22 Agustus 2019

Ini 3 Cara Merawat Jerawat Bayi Baru Lahir

Perawatan kulit yang tepat sejak dini akan mengurangi jerawat pada bayi baru lahir

Tidak hanya orang dewasa, jerawat juga bisa muncul pada bayi baru lahir. Kondisi ini biasa disebut dengan jerawat neonatal atau jerawat bayi.

“Dialami oleh sekitar 20% bayi baru lahir, biasanya muncul saat usia bayi tiga hingga empat minggu,” ungkap Dokter kulit pediatrik, Mary Yurko, M.D., PhD, dari Grand Rapids, Michigan, seperti dikutip dari momstastic.com.

Seberapa berbahayakah jerawat neonatal pada bayi baru lahir dan bagaimana perawatan yang tepat? Cek infonya sebagai berikut.

1. Jerawat Neonatal

1 Jerawat Neonatal.jpg
Foto: 1 Jerawat Neonatal.jpg

Foto: madeof.com

Jerawat pada bayi baru lahir merupakan hal yang normal dan tidak membahayakan.

Jerawat neonatal pada bayi baru lahir biasanya ditandai dengan bintik putih di kulit bagian dahi, pipi dan dagu.

Sama seperti pada remaja, salah satu kemungkinan penyebab jerawat pada bayi baru lahir adalah masalah hormon.

“Tidak ada yang tahu pasti penyebabnya, namun kemungkinan karena stimulasi kelenjar minyak bayi dari hormon Moms atau reaksi inflamasi terhadap suatu jenis jamur yang mengenai kulit bayi,” ungkap Dokter anak, Katie Pyle, DO, dari UCHealth Pediatric Care Clinic di Firestone, Colorado, seperti dikutip dari thebump.com.

Baca Juga : Ternyata Jerawat pada Bayi Bisa Muncul Kapan Saja, Mengapa?

2. Penyebab & Perawatan

2 Penyebab & Perawatan-min.jpg
Foto: 2 Penyebab & Perawatan-min.jpg

Foto: hopesrelief.com.au

Jerawat bayi baru lahir atau neonatal dapat muncul kapan saja dalam tiga bulan pertama kehidupan bayi.

Namun dalam beberapa bulan akan berkurang dan menghilang untuk membantu menenangkan jerawat pada bayi baru lahir, Moms bisa memandikan Si Kecil dengan sabun berbahan ringan dan bebas pewangi.

Sesudah mandi, aplikasikan pelembab hypoallergenic untuk membuat kulit bayi baru lahir menjadi lebih sehat.

Saat memandikan atau mengaplikasikan pelembab, hindari mengusapnya terlalu keras atau sengaja memencet jerawat pada kulit bayi baru lahir.

Hal tersebut dapat melukai kulit bayi baru lahir, sehingga mengundang bakteri untuk masuk. Hal ini akan meningkatkan kemungkinan infeksi.

Jerawat bayi baru lahir tidak dapat dicegah, namun membiasakan perawatan kulit pada bayi baru lahir sedini mungkin dapat membantu mencegah ruam dan kerusakan kulit di masa mendatang.

Baca Juga : Tips Efektif Merawat Kulit Bayi yang Sensitif

3. Jerawat Infantile

3 Jerawat Infantile.jpg
Foto: 3 Jerawat Infantile.jpg

Foto: feedtheking.com

Jika usia bayi lebih dari tiga bulan dan jerawat masih muncul pada kulit bayi, maka kemungkinan itu bukanlah jerawat neonatal.

Jerawat jenis ini disebut sebagai jerawat infantile yang biasa juga ditandai dengan ruam merah berukuran besar. Kadang disertai dengan cairan jerawat dan dapat muncul di mana saja pada bagian tubuh bayi.

“Jika pada jerawat neonatal akan hilang seiring bertambahnya usia bayi, maka jerawat infantile akan bertahan lebih lama pada kulit bayi. Karena dapat lebih parah dibandingkan jerawat neonatal, maka jerawat infantile memerlukan pengobatan untuk menghindari terbentuknya bekas jerawat,” ungkap Omar Baker, MD, FAAP, Asisten Profesor klinis di Departemen Kedokteran Anak, Columbia University dan Co-Presiden Riverside Medical Group di Northern New Jersey, seperti dikutip dari thebump.com.

Maka jika jerawat bayi masih muncul saat usia bayi di atas tiga bulan, maka Moms perlu membawa Si Kecil ke Dokter untuk mendapatkan perawatan dan penanganan yang tepat bagi kesehatan kulit bayi.

(GS/CAR)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.