04 Oktober 2017

Ini Biaya yang Bisa Dihemat Jika Kanker Payudara Terdeteksi Sejak Dini

Semakin tinggi stadium kanker, semakin tinggi biaya dan semakin rendah angka harapan hidup

Sehat itu mahal, tapi sakit jauh lebih mahal. Ungkapan ini berlaku pula untuk kanker payudara. Sebab, jika kanker payudara baru terdeteksi saat sudah di stadium lanjut, angka harapan hidup menurun, sedangkan biaya yang diperlukan untuk perawatan dan pengobatan semakin tinggi.

Mama penasaran berapa biaya yang diperlukan untuk perawatan dan pengobatan kanker payudara? Berikut perkiraan kasar dari dr. Bob Andinata, SpB(K)Onk, dokter subspesialis bedah onkologi, saat berbicara di acara media briefing ‘Deteksi Dini Kanker Payudara dengan SADARI dan SADANIS’ di Jakarta, Selasa (19/09/2017):

Kanker Payudara Stadium 1

  • Biaya operasi: Rp 50 juta
  • Angka harapan hidup: 100%

Kanker Payudara Stadium 2

  • Biaya operasi + radiasi: Rp 100 juta
  • Angka harapan hidup: 70-80%

Kanker Payudara Stadium 3

  • Biaya operasi + radiasi + kemoterapi: Rp 105-130 juta
  • Angka harapan hidup: 50%

Kanker Payudara Stadium 4

  • Biaya operasi + radiasi + kemoterapi + terapi hormonal + terapi biologi: Rp 200-300 juta
  • Angka harapan hidup: 20%

Terbukti bahwa kanker payudara bukan cuma masalah kesehatan, tapi juga bisa berdampak pada keluarga, ekonomi, dan sebagainya.

Sayang, perilaku masyarakat dalam deteksi dini kanker payudara masih rendah. Menurut riset penyakit tidak menular (PTM) 2016, 53,7% masyarakat tidak pernah melakukan SADARI (pemeriksaan payudara sendiri), sedangkan 46,3% pernah. Angka ini lebih rendah lagi untuk SADANIS (pemeriksaan payudara klinis). Hanya 4,4% masyarakat yang pernah melakukan SADANIS, sedangkan sisanya sebesar 95,6% tidak pernah melakukan SADANIS.

Gejala Kanker Payudara

Karena itu, penting bagi semua perempuan untuk melakukan SADARI secara rutin setiap bulan. Tujuannya agar abnormalitas di payudara dapat terdeteksi sedini mungkin dan segera dilakukan tindakan sehingga tingkat kesembuhannya lebih tinggi.

Jika Mama menemukan gejala kanker payudara berikut saat melakukan SADARI, sebaiknya lanjutkan menjadi SADANIS (pemeriksaan payudara klinis):

  • Ada benjolan di payudara dan seringkali tidak terasa nyeri
  • Ada perubahan tekstur kulit payudara
  • Kulit payudara mengeras dengan permukaan seperti kulit jeruk
  • Terdapat luka yang tidak kunjung sembuh
  • Keluar cairan dari puting susu
  • Terdapat cekungan atau tarikan di kulit payudara

Data Regional Workshop NCCP pada 2010 menunjukkan bahwa pemeriksaan payudara secara benar dan teratur dapat mendeteksi kanker pada stadium awal (stadium I atau II) sebesar 68%. Nah, SADARI merupakan pemeriksaan yang sederhana, mudah, cepat, dan hasilnya dapat diketahui secara langsung. Karena itu, jangan malas melakukan SADARI secara rutin, ya, Ma!

Baca juga: Mitos dan Fakta Seputar Kesehatan Payudara dan Bra

(EMA)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.