18 September 2019

Ini yang Terjadi Ketika Si Kecil Mengalami Konstipasi

Moms, sudah tahu penyebab, gejala, dan solusinya?

Apakah Moms tahu apakah itu konstipasi? Konstipasi yaitu kondisi di mana frekuensi buang air besar menjadi tidak teratur. Konstipasi ini bisa dialami oleh siapa pun, termasuk juga balita. Umumnya, seseorang akan dianggap mengalami konstipasi ketika frekuensi buang air besar kurang dari 3 kali dalam satu minggu.

Jika tidak segera ditangani, biasanya kondisi seperti ini sangat menganggu, karena nantinya akan berujung pada konstipasi kronis berkepanjangan. Jika hal ini terjadi pada anak-anak, tentunya akan membuat Moms menjadi cemas bukan?

Gejala-gejala umum jika Si Kecil mengalami konstipasi biasanya terlihat saat ia merasakan sakit perut, tinja yang berdiameter besar, kering, keras, sampai sulit dikeluarkan. Selain itu, Si Kecil juga bisa mengalami sakit pada bagian anusnya ketika buang air besar.

Baca Juga: 4 Gejala Konstipasi Balita yang Sering Diremehkan Orang Tua

Terkadang, rasa sakit dan kesulitan yang dialami Si Kecil saat buang air besar ini bisa membuatnya menjadi takut dan kemudian menghindarinya. Biasanya, jika Si Kecil yang mengalami konstipasi muncul hasrat untuk buang air besar, Si Kecil akan memperlihatkan gestur tubuh yang bisa dikenali seperti menyilangkan kaki, memegangi perut, atau memerlihatkan ekspresi wajah gelisah dan tidak enak. Hal itu dilakukannya karena Si Kecil sedang berusaha untuk menahan feses agar tidak keluar.

Apa yang Menjadi Penyebabnya?

konstipasi anak
Foto: konstipasi anak

Foto: lingokids.com

Secara umum, konstipasi bisa terjadi akibat kotoran atau feses bergerak terlalu lambat di dalam saluran pencernaan. Hal itulah yang membuat tinja perlahan menjadi keras dan kering. Pada anak-anak, kondisi seperti ini bisa saja disebabkan oleh berbagai faktor, diantaranya:1

1. Asupan Serat yang Kurang

Serat menjadi hal penting yang berperan pada kelancaran pencernaan dan proses buang air besar. Jika Si Kecil selalu mengalami konstipasi yang berulang, coba Moms perhatikan asupa makanannya, baik serat dari buah atau sayurannya sudah tercukupi atau belum?

Apakah Moms tau bahwa 9 dari 10 orang anak kekurangan serat? Padahal serat sangat penting demi mendukung kelancaran pencernaan Si Kecil. Serat sendiri dapat melancarkan pencernaan karena bisa meningkatkan jumlah air yang ada di dalam feses, sehingga bisa menghasilkan feses yang lembut dan tidak keras. Sehingga saat Si Kecil BAB, ia hanya perlu melakukan kontraksi otot normal untuk membuat feses keluar dengan lancar.

Lanjut menurut Anova Fatimah pada penelitian di dalam jurnal Dietary Intake Among Subset of Children Aged 2 – 3 Years in Jakarta, rata-rata asupan serat anak hanya 4.7 gram padahal berdasarkan AKG kebutuhan serat harian untuk anak umur 1-3 tahun adalah 16 gram/hari.

Baca Juga: Bayi Baru Lahir Mengejan Keras, Konstipasi Atau Grunting Baby Syndrome?

2. Terlalu Sering Menahan

Ketika Si Kecil sedang asyik bermain, terutama saat berada di luar rumah atau jauh dari toilet, Si Kecil biasanya akan lebih sering mengabaikan dorongan untuk buang air besar dan terus menahannya. Kebiasaan sering menahan buang air besar seperti ini bisa menyebabkan kotoran yang seharusnya dikeluarkan, bisa jadi menumpuk dan kemudian mengeras.3

3. Perubahan Rutinitas

Anak-anak ini berbeda dengan orang dewasa, karena biasanya lebih cenderung membutuhkan waktu yang lama untuk bisa beradaptasi saat mengalami perubahan rutinitas. Misalnya saat melakukan perjalanan jauh, cuaca yang panas, di mana bisa memicu Si Kecil mengalami stres yang kemudian dapat memengaruhi fungsi pencernaannya. Anak-anak juga lebih mudah untuk mengalami konstipasi saat mereka baru memasuki dunia sekolah yang biasanya menyita jam tidur siangnya.

4. Kondisi Medis Anak

Walaupun cukup jarang terjadi, anak bisa saja mengalami konstipasi karena adanya kondisi medis seperti malformasi anatomi, masalah sistem metabolisme dan pencernaan, atau berbagai kondisi lainnya.

Baca Juga: Makanan Ini Justru Sebabkan Bayi Sembelit

5. Konstipasi pada Bayi

Selainn terjadi pada anak-anak, konstipasi juga bisa dialami oleh bayi, yang bisa membuat Moms tidak kalah cemas. Apalagi, bayi belum bisa mengutarakan perasaannya, sehingga gejala konstipasi pun akan lebih sulit dideteksi. Walaupun jarang terjadi, gejala konstipasi pada bayi bisa dilihat dari berkurangnya frekuensi buang air besar dan gestur tubuhnya. Maka, saat mengalami konstipasi, bayi akan merasakan sakit pada bagian perutnya, dan bayi biasanya akan menangis sambil meliuk-liukkan tubuhnya.

Bagaimana Cara Mengatasinya?

solusi konstipasi
Foto: solusi konstipasi

Foto: netezinearticles.com

Konstipasi pada anak bisa sering terjadi ketika mereka sudah mulai makan makanan padat. Saat kondisi ini terjadi, Moms bisa melakukan perubahan pola makannya menjadi lebih sederhana, contohnya sebagai berikut:

1. Memberi Minuman yang Kaya Serat

Seperti yang Moms ketahui, buah-buahan atau makanan berserat lainnya merupakan jenis asupan yang sangat baik dikonsumsi saat anak mengalami konstipasi. Moms harus memastikan asupan cairan yang cukup untuk Si Kecil beraktivitas, lalu cobalah memberikan beberapa minuman berserat seperti susu dengan kandungan tinggi serat, jus buah apel, melon, atau pepaya.

2. Memperbanyak Asupan Serat dari Makanan

Selain memberinya jus buah, Moms juga bisa mengganti makanan Si Kecil dengan makanan yang kaya akan serat, seperti oatmeal yang bisa Moms campur dengan sayuran yang sudah dihaluskan. Kacang-kacangan seperti kacang polong yang tinggi serta dan baik bagi pencernaan.

Jika cara di atas tidak membuat Si Kecil kunjung sembuh dari konstipasi, atau jika konstipasi Si Kecil juga disertai dengan gejala lain seperti demam tinggi atau bahkan muntah, maka Moms sebaiknya harus memeriksakan Si Kecil ke dokter. Sebab, bisa jadi hal tersebut adalah gejala dari gangguang kesehatan yang lain.3

3. Mencukupi Kebutuhan Nutrisi Tambahannya

Selain memberikan Si Kecil jus buah atau makanan berserat, Moms juga bisa memberikan Si Kecil asupan nutrisi tambahan yaitu sebagai pelengkap kebutuhan serat harian Si Kecil dengan susu pertumbuhan dari Bebelac Gold 3.

Baca Juga: Cegah Sembelit Pada Bayi dengan Makanan Kaya Serat

Bantu Dukung Perut Sehat Si Kecil dengan Bebelac Gold 3

bebelac 3
Foto: bebelac 3

Foto: doc/bebelac

Moms bisa bantu untuk memenuhi kebutuhan serat Si Kecil dengan memberikannya Bebelac Gold 3 untuk anak yang berusia 1-5 tahun. Bebelac Gold 3 mengandung advansfibre yang diperkaya dengan FOS:GOS 1:9 dan tinggi serat. Sebagai pelengkap kebutuhan nutrisi si Kecil, Bebelac Gold juga mengandung fish oil yang tinggi kandungan Omega-3 dan Omega-6, 13 vitamin dan 7 mineral yang bisa membantu tumbuh kembang Si Kecil untuk menjadi anak hebat. Moms bisa memberikan Bebelac Gold 3 kali sehari untuk bantu mendukung hampir 50% kebutuhan serat harian Si Kecil.

(ADV)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.