda nyeri keluarga yang aman digunakan karena mengandung 100% paracetamol, tanpa kafein dan tanpa alkohol.

Obat paracetamol ini aman dikonsumsi oleh anak-anak hingga orang dewasa. Bahkan aman untuk ibu hamil apabila dikonsumsi sesuai petunjuk.

Terdapat 2 varian yaitu tablet dan sirup.

  • Biogesic tablet

Mengandung 500mg paracetamol, dapat meredakan nyeri pada orang dewasa seperti nyeri haid, nyeri sakit gigi, nyeri sakit kepala hingga nyeri sendi.

Dengan kemasan strip isi 4 tablet, Biogesic tablet mudah dibawa ke mana saja.

Harganya yang terjangkau juga menjadi alasan obat parasetamol satu ini menjadi sahabat yang tepat untuk mengatasi masalah demam dan nyeri keluarga

  • Biogesic sirup

Mengandung 160 mg paracetamol dan diperuntukkan untuk anak usia 3–10 tahun. Obat sirup ini tidak pahit sehingga disukai anak-anak.

Di dalam kemasannya sudah tersedia sendok takar dan juga kertas berisi aturan pakai serta informasi lainnya.

Jangan biarkan masalah kesehatan mengganggu aktivitas Moms dan Keluarga. Yuk, sediakan Biogesic Paracetamol agar keluarga aman!

(ADV)

  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5585011/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3633299/
  • https://www.health.harvard.edu/diseases-and-conditions/fever-in-adults2
  • https://www.healthline.com/health/headache
  • https://www.webmd.com/pain-management/guide/joint-pain
  • https://my.clevelandclinic.org/health/symptoms/10880-fever
  • https://www.healthline.com/health/painful-menstrual-periods