Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

Ingin Hamil Sehat, Pasien Diabetes Harus Lakukan Persiapan Ini!

Bagikan


Dibandingkan dengan perempuan sehat, perempuan dengan diabetes harus melakukan persiapan sebaik mungkin untuk hamil.

Sebelum hamil, kondisi pasien diabetes harus dinyatakan baik dulu. Dengan begitu, kehamilan bisa berjalan dengan lancar.

Dokter Spesialis penyakit Dalam Konsultan Endokrin, Metabolik, dan Diabetes RS Pondok Indah dr. Wismandari Wisnu mengatakan, kehamilan pada pasien diabetes yang tidak direncanakan bisa sangat berisiko.

Risiko Keguguran dan Bayi Lahir Cacat

Menurut dr. Wisma, kehamilan yang tidak direncanakan dengan baik itu bisa meningkatkan risiko keguguran dan cacat lahir.

Bayi yang dilahirkan pun bisa jadi sangat besar sehingga membutuhkan proses persalinan cesar.

“Ketika lahir, bayi juga kemungkinan akan mengalami gula darah terlalu rendah sebagai dampak dari pemberian insulin kepada ibu selama hamil,” ungkap dr. Wisma pada Media Discussion RSPI “Kehamilan dan Diabetes” di Aromanis, Jakarta, Kamis (25/10).

Untuk menghindari terjadinya hal-hal tersebut, perempuan dengan diabetes yang sudah menikah dan berencana memiliki anak harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter spesialis endokrin.

Dalam kondisi itu, dokter akan membantu membuatkan perencanaan persiapan kehamilan.

dr. Wisma mengatakan, perempuan dengan diabetes harus segera berkonsultasi dengan dokter spesialis endokrin yang menanganinya.

“Begitu menikah dan usianya merupakan usia subur serta berencana hamil harus segera konsultasi,” tuturnya.

Baca Juga: Bolehkah Ibu dengan Diabetes Menyusui? Ini Kata Ahli!

Atur Gula Darah Sebelum Program Hamil

Langkah pertama yang akan disarankan dokter adalah mengontrol gula darah, mengganti obat-obat yang aman untuk ibu hamil, dan melakukan screening untuk mengetahui potensi komplikasi yang mungkin terjadi.

“Untuk pengaturan gula darah, dokter endokrin akan berkonsultasi juga dengan ahli gizi untuk asupan kalorinya. Olahraga juga terus didorong,” terangnya.

Setelah gula darah terkontrol, dokter spesialis endokrin baru akan memberikan lampu hijau kepada pasien diabetes untuk menjalankan program hamil. Sepanjang kehamilan, gula darah juga harus terus dikontrol.

“Nanti dokter akan mengarahkan kapan pemeriksaan gula darah dilakukan, pemeriksaan penunjang rutin, dan membantu melakukan perubahan obat dan menu makanan,” papar dr. Wisma.

(AND)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.