Fashion & Beauty

19 Mei 2021

Mari Simak Penyebab dan Cara Membasmi Jerawat Batu di Wajah

Jerawat bisa jadi masalah buat siapa saja. Sebenarnya, tidak akan terlalu mengganggu. Kecuali, jerawatnya jerawat batu.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis dan disunting oleh
Dresyamaya Fiona

Di Indonesia, lebih dikenal dengan namanya jerawat batu. Namun, nama resminya adalah cystic acne, jerawat berukuran besar yang diakibatkan peradangan di sekitar area jerawat. Bisa ditemui pada lelaki, perempuan, dan biasanya lebih banyak di kulit berminyak.

“Jerawat batu terjadi akibat peradangan kuman penyebab jerawat. Kadang, semakin parah karena ada tambahan infeksi dari kuman lain. Mungkin akibat memegang jerawat atau memencetnya tanpa mencuci tangan,” kata Rachel Nazarian, dokter kulit asal Kota New York dan berpraktik di Schweiger Dermatology Group.

Banyak orang beranggapan bahwa jerawat batu sulit diatasi dengan akan membekas di wajah selamanya. Namun benarkah demikian? Mari simak penjelasan jerawat batu mulai dari gejala, penyebab, hingga cara menghilangkannya.

Baca Juga: Milk Blister: Jerawat Pada Puting yang Mengganggu Proses Menyusui

Gejala Jerawat Batu

gejala jerawat batu

Foto: Orami Photo Stock

Jerawat batu ditandai dengan nodul yang tumbuh berlangsung lama dan nyeri pada area yang berjerawat seperti wajah, belakang leher, dada, dan punggung.

Ketika nodul ini akhirnya tersamarkan, biasanya meninggalkan bekas luka. Bekas luka mungkin merupakan bekas luka dapat menyebabkan jaringan parut yang lebih terlihat di lapisan kulit. Biasanya lebih sering terjadi di pipi.

Pada awalnya, jerawat batu akan berisi nanah, dan berkembang menjadi papula merah yang meradang (benjolan) dan akhirnya setelah diobati berubah menjadi bintik-bintik merah muda.

Faktor risiko yang sering mengalami jerawat batu, di antaranya:

  • Usia. Orang-orang dari segala usia bisa terkena jerawat, tetapi paling sering terjadi pada remaja.
  • Perubahan hormonal. Perubahan hrormon seperti ini biasa terjadi selama masa pubertas atau kehamilan.
  • Genetik. Genetika berperan dalam jerawat. Jika kedua orang tua berjerawat, kemungkinan besar anak akan mengalaminya.
  • Produk Minyak. Moms mungkin mengalami jerawat di mana kulit bersentuhan dengan minyak, losion dan krim berminyak.
  • Gesekan kulit. Hal ini bisa disebabkan oleh zat yang memicu alergi seperti karpet, benda kotor, debu dan lain-lain.

Namun tak selalu risiko itu dapat menyebabkan jerawat batu. Ada penyebab lainnya jerawat batu yang perlu Moms ketahui.

Baca Juga: Jerawat di Dahi Meradang, Ini Penyebabnya

Penyebab Munculnya Jerawat Batu

Berbeda dengan fungal acne yang disebabkan karena jamur yang tersumbat di pori-pori. Nah, berikut ini adalah beberapa penyebab munculnya jerawat batu di kulit wajah kita.

1. Hormon

penyebab jerawat batu

Foto: Orami Photo Stock

Salah satu faktor penyebab jerawat batu adalah kondisi hormon di dalam tubuh kita yang tidak seimbang.

Terutama jika menjelang menstruasi, karena hormon estrogen biasanya akan melonjak sangat tajam. Atau bagi mereka yang juga menderita PCOS dengan hormon androgen yang tinggi.

Androgen adalah hormon yang meningkat pada anak laki-laki dan perempuan selama masa pubertas dan menyebabkan kelenjar sebaceous membesar dan membuat lebih banyak sebum.

Perubahan hormon selama paruh baya, terutama pada wanita, dapat menyebabkan jerawat salah satunya jerawat batu.

Baca Juga: Apa Itu Jerawat Hormonal dan Bagaimana Cara Mengatasinya?

2. Tidak Membersihkan Makeup dengan Tepat

penyebab jerawat batu

Foto: Orami Photo Stock

Apakah Moms salah satu yang suka membiarkan makeup di wajah semalaman? Sebaiknya jangan lakukan ini lagi, ya.

Kurang bersihnya menghapus makeup juga berpotensi membuat pori-pori menjadi tersumbat dan bersatu dengan bakteri lainnya di bawah kulit sehingga jerawat batu mudah muncul.

Oleh karena itu, pastikan Moms menggunakan teknik double cleansing agar sisa-sisa makeup dapat terangkat sempurna dari kulit wajah.

3. Faktor Genetik

penyebab jerawat batu

Foto: Orami Photo Stock

Penyebab jerawat batu juga biasa dikaitkan dengan faktor genetik. Mungkin saja ada riwayat keluarga yang memiliki jenis wajah berminyak dan sering mengalami masalah jerawat batu.

Untuk itu, jangan lupa untuk selalau menjaga kesehatan wajah lebih maksimal agar terhindari dari kotoran dan minyak pemicu jerawat.

4. Stres

penyebab jerawat batu

Foto: Orami Photo Stock

Penyebab jerawat batu lainnya yang sering tidak Moms sadari adalah faktor stres.

Tingkat stres yang tinggi ini akan meningkatkan produksi testosteron sehingga dapat merangsang produksi kelenjar minyak berlebih pada kulit.

Jadi, luangkan waktu untuk lebih banyak beristirahat dan me-time agar tingkat stres dapat lebih terkontrol dengan baik.

Baca Juga: Mengenal Eustress, Stres Positif yang Diperlukan oleh Tubuh

5. Kurang Makan Sayur dan Buah-buahan

penyebab jerawat batu

Foto: Orami Photo Stock

Bagi Moms yang gemar mengonsumi makanan berminyak atau pun berlemak tinggi, sebaiknya mulailah tinggalkan kebiasan itu karena dapat menyebabkan jerawat batu muncul di kulit wajah kita.

Yuk konsumsi sayur dan buah lebih banyak lagi karena selain memiliki nutrisi yang baik untuk mencegah timbulnya jerawat batu.

Kandungan vitamin pada sayur dan buah juga dapat mempercepat proses penyembuhan jerawat batu hingga meregenarasi kulit.

6. Pori-pori Tersumbat

jerawat-batu-dan-cara-mengatasinya.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Tak hanya karena gaya hidup, jerawat batu mengutip Mayo Clinic juga bisa disebabkan karena kelenar minyak yang menyumbat pori-pori.

Jerawat batu biasanya muncul di wajah, dahi, dada, punggung atas, dan bahu karena area kulit ini memiliki kelenjar minyak (sebaceous) paling banyak.

Jerawat yang timbul dengan bagian tengah putih yang berkembang ketika folikel rambut yang tersumbat menjadi meradang atau terinfeksi bakteri. Penyumbatan dan peradangan ini menghasilkan benjolan seperti kista di bawah permukaan kulit sehingga terbentuknya jerawat batu.

7. Efek Samping Obat

Pengobatan Jerawat Batu

Foto: Orami Photo Stock

Sedang menjalani perawatan dan mengonsumsi obat-obatan tertentu? Karena penyebab jerawat batu berikutnya adalah karena efek samping obat-obatan.

Contohnya termasuk obat yang mengandung kortikosteroid, testosteron, atau litium.

Biasanya obat-obatan ini dikonsumsi bagi penderita asma, bronkitis, penyakit Crohn yang dapat memicu timbulnya jerawat batu di sebagian orang.

Baca Juga: Fungal Acne, Apa Penyebab dan Cara Mengatasinya?

Cara Menghilangkan Jerawat Batu

Mengenai lokasi, Dr Nazarian tidak memberikan lokasi spesifik. Menurutnya, jerawat batu bisa tumbuh di mana saja.

“Sama seperti jerawat biasa, cystic acne juga bisa tumbuh di mana saja. Selain di wajah, bisa juga muncul di punggung, leher, dada, bahkan di bagian lipatan tubuh,” jelas Dr Nazarian.

Saat terkena jerawat batu, biasanya terasa amat sakit. Apalagi, saat tengah meradang maksimal.Jerawat batu dikatakan parah saat menyebabkan benjolan yang nyeri, merah, dan membengkak besar akibat terkena infeksi.

Nah, berikut ini cara menghilangkan jerawat batu yang bisa dilakukan di rumah.

1. Antibiotik

Unknown.jpeg

Foto: harvardhealth.com

Saat infeksi akibat jerawat batu, dokter biasanya akan memeriksa dan membersihkan jerawat. Kemudian pengobatan akan lanjut dengan obat minum.

"Jerawat yang meradang dapat diobati dengan dua jenis antibiotik, yakni antibiotik minum dan antibiotik oles,” ungkap Dr Nazarian.

Namun, pertanyaan yang sering ditanyakan, apakah mungkin tidak mengonsumsi antibiotik?

,“Semuanya tergantung hasil pemeriksaan. Namun, karena yang dilawan adalah bakteri, antibiotik adalah solusi yang paling umum. Bisa mematikan bakteri, dan mempercepat hilangnya radang di kulit." tambah Dr Nazarian.

Baca Juga: Cara Memencet Jerawat dengan Benar dan Tepat, Tidak Akan Berbekas

2. Mengubah Gaya Hidup

Jerawat batu, bisa menyerang semua kalangan. Tidak peduli usia. Cara utama untuk menghilangkannya adalah dengan teratur merawat wajah.

"Banyak remaja dan orang dewasa berpikir bahwa jerawat batu disebabkan karena kulit kotor atau tidak dibersihkan dengan benar - ini tidak benar," kata Dr Kathleen Welsh, seorang ahli kulit yang tinggal di San Francisco dan pendiri Bay Area Cosmetic Dermatology.

Jerawat batu terjadi karena kombinasi genetika, hormon, stres, diet, dan bakteri.

Sehingga, jika ingin bebas jerawat, usahakan tidak semua hal dibuat stres dan perhatikan asupan makanan dan minuman.

3. Mencuci Wajah dengan Benar

Ternyata Begini Cara Menghilangkan Jerawat Batu 4.jpg

Foto: freepik.com

Gunakan pembersih wajah yang lembut dalam menghilangkan jerawat batu. Bersihkan wajah dua kali sehari. Jangan membersihkan dan mengeringkan wajah dengan cara digosok karena dapat memperparah kondisi jerawat.

Hindari menggunakan sabun batangan untuk membersihkan wajah, karena formulanya bisa menyumbat pori dan membuat kulit kering.

Moms juga bisa pergunakan pembersih berbahan dasar asam salisilat untuk mengangkat sel-sel mati dari wajah. Pengelupasan kulit dapat mengurangi bengkak dan bakteri di pori-pori.

4. Terapi Hormon

Hormon androgen kerap menjadi penyebab jerawat batu saat diproduksi berlebihan. Banyak penelitian yang menyebutkan bahwa obat yang menghambat produksi hormon androgen dapat menghilangkan jerawat batu.

Namun, cara pengobatan ini kadang punya efek samping. Maka cobalah berdiskusi dengan dokter untuk menjalaninya. Biasanya, penggunaan obat antiandrogen dalam dosis rendah merupakan cara untuk mengurangi efek samping.

5. Photodynamic Therapy (PDT)

Ternyata Begini Cara Menghilangkan Jerawat Batu 2.jpg

Foto: webmd.com

Dikutip dari Indian Dermatology Medical Journal, photodynamic therapy merupakan cara pengobatan baru jerawat batu dengan mengoleskan krim topikal photosensitizing yang dikontrol dengan cahaya LED biru dan merah.

Biasanya pengobatan ini makan waktu cukup lama. Jadi, tidak bisa seketika mengurangi produksi minyak di wajah, membunuh bakteri kulit, maupun mengurangi jerawat batu. Biaya pengobatan ini juga tidak murah ya, Moms.

6. Suntik Jerawat

Jika Moms memiliki jerawat batu yang meradang, prosedur cara mengobati ini bisa jadi pilihan. Jerawat bisa cepat kempes hanya dalam beberapa jam selepas disuntik.

Tapi, ini bukan prosedur rutin yang bisa dilakukan sewaktu-waktu. Karena dokter hanya akan melakukan suntik jerawat saat berhadapan dengan jerawat yang meradang.

Baca Juga: Agar Kulit Mulus, Yuk Coba 6 Cara Alami Menghilangkan Jerawat Punggung Ini!

7. Obat Isotretinoin

Ternyata Begini Cara Menghilangkan Jerawat Batu 3.jpg

foto: freepik.com

Obat oral ini bisa langsung mengendalikan kelenjar minyak dan menghentikan produksinya. Namun, hasilnya beragam. Ada yang bisa langsung terlihat. Ada juga yang responsnya agak lama.

Mengutip American Academy of Dermatology Association, orang yang meminum obat ini dalam 4 hingga 6 bulan, jerawat batu dapat teratasi dengan baik.

Namun ada efek samping obat ini perlu diperhatikan. Kering pada kulit, rambut rontok, masalah fungsi hati, mimisan, dan risikonya terhadap janin sering disebut sebagai efek samping isotretinoin. Efek pengobatannya bersifat permanen.

8. Tea Tree Oil

Bagi Moms yang suka perawatan alami, cara pengobatan satu ini bisa dicoba di rumah, lho.

Sifat antimikroba dan anti-inflamasi pada tea tree oil digunakan untuk cara menghilangkan jerawat batu dan cara alami yang telah digunakan puluhan tahun lalu.

Oleskan di area jerawat batu dan biarkan semalaman. Ini dapat mencegah bakteri penyebab jerawat batu sehingga akan mengempis.

9. Masker Kunyit

masker-untuk-jerawat-batu.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Kunyit, sebagai anti-inflamasi dan antiseptik, dapat digunakan sebagai cara mengobati jerawat batu. rRempah-rempah alami ini bisa diolah menjadi masker kunyit pada wajah.

Cara buatnya cukup mudah, campurkan sedikit air dengan bubuk kunyit hingga menghasilkan pasta yang kental. Kemudian, oleskan ramuan ini langsung ke jerawat batu dan membiarkannya selama sekitar 45 menit, sebelum membilasnya dengan air.

Para ahli menyarankan untuk mengulangi proses ini dua kali sehari.

Moms, bagi yang kulit sensitif, lebih berhati-hati saat mengoleskan kunyit langsung ke kulit, karena dapat menyebabkan iritasi.

Baca Juga: Ketahui Ragam Manfaat Masker Lemon untuk Kecantikan yang Tak Terduga!

10. Probiotik

Ternyata, hubungan antara kesehatan kulit dan kesehatan usus menurut para ahli dapat menjadi alternatif pengobatan jerawat batu.

Dengan mengonsumsi makanan minuman probiotik, ini dapat menghasilkan kulit lebih bersih dan mengurangi peradangan kulit.

Misalnya dengan mengonsumsi yogurt, kimchi, sayuran, kefir, dan makanan lain yang mengandung bakteri sehat.

11. Es Batu

8 Manfaat Es Batu untuk Jerawat Batu

Foto: Orami Photo Stocks

Siapakah di sini yang masih percaya bahwa es batu dapat mengobati jerawat? Ternyata ini memang direkomendasikan para ahli dermatologis, lho!

Es batu efektif dalam mengurangi pembengkakan, gatal, nyeri, dan kemerahan padjera jerawat batu.

Ini dipakai sebagai pengobatan alami di rumah dengan menggosokkan es batu pada bintik jerawat batu sampai beberapa saat.

Sebaiknya melakukan cara ini tiga kali sehari untuk mengatasi jerawat batu dengan cepat.

12. Benzoil Peroksida

Pengobatan jerawat tak jauh dari krim atau salep yang mengandung benzoil peroksida. Untuk membunuh bakteri di pori, Moms juga bisa menggunakan obat jerawat berbahan aktif benzoil peroksida.

Jangan gunakan produk yang mengandung mentol atau alkohol, karena dapat membuat iritasi pada kulit. Kemudian, hindari penggunaan pelembap terlalu tebal di area jerawat. Pemakaian berlebih bisa menyumbat pori-pori.

Baca juga: 8 Khasiat Es Batu untuk Kecantikan Wajah, Bisa Mengurangi Jerawat Lho

13. Obat Kortikosteroid

Beberapa pengobatan jerawat batu

Foto: Orami Photo Stocks

Obat kortikosteroid oral (Prednisone, Solu-Medrol), dapat menjadi salah satu pengobatan jerawat batu.

Jerawat batu ini biasanya dikonsumsi bersamaan terapi antibiotik atau isotretinoin lain untuk mencoba menekan peradangan jaringan parut pada kulit secepat mungkin.

Hal ini untuk mencegah timbulnya bakteri dan peradangan yang terjadi pada jerawat batu.

Komplikasi Jerawat Batu

5 Faktor Penyebab Munculnya Jerawat Batu

Foto: Orami Photo Stocks

Tak hanya sulit diobati, jerawat batu juga dapat berefek pada lapisan kulit hingga terjadi komplikasi.

Terlepas dari semua cara pengobatan untuk mengatasi bekas jerawat batu, perawatan terbaik untuk bekas luka jerawat batu adalah mencegahnya sejak awal.

Selain dapat menimbulkan jaringan parut pada kulit, risiko medis utama dari jerawat batu adalah komplikasi terapi yang tidak terduga. Obat apa pun dapat menyebabkan ruam, serta gangguan bentuk kerusakan kulit yang mengancam jiwa yang dikenal sebagai nekrolisis epidermal toksik.

Mengutip Medicina Intensiva, nekrolisis epidermal toksik adalah gangguan kulit yang jarang terjadi dan dapat membahayakan nyawa, di mana penderitanya kehilangan lapisan luar kulit.

Selain itu ada peningkatan risiko penyakit radang usus di kemudian hari dari terapi isotretinoin, terapi antibiotik, atau kombinasi keduanya.

Maka dari itu sebelum Moms mencoba pengobatan jerawat di atas, konsulitasikan dengan ahlinya atau dokter kulit ya.

Baca Juga: Mencuci Wajah dengan Air Keran Ternyata Picu Timbulnya Jerawat

Setelah mengenal pembahasan jerawat batu tentu lebih familar ya sekarang Moms. Semoga jerawat yang sedang dialami sekarang dapat segera membaik, ya!

https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/acne/symptoms-causes/syc-20368047

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4439741/

https://www.aad.org/media/stats-numbers

https://www.medintensiva.org/es-tratamiento-necrolisis-epidermica-toxica-con-articulo-S0210569110002780

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait