Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

Health | Feb 18, 2018

Ini 9 Penyebab Gatal di Payudara

Bagikan


Gatal pada payudara dan puting merupakan keluhan yang umum. Namun, bukan berarti Moms menjadi tidak waspada jika gatal menyerang terus-menerus.

Ada beberapa penyebab gatal di payudara yang harus diwaspadai.

1. Reaksi terhadap deterjen atau sabun

Bahan kimia yang ditambahkan ke dalam produk pembersih yang secara langsung menyentuh kulit Moms, bisa memicu iritasi.

“Banyak orang akan mengalami ruam atau merah, keriput, kulit gatal jika terkena sabun atau deterjen dalam jumlah yang cukup banyak,” ujar Shari Lipner, MD, dokter kulit di New York-Presbyterian Hospital.

Jika produk pembersih adalah penyebab gatal, kemungkinan Moms akan merasa gatal pula pada bagian tubuh yang lain.

Untuk mengetahui dengan pasti, beralihlah ke produk-produk yang bebas bahan-bahan kimia dan perhatikan apakah gatalnya hilang? Jika ya, pilihlah deterjen hypoallergenic dan sabun tanpa pewangi sehingga gatal tidak kembali.

2. Puting menempel pada bra

Bukan hanya puting yang akan terasa gatal, bra olahraga Moms juga bisa membuat kulit payudara Moms gatal. Menurut Dr. Lipner, pada kasus ini, kulit akan mengalami ruam yang terlihat lebih linier, bukan merah, bercak bersisik.

Cobalah bra olahraga yang bisa mendukung payudara Moms dengan baik namun tidak terlalu ketat agar puting bisa bernapas. Atau coba oleskan krim atau pelembap ke area yang gatal sebelum berolahraga.

3. Melewatkan mandi setelah berolahraga

Keringat mengandung banyak garam, yang akan membuat kulit Moms kering jika dibiarkan. Biasanya, setelah kulit menjadi kering, muncullah serangan gatal.

Keringat yang tertinggal di kulit payudara bawah Moms juga dapat meningkatkan rasa gatal karena terdapat ragi atau jamur, kata Marie Jhin, MD, dermatologis yang berbasis di San Fransisco.

Untuk menjaga agar kelembapan tidak mengumpul di bawah kulit, kenakan pakaian yang menyerap keringat dan bilas dengan sabun setelah sesi berolahraga yang berkeringat.

4. Eksim, psoriasis atau kulit kering

Eksim adalah kelainan kulit dengan ciri peradangan atau bengkak, kemerahan, dan rasa gatal. Bagian kulit yang terkena eksim akan terasa gatal, kering, dan terjadi penebalan.

Psoriasis menyebabkan timbulnya plak merah dan putih di kulit kepala, siku dan lutut. Namun, kondisi kulit yang membengkak juga bisa menyebabkan rasa gatal pada puting dan seluruh payudara.

Jika gatal disebabkan oleh salah satu kondisi kulit di atas, atau kulit Moms secara alami memang cenderung kering, Moms bisa mengatasinya dengan mandi menggunakan air dingin atau suam-suam kuku, karena air hangat bisa membuat kulit lebih kering.

“Gunakan sabun yang sangat lembut dan tepuk-tepuk bagian tubuh yang basah dengan handuk,” saran Dr. Lipner. Lalu, lanjutkan dengan mengoleskan pelembap. Pilih krim atau salep karena bekerja lebih baik daripada losion.

Baca Juga : Apa Penyebab dan Cara Mengatasi Benjolan Pada Payudara?

5. Kehamilan

Ketika perempuan hamil, terjadi perubahan hormon dan penambahan berat badan yang mengakibatkan payudara dan puting membesar sehingga menimbulkan rasa gatal.

Untuk menghentikan dorongan untuk menggaruk, cobalah oleskan losion hypoallergenic ke payudara setelah mandi. Kabar baiknya, rasa gatal pada payudara dan puting hanya bersifat sementara saja, dan akan hilang setelah melahirkan dan menyusui.

6. Menyusui

Menyusui juga bisa memicu rasa gatal, terutama di sekitar puting. ASI yang tertinggal di payudara dan puting dapat menyebabkan iritasi. Ketika bayi mengisap atau menggigit payudara secara terus menerus, akan menimbulkan rasa gatal pada puting.

Pastikan Moms memeriksakan diri ke dokter jika gatal disertai gejala lain, seperti nyeri, bengkak, atau pecahnya puting. Ini semua adalah tanda mastitis, masalah umum bagi ibu menyusui. Gejalanya juga bisa menandakan radang jamur dan ragi, kata Sejal Shah, MD, dermatologis berbasis di New York City.

7. Menstruasi

Moms mungkin pernah memerhatikan bahwa payudara Moms terasa lebih lembut selama seminggu sebelum menstruasi dan/atau selama periode menstruasi itu sendiri. Seperti banyak masalah menstruasi lainnya, hal ini terjadi karena perubahan hormon.

Menurut Dr. Greves, saat hormon berfluktuasi, payudara cenderung menjadi lebih sensitif. Itu berarti mereka mungkin lebih rentan terhadap iritasi dan gatal. Alasan lainnya adalah berkaitan dengan fakta bahwa payudara sedikit membesar pada saat PMS. Saat kulit payudara dan puting meregang, Moms merasakan dorongan untuk menggaruk.

8. Penyakit Paget

Kanker payudara muncul berupa benjolan. Tapi banyak jenis kanker payudara yang beberapa di antaranya memengaruhi kulit dan tidak berupa benjolan atau daging tumbuh.

Penyakit paget pada payudara adalah salah satunya. Ini adalah bentuk penyakit langka yang mempengaruhi lapisan atas kulit pada puting dan areola di sekitarnya. Tanda utamanya adalah gatal, kemerahan, dan atau kekakuan. Hal ini dapat terlihat mirip dengan eksim. Dan dalam kasus yang jarang dapat menyebabkan perdarahan dari puting.

“Ini bukan penyebab umum payudara gatal, “ kata Dr. Lipner. “Dan penting untuk diketahui bahwa gejala ini biasanya terjadi secara asimetris, hanya pada satu payudara, dan khususnya di daerah puting susu.” Jika Moms memiliki gejala ini, dan rasa gatal tidak berkurang meski sudah diberi obat untuk eksim, konsultasikan pada dokter.

9. Gejala kanker payudara

Kanker payudara inflamasi adalah bentuk agresif dari penyakit yang terjadi saat sel kanker memasuki kulit dan pembuluh getah bening pada payudara. Tidak seperti kanker payudara yang biasanya terdeteksi oleh benjolan, kanker payudara inflamasi biasanya menghasilkan rasa gatal, ruam, atau gumpalan seperti gigitan pada payudara.

Tanda atau ruam pada kulit payudara atau puting susu yang asimetris, tidak membaik seiring berjalannya waktu, atau terjadi perdarahan, harus diperiksa oleh dokter untuk memastikan itu bukan sesuatu yang berbau kanker, kata Dr. Lipner.

Kabar baiknya adalah bahwa kanker payudara inflamasi jarang terjadi, terhitung 1-5% dari semua kasus kanker payudara.

Ditinjau oleh: dr. Jezy Reisya

Sumber : meetdoctor.com

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.