29 Juni 2018

Jangan Sepelekan Waktu Kedaluarsa Alat KB IUD, Fatal Akibatnya pada Organ Reproduksi

Lebih baik ikuti anjuran dokter

Moms yang menggunakan alat kontrasepsi IUD pasti paham betul tentang waktu kadaluarsanya. Saat dipasang, dokter akan memberi tahu masa penggunaan IUD dan kapan Moms harus mencopot lalu menggantinya.

Moms, bukan tanpa alasan dokter memberikan informasi tersebut. IUD memang memiliki masa waktu penggunaan yang berbeda-beda, ada yang lima tahun, delapan tahun, bahkan sepuluh tahun.

Moms harus ingat betul kapan masa penggunaan IUD tersebut berakhir karena setelah masuk masa kadaluarsa, kerja IUD sudah tidak efektif lagi. Efek perlindungan IUD dari kehamilan yang tidak diinginkan sudah hilang.

Baca Juga : Plus Minus KB IUD dan Cara Pemasangannya di Rahim Moms

Bisa Menimbulkan Dampak Buruk pada Tubuh

Dikutip dari Quora.com, selain menurunkan efektivitas kerja IUD, meninggalkan IUD lebih lama di dalam tubuh akan meningkatkan risiko infeksi. Jika terkena infeksi, tubuh Moms yang akan terkena dampaknya.

Dampak paling ringan adalah rasa tidak nyaman, dan yang paling berat adalah Moms harus disteril.

Membiarkan IUD kadaluarsa tetap berada dalam tubuh bisa menyebabkan terjadinya peradangan dan pendarahan di rahim. Kandungan logam pada IUD juga bisa berpindah tempat dari rahim ke rongg perut yang akhirnya menimbulkan keluhan, seperti nyeri hebat, muntah, dan demam yang diikuti peradangan dan pendarahan.

Jika sudah seperti itu, Moms harus segera ditangani. Sebelum itu hal tersebut terjadi, Moms sebaiknya memberi perhatian lebih pada IUD yang digunakan. Bahkan sebelum masa pemakaiannya habis, Moms juga harus rajin melakukan kontrol jika mengalami keluhan tertentu. Selain karena kadaluarsa, IUD yang posisinya bergeser pun bisa menimbulkan efek tidak mengenakan.

Baca Juga : IUD, Kontrasepsi Aman untuk Wanita Tinggi Resiko Kanker Payudara

Efektivitas Menurun, Tapi Tidak Berbahaya

Pendapat lain dilontarkan oleh dr Cheryl Chastine dari South Wind Women’s Center di Wichita, Kansas, Amerika Serikat. Dr Chastine mengatakan bahwa meninggalkan IUD kadaluarsa tidak akan menimbulkan masalah. “Jadi sebenarnya tidak perlu terburu-buru untuk mencopotnya saat masa kadaluarsa tiba,” kata dr Chastine yang dikutip dari Cosmopolitan.com.

Namun, dr Cheryl menegaskan bahwa dengan berakhirnya masa pemakaian, berakhir juga efektivitas IUD untuk mencegah kehamilan. Jadi, kendati Moms tidak melepas IUD, Moms tetap harus menggunakan alat kontrasepsi lain jika ingin menunda kehamilan.

Nah, itulah dua pendapat mengenai penggunaan IUD kadaluarsa. Jika Moms mengalami kondisi tersebut, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan saran terbaik.

(AND)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.