20 April 2019

Risiko Osteoporosis Ibu Hamil Lebih Tinggi, Benarkah?

Karena jarang terjadi jadi sering diabaikan

Banyak yang berpikir bahwa osteoporosis atau pengeroposan tulang hanya menyerang orang tua. Faktanya, dalam kondisi tertentu, perempuan muda pun bisa mengalami osteoporosis.

Salah satu kondisi yang dapat menyebabkan perempuan muda mengalami osteoporosis adalah kehamilan.

Kondisi ini memang cukup jarang terjadi, sehingga tak banyak yang menyadarinya. Dikutip dari Healthcentral.com, kehamilan dan menyusui memang dapat menyebabkan berkurangnya kepadatan tulang.

Hal tersebut terjadi karena pada masa ini tulang menjadi rapuh dan mudah patah. Kondisi inilah yang disebut dengan pregnancy and lactation induced osteoporosis (PLO).

Sepertinya halnya osteoporosis pada orang biasa, menurut webmd.com, umumnya kemunculan PLO tidak disadari hingga terjadi patah tulang pada waktu sebelum dan saat hamil, hingga setelah melahirkan atau bahkan sampai selama ibu menyusui.

Baca Juga : Catat! Ini 7 Vitamin yang Dibutuhkan oleh Ibu Hamil

Apa Saja yang Menjadi Pemicu PLO?

shutterstock 559725085
Foto: shutterstock 559725085

Ada beberapa hal yang menjadi pencetus PLO, seperti pengobatan tertentu yang menyebabkan pengurangan massa tulang dan gaya hidup yang membuat tulang tidak sehat.

Selain itu, penyakit kronis, dan peningkatan metabolisme tulang yang memang normal terjadi sepanjang kehamilan juga bisa menjadi pencetus risiko osteoporosis ibu hamil lebih tinggi.

Saat hamil, janin perlu banyak asupan kalsium untuk perkembangan tulang-tulangnya.

Risiko osteoporosis ibu hamil jadi lebih tinggi apabila ibu tidak memiliki cukup kalsium. Sebab, janin akan mengambil kalsium dari tulang ibu. Keadaan tersebut tentunya akan memengaruhi kesehatan tulang ibu.

Keadaan bisa bertambah buruk jika calon ibu tidak mencapai puncak pembentukan tulang untuk hamil. Terlebih, jika sebelum hamil massa tulangnya sudah rendah.

Akibatnya, ketika kalsium di tubuh ibu diserap oleh janin, kadar kepadatan tulang ibu pun berkurang.

Risiko osteoporosis inilah yang menyebabkan ibu hamil dapat mengalami patah tulang selama hamil, saat melahirkan, atau setelah melahirkan.

Baca Juga : Mitos Seputar Makanan Pada Masa Kehamilan

Bagaimana Cara Mencegahnya?

shutterstock 572806993
Foto: shutterstock 572806993

Sayangnya, PLO biasanya baru bisa terdeteksi setelah seorang ibu mengalami patah tulang. Ini karena osteoporosis merupakan silent disease yang tidak menampakkan gejala khusus.

Untuk mengetahui kerapuhan tulang harus dilakukan tes kepadatan tulang. Biasanya, tes ini dilakukan setelah melahirkan untuk mencegah bayi terkena radiasi.

Karena itu, ibu hamil harus waspada bila merasakan nyeri luar biasa, terutama pada punggung, pergelangan tangan, pinggul, dan tulang rusuk.

Sebab, pada bagian-bagian itulah biasanya patah tulang terjadi. Bila patah tulang sudah terjadi, ibu hamil akan disarankan untuk bed rest karena secara umum patah tulang dapat sembuh tanpa intervensi medis.

Untuk mencegah terjadinya PLO, sebelum hamil sebaiknya calon ibu benar-benar menjaga kesehatan tulangnya. Risiko osteoporosis ibu hamil bisa dikurangi dengan cara “menabung” kalsium agar tulang senantiasa sehat dan kuat.

Pastikan agar kebutuhan kalsium dan nutrisi pembentuk tulang dapat tercukupi. Untuk perempuan berusia 19-29 tahun, kebutuhan kalsium per hari adalah 1.100 mg.

Sementara, perempuan berusia 30 tahun ke atas membutuhkan kalsium sekitar 1.000 mg per hari. Kebutuhan kalsium akan meningkat semasa hamil, mencapai 1.200-1.300 mg per hari.

Kebutuhan kalsium tersebut dapat dipenuhi dengan mengonsumsi makanan tinggi kalsium, seperti susu dan produk olahannya, sayuran berdaun hijau, seafood, dan makanan yang diperkaya kalsium.

Bila perlu, Moms juga bisa mengonsumsi suplemen kalsium yang terpercaya, seperti CDR. Selain mengandung kalsium 250 mg, CDR juga mengandung nutrisi lain yang membantu menyehatkan tulang, yaitu vitamin C, D, dan B6.

(AND/ADV)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.